Diduga Sesat dan Menyesatkan, Muncul Aliran Kepercayaan “Pelindung Kehidupan” di Solok Selatan

gambar ilustrasi aliran sesat

SUMBARTIME.COM-Warga kawasan Kabupaten Solok Selatan (Solsel) diresahkan dengan munculnya sebuah aliran kepercayaan baru yang diduga sesat dan menyesatkan di tempat mereka sejak Juni 2021 silam.

Dengan memiliki sekitar kurang lebih 20 KK pengikut, aliran yang dibawa dan di ajarkan oleh orang yang disebut “Guru Besar Pelindung Kehidupan” alias ST (45) itu menganjarkan ke jamaahnya jika ibadah Sholat hanya cukup dilakukan satu kali dalam seumur hidup.

Iklan

Selain itu sang guru juga mengajarkan tentang “Penebus Hak”, yakni sebuah aktifitas dalam bentuk pengobatan yang mana oleh pengikutnya diyakini jika telah melakukan ritual Penebus Hak itu, maka kondisi jiwa akan bersih suci lahir batin.

Namun prosesi ritual penebus hak dalam bentuk pengobatan yang dilakukan oleh Guru Besar Pelindung Kehidupan terhadap murid/Jamaahnya tersebut di isyaratkan memakai mahar yakni antara Rp 2 Juta hingga Rp 5 Juta, perjiwa/kepala.

Terkait munculnya sebuah aliran kepercayaan yang diduga mengandung sesat dan menyesatkan serta telah membuat warga masyarakat sekitar mulai resah, hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua Pakem Solsel M.Fajrin, Rabu (13/10). Menurutnya, benar ada laporan dari warga terkait keberadaan dan munculnya sebuah aliran kepercayaan baru bernama “Pelindung Kehidupan” di kawasan Solsel, ungkapnya.

Aliran ini pertama kali muncul berdasarkan hasil pantauan sejak Juni 2021 silam di kawasan Jorong Simancung, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo. Aliran ini dibawa oleh seorang pria inisial ST yang sehari hari berprofesi sebagai petani, tutur Fajrin.

Dari hasil investigasi Tim Pakem Solsel ke lokasi, para pengikutnya mayoritas adalah warga lokal. Saat tim mendatangi kediaman ST, yang bersangkutan sudah tidak berada lagi di tempat. Diduga yang bersangkutan telah pergi meninggalkan rumahnya.

Saat ini kegiatan mereka sudah mulai berkurang, sebagian besar murid ST sudah mulai menyadari kekeliruan mreka, tutupnya mengatakan. (db)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here