Aksi Heroik Anggota Polisi Polres Bukittinggi Selamatkan Pelaku Perkosaan dari Amuk Warga

pelaku perkosaan diselamatkan dan diamankan dari amuk warga

SUMBARTIME.COM-Seorang pemuda inisial F (22) asal Solok, nyaris sekarat dihajar warga kawasan Kelurahan Pulai Anak Aia Kota Bukittinggi, akibat telah melakukan rudapaksa terhadap gadis remaja bawah umur inisial Mawar (15) yang masih berstatus pelajar.

Beruntung nyawa F bisa selamat setelah aksi heroik seorang anggota polisi bernama Aipda Roni Eka Putra, mengamankan yang bersangkutan dari amukan massa.

Iklan

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/10) malam sekira pukul 22.45 WIB di kawasan Kelurahan Pulai Anak Aia.

Pihak keluarga korban serta beberapa warga lainnya yang tidak senang terhadap F yang telah melarikan dan memperkosa Mawar secara berulang kali, melakukan pengeroyokan dan pemukulan bertubi tubi terhadap pelaku.

Beruntung saat saat genting tersebut Aipda Roni Eka Putra yang ada di lokasi, melakukan aksi heroik menyelamatkan nyawa pelaku dari amukan massa. Terhitung beberapa kali pukulan serta tendangan dari warga yang mengamuk mengenai tubuh polisi yang bertugas di Polres Bukittinggi secara tidak sengaja, demi menyelamatkan pelaku dari amukan.

Menurut anggota Bhabinkamtibmas itu kepada awak media Sabtu (9/10) siang, dirinya terpaksa masuk ke tengah tengah massa yang sedang mengamuk memukuli serta menendang pelaku dugaan perkosaan tersebut, untuk menyelamatkan nyawa si pelaku itu sendiri.

Jelasnya saat peristiwa terjadi situasi tidak bisa dikendalikan lagi, hingga dengan nekad dia masuk ke tengah kerumunan mengambil dan meyelamatkan pelaku dari amuk warga.

Selanjutnya Roni meminta kepada warga yang mengamuk agar bisa menahan diri dan menyerahkan kasus tersebut untuk diproses secara hukum yang berlaku. Beruntung tak lama kemudian warga berlahan bisa tenang hingga situasi mulai berangsur kondusif dan dirinya segera menghubungi rekan rekannya di Polres Bukittinggi, tuturnya.

Adapun kasus tersebut paparnya lagi, bermula dari seorang pelaku inisial F yang sehari hari bekerja di warung nasi goreng simpang Yarsi Kota Bukittinggi melarikan dan melakukan perkosaan terhadap gadis bawah umur yang masih berstatus pelajar secara berulang kali.

Diceritakan, awal kejadian bermula dari pelaku dan korban berkenalan melalui media sosial. Selanjutnya pada Kamis 7 Oktober 2021 kemaren mereka janjian bertemu. Saat keduanya bertemu, kepada korban pelaku berjanji akan mengantarkannya ke sekolah.

Namun korban bukan diantar pelaku ke sekolah akan tetapi dibawa singgah ke sebuah toko pakaian untuk membelikan korban baju. Selanjutnya pelaku membawa korban ke sebuah penginapan. Di dalam kamar penginapan itulah, korban dipaksa pelaku untuk melakukan perbuatan terlarang melayaninya secara berulang kali.

Tidak puas hanya sampai di penginapan itu saja, selanjutnya korban dibawa pelaku ke rumah temannya kawasan IV Angkek Canduang.

Sementara, pihak keluarga korban yang telah kehilangan anaknya sehari semalam, berusaha menemukan keberadaan korban. Saat korban ditemukan, selanjutnya F ikut dicari oleh pihak keluarga dan dibawake kawasan Pulai Anak Aia.

Di lokasi tersebut dihadapan keluaragnya korban menceritakan kronologis serta yang dia alami selama hilang sehari semalam, hingga pihak keluarga menjadi emosi. Tak menunggu lama, terjadilah aksi amuk massa terhadap pelaku. Saat ini kasus tersebut telah dilimpahakn ke Polres Bukittinggi, pungkas Roni Eka Putra menjelaskan. (Alex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here