Datangi Pemko Payakumbuh, GNPF Minta Tutup Semua Karaoke Penyedia Layanan Wanita dan Miras

pertemuan GNPF dengan Pemko Payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Datangi Balaikota Payakumbuh Ormas Islam GNPF Payakumbuh, melakukan haring dengan Pemerintah setempat yang diwakili oleh Wakil Walikota (Wawako) Erwin Yunaz, Selasa (5/10) pagi.

Di hadapan Wawako yang juga didampingi oleh Kasatpol PP Payakumbuh Dony Prayuda, Ormas GNPF yang terdiri dari unsur MUI, Dewan Dakwah, Majelis Mujahidin serta perwakilan pedagang, menyebutkan dan menjelaskan jika aktifitas maksiat di Kota Payakumbuh dalam beberapa waktu terakhir mulai marak terjadi lagi.

Iklan

Baca Juga : Guru Mengaji di Pessel Hilang Terseret Arus Bendungan, BPBD Masih Melakukan Pencarian

Menurut Hanan Putra salah satu jubir GNPF, mengungkapkan ada beberapa poin pokok penyakit masyarakat yang mulai marak terjadi di berbagai titik lokasi Kota Payakumbuh berdasarkan dari hasil investigasi serta laporan masyarakat tuturnya.

Di jelaskannya, salah satu penyakit masyarakat yang mulai marak lagi terjadi adalah, tumbuh dan berkembangnya kafe kafe Karaoke yang menyediakan wanita pemandu serta minuman keras.

Baca Juga : Batalkan Usai Pesan Cewek Panggilan, Oknum Satpol PP Pekanbaru Babak Belur Dihajar 6 Pemuda

Hannan menerangkan, jika keberadaan kafe kafe karaoke yang terindikasi berbau maksiat itu bebas beroperasi tanpa ada rasa kuatir, yang dimulai pada malam hingga pagi menjalang, ungkapnya. Hal tersebut tentu saja bisa merusak dan mencoreng daerah yang cukup terkenal dengan simbol sebagai Kota Pedidikan nan Agamis, bebernya.

Selain menyoroti persoalan bebasnya beroperasi beberapa kafe karaoke yang terindikasi menyediakan layanan wanita serta miras tersebut, GNPF juga mengungkapkan jika dalam beberapa waktu belakangan ini, kondisi serta areal taman wisata Batang Agam dimanfaatkan oleh pasangan segelintir oknum yang sedang dilanda asmara untuk melakukan perbuatan yang terindikasi maksiat.

Baca Juga : Penemuan Bayi Malang di Padang Pariaman, Berjenis Kelamin Laki Laki dan Sehat

Untuk itu GNPF Payakumbuh meminta agar Pemko Payakumbuh bersama jajarannya agar menindak tegas segala lokasi serta sarana yang terindikasi dimanfaatkan untuk berbuat maksiat tanpa pandang bulu.

“Kami meminta agar Pemko bisa memberantas habis semuanya tanpa pandang bulu semua kafe yang terindikasi sebagai tempat maksiat”, ujar mereka.

Sementara itu, Wawako Payakumbuh Erwin Yunaz, dalam kesempatan itu menjawab himbauan dan permintaan GNPF mengatakan jika Kota Payakumbuh telah memiliki Perda Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pencegahan, Penindakan, Dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat Dan Maksiat.

Menurutnya Perda tersebut sudah cukup baik untuk memberikan sanksi kepada para pelanggarnya apabila dilakukan penindakan oleh petugas penegak perda. Namun walaupun demikian, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada GNPF yang telah mengingatkan Pemko terkait ajakan untuk bersama sama memberantas segala bentuk maksiat yang terjadi di Payakumbuh, papaarnya.

Selain itu dirinya berjanji akan sesegera mungkin menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh GNPF, tutupnya mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here