Bandit Jalanan Kota Padang Beraksi Lagi, Rampas Ponsel Korban Lalu Dibarter Dengan Sabu

kedua pelaku berhasil diamankan (dok polresta padang)

SUMBARTIME.COM-Aksi bandit jalanan terjadi lagi di Kota Padang. Seorang pria inisial ES (40) warga Rawang, Padang Selatan, Kota Padang nekad merampas ponsel milik karyawan counter ponsel dan membawa kabur.

Ironisinya ponsel yang dia rampas dengan cara kekerasan tersebut dibarter dengan narkoba jenis sabu kepada seorang bandar.

Iklan

Peristiwa itu terjadi di sebuah counter hp di Jalan Nipah, Padang Selatan, beberapa waktu lalu. Saat itu pelaku ES dengan mengendarai sebuah motor datang ke counter hp dengan modus berpura pura ingin membeli pulsa.

Setelah pulsa yang dia beli sukses, tiba tiba pelaku menyambar dan merampas ponsel milik karyawan counter hp inisial LF (20). Korban sempat melawan mempertahankan harta bendanya dari rebutan pelaku.

Namun saat itu pelaku berhasil mempelintir tangan kiri korban dan membawa kabur ponsel merek Oppo milik korban. Sementara korban yang kesakitan akibat tangannya dipelintir pelaku mengalami cidera.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Padang AKBP Imran Amir, S.I.K.,M.H. melalui Kasat reskrim Kompol Rico Fernanda, Rabu (21/10). Menurutnya pelaku sudah berhasil diamankan dan ditangkap pada Selasa 20 Oktober 2020, malam pukul 21.00 WIB di kawasan Rawang Mata Air, Padang Selatan.

Polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah kaki pelaku ES karna berusaha kabur dari kejaran Petugas dan tidak kooperatif, timpalnya lagi.

Dari hasil intrograsi polisi, ponsel yang berhasil dirampas tersebut. oleh pelaku dibarter dengan narkoba jenis sabu kepada seorang bandar inisial ZI (45) warga Kelurahan Gates Lubuk begalung.

Mendapatkan informasi tersebut, polisi langsung meringkus ZI di rumahnya. Dari tangan ZI Polisi berhasil menyita sebuah hp merk oppo yang telah dibarter ES. Tak hanya itu saja, Polisi juga berhasil mengamankan sebanyak 17 paket sabu siap edar.

Saat ini keduanya sudah meringkuk di sel tahanan dan masih dilakukan proses pemeriksaan dan pengembangan kasus, pungkas Rico. (dei)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here