Sumbartime.com,- Bupati Solok, Epyardi Asda, secara tegas menolak upaya perusahaan nasional untuk memonopoli bisnis pupuk di Kabupaten Solok. Ia menyatakan penolakannya terhadap pengangkatan satu perusahaan sebagai distributor tunggal pupuk. Menurutnya, hal tersebut hanya akan mempersulit masyarakat Kabupaten Solok.
“Saya tegas menolaknya. Saya ingin pupuk itu dikelola oleh masyarakat Kabupaten Solok melalui Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) dan pengelolaan dilakukan oleh warga Kabupaten Solok,” ujarnya saat membuka sosialisasi tentang Bumnag se-Kabupaten Solok.
Epyardi menjelaskan bahwa pandangannya tentang pengelolaan pupuk oleh masyarakat berkaitan dengan keluhan yang sering dia terima tentang kelangkaan pupuk dan harganya yang tinggi. Ia berharap dengan adanya Bumnag sebagai distributor, masalah ini dapat teratasi.
“Petani kami sudah miskin jangan dibikin susah lagi dengan dikuasi oleh beberapa orang atau perusahaan. Setiap saya kunjungan ke nagari-nagari ini selalu menjadi keluhan masyarakat. Diharapkan dengan adanya Bumnag yang ingin mengajukan menjadi distributor ini sangat membantu. Silakan ajukan sesuai aturan yang berlaku. Semakin banyak semakin baik,”ucapnya.
Selain itu, Epyardi berharap agar pengelolaan pupuk oleh Bumnag bersifat desentralisasi, sehingga setiap wilayah di Kabupaten Solok dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap pupuk.
“Saya tak mau ikut campur dan jangan bawa-bawa nama saya ketika nagari-nagari ada yang mengusulkan Bumnagnya jadi distributor saya tak ingin dianggap intervensi dan sebagainya. Jadi silakan bapak-ibu masyarakat yang ingin mengajukan sesuai dengan aturan yang berlaku,”kata Epyardi.
Ia juga menekankan bahwa dalam proses ini, ia tidak ingin ikut campur atau dianggap sebagai intervensi, sehingga Bumnag dapat beroperasi secara independen.





















