Diskusi Secangkir Kopi Ala Warga NDB Dengan BNN Payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Saking tingginya inisiatif dari warga Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB) untuk mempromosikan potensi wisata di kelurahan itu, untuk pertama kalinya digelar kegiatan bertajuk Diskusi Secangkir Kopi di Taman Makmur NDB, digelar, Rabu (29/9) sore.

Hadir Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri, Lurah NDB Ari Ashadi, Ketua LPM Fahman Rizal, Ketua Karang Taruna Dedi Hendri “Asenk”, Ketua Pokdarwis David BD, Bhabinkamtibnas Erwin, tokoh masyarakat NDB seperti Ketua Pengurus Mesjid Yonaldi, Nofian Yunaz, Mak Pono, Deni, dan remaja mesjid, dan unsur lainnya.

Iklan

Dalam acara itu juga diundang khusus Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh Febrian Jufril, putra Agam yang baru bertugas sekitar sebulan sejak 20 Agustus 2021, merupakan kepala BNN pertama dari sipil untuk Kota Payakumbuh sebelumnya di BNN pusat. Dia menggantikan AKBP Sarminal yang pindah tugas ke Polda Sumbar.

Dalam sambutannya, Ketua LPM Fahman Rizal mengatakan kegiatan ini merupakan untuk yang pertama kalinya digelar, adalah gagasan dari warga Nunang Daya Bangun bagaimana menghadirkan tokoh penting untuk berdiskusi dengan langsung datang ke kelurahan, namun dikemas dengan konsep acara santai dan tidak terlalu formal.

“Semoga kedepan kita bisa menggelar lagi diskusi secangkir kopi ini dengan narasumber dan topik yang lain lagi berjilid-jilid terkait urusan kemasyarakatan,” kata Fahman.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz menyebut di Kelurahan NDB masyarakatnya heterogen, multi etnis. Namun keberagaman itu tidak menurunkan semangat kebersamaannya, malah selalu aktif kompak dan saling bersinergi dalam berkegiatan.

“Bahkan beberapa petinggi di Pemerintahan Kota Payakumbuh bahkan berasal dari NDB, termasuk saya. NDB juga mengikuti penilaian kelurahan berprestasi tingkat Kota Payakumbuh tahun 2021. Inilah wujud dari sebuah kelayakan sebuah kelurahan untuk kita kedepankan, energi besar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.

Orang nomor dua di Kota Payakumbuh itu sangat mendukung mewujudkan Kelurahan NDB bersih narkoba (Bersinar) bersama BNN. Dengan pembinaan yang baik, ada masyarakat kampung lain yang ikut, ini menjadi pendobrak kesadaran bersama untuk serius melawan penyalahgunaan narkoba.

“Kita mulai dari pengembangan kawasan tepian Batang Agam, ini menjadi ikon wisata di NDB,” tukuk Erwin.

Dari sisi Ketua Karang Taruna sekaligus Ketua Satgas Bersinar NDB, Dedi Hendri mengatakan program mereka adalah bagaimana mengantisipasi narkoba yang mencekoki warga di NDB dan pemberdayaan korban penyalahgunaan narkoba. Sudah lebih dari setahun berjalan, dan masih terus dilakukan pembinaan kepada korban penyalahgunaan narkotika, serta ada juga program buat memberdayakan anak-anak muda di mesjid dan musala.

“Dari kasus yang kami dapati di lapangan, anak-anak memulai coba-coba merokok, kemudian mereka mencoba menghirup lem, akhirnya coba-coba narkoba, sehingga mereka terbelenggu karena candu, akhirnya ketergantungan. Inilah yang menyebabkan orang berani melakukan tindakan kriminal demi mendapatkan barang haram itu,” kata Dedi.

Dedi juga menjelaskan kalau program Satgas Bersinar ini sudah diakui di tingkat provinsi dengan meraih penghargaan. Tapi menurutnya prestasi ini akan dipertahankan dan dijadikan motivasi bagaimana secara kerja, inovasi Satgas Bersinar terus bekerja sama dengan BNN.

“Menjadi pilot project di tingkat kota, kami tentu akan terus melakukan perlawanan kepada narkotika. Maka kami butuh bimbingan yang lebih ekstra lagi,” tukuknya.

Kepala BNN Kota Payakumbuh yang akrab disapa Febbie mengatakan prestasi tak akan terbentuk jika masih ada narkotika menggerogoti sebuah lingkungan. Penyalahgunaan narkoba yang tinggi harus bisa ditekan, kalau bisa ditangani bersama agar bisa lenyap.

“Saya mengapresiasi NDB yang terus komit dengan Satgas Bersinarnya membentengi masyarakat dari bahaya laten narkotika, kita harus memelihara ini, semoga dapat dicontoh oleh kelurahan lainnya,” kata Febbie.

Febbie juga menjelaskan Perda P4GN sudah ada, tinggal lagi Perwako sebagai landasan hukum agar Pemko bisa menganggarkan dana melalui APBD untuk mendukung pencegahan narkoba di Kota Payakumbuh.

Usai kata sambutan, ada diskusi bersama hadirin tentang seputar bagaimana lokus kerja BNN, apa itu narkotika, bagaimana penanganannya, hingga permintaan penguatan kepada sarana dan prasarana Satgas Bersinar.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here