Braakk, Tembok Sekolah Rubuh, Dua Tewas Empat Luka Luka

Pagar tembok sekolah SDN 141 Pekanbaru rubuh dan memakan korban

SUMBARTIME.COM-Dua pelajar tewas dan empat orang lainnya mengalami luka luka, saat pagar tembok sekolah SDN 141 sepanjang 60 meter di Kelurahan Bukit Raya, Pekanbaru, roboh dan menimpa para korban, Rabu (14/11) pagi sekira pukul 06. 45 WIB.

Dua korban meninggal masing masing, Yanitra Octavili (17) pelajar di SMAN 14 warga Jl.Abidin No.17 Kel.Air Dingin Kec.Bukit Raya Pekanbaru dan William Maluaki (7), pelajar SD 141, warga Jl.Pinang Perumahan Griya Tika Pasir Putih Blok U No.Kec.Siak Hulu Kab.Kampar Riau.

Iklan
Loading...

Sementara korban luka luka  akibat kejadian adalah Rasyad Agus Triono (11), Minarti (41), Jl.Rantau 8 F 17 Kel.Simpang Tiga Kec.Bukit Raya, Linda Ayu Ramdani (7), Diva Angraini (7).

Selain terdapat korban nyawa dan korban luka luka, juga beberapa motor warga yang parkir di lokasi ikut terhimpit dan mengalami rusak parah.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan di lokasi, kejadian bermula saat Yanitra Octavili yang mengantarkan adiknya bernama Rasyad Agus Triono ke SDN 141. Saat itu motor korban baru saja berhenti di dekat pagar sekolah. Namun belum sempat keduanya turun dari motor tiba tiba braakk, terdengar bunyi yang cukup keras, terlihat pagar tembok tersebut rubuh dan menghimpit dua korban adik kakak tersebut.

Disaat yang bersamaan korban lainnya William Maluaki, yang saat itu juga berada di samping tembok pagar, ikut tertimpa dan terhimpit. Saat itu korban baru saja diantar oleh ibunya Erlin Sihite (35).

Melihat kejadian tersebut, beberapa warga yang berada di lokasi kejadian secara bersama sama langsung melakukan pertolongan. Beberapa orang yang menjadi korban langsung di evakuasi. Namun tragisnya, Yanitra Octavili ditemukan dalam kondisi tewas di lokasi, sementara William Maluaki tewas setelah sempat dirawat di Rs. Syafira Pekanbaru.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, melalui Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi saat berada di lokasi mengatakan para korban telah dibawa oleh aparat kepolisian serta petugas Damkar Pekanbaru ke RS. Syafira. Selanjutnya kami akan memintai sejumlah keterangan, terkait penyebab runtuhnya tembok pagar sekolah tersebut, paparnya.

Dugaan sementara penyebab rubuhnya tembok sekolah dan memakan korban jiwa adalah akibat adanya genangan air di sekeliling tembok. Sementara pondasi bangunan tembok diduga tidak kuat dan kokoh, namun untuk memastikan dugaan tersebut, kami akan meminta keterangan ke beberapa pihak terkait pada pembangunann tembok itu, tuturnya mengatakan.

Adapun informasi seputar pembangunan tembok tersebut diperoleh kabar jika bangunan itu dibangun pada tahun 2016 dengan memakai anggaran dana uang Komite sekolah dan iyuran  para walimurid. (kr)

 

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here