Agenda Uda Uni Payakumbuh, Ikon Wisata Atau Seremonial Belaka?

Gambar Kontes Uda Uni

SUMBARTIME.COM-Sebentar lagi, Payakumbuh akan menggelar kegiatan “Uda Uni Payakumbuh” yakni Agenda tahunan Pemilihan Putra-Putri Payakumbuh yang diprakarsai Dinas Pariwisata yang bertujuan untuk menjadi icon wisata daerah setempat.

Namun herannya kegiatan bersifat publik tersebut yang akan digelar pada Kamis (27/09) malam di Gor M. Yamin Kubu Gadang, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya. Bahkan kegiatan yang memakai APBD Payakumbuh tersebut bagi kalangan para awak mediapun merasa kecolongan dan rata rata tidak mengetahui kegiatan yang bertujuan untuk mendongkrak Pariwisata di Kota Payakumbuh.

Iklan

Alhasil, baik di sosial media maupun di dunia nyata banyak yang mempertanyakan kapan dan dimana kegiatan Uda Uni tersebut, ujar warga. Yang lebih ektrim, masyarakatpun juga mempertanyakan, untuk apa kegiatan Uda dan Uni Payakumbuh yang memakai anggaran APBD Daerah hingga ratusan juta rupiah diselenggarakan kalau hanya untuk seremonial belaka.

Alex salah satu warga Payakumbuh, kepada awak media dirinya heran dengan agenda tahunan Dinas Pariwisata yang selalu getol melaksanakan namun setelah kegiatan usai tindak lanjutnya tidak ada, sehingga terkesan hanya untuk menghaburkan APBD saja, ujarnya.

Sementara itu, Desainer muda Kota Payakumbuh Femil Chang, saat diminta komentarnya terkait kegiatan agenda Uda Uni Payakumbuh, Kamis (27/09) sore berpendapat bahwa jika kegiatan tersebut dikelola secara profesional dan bertujuan untuk menjadikon wisata yang dapat menggenjot incom untuk Payakumbuh sangat bagus, tuturnya.

Namun masalahnya lanjutnya lagi, dirinya menilai kegiatan agenda tahunan yang diadakan Dinas Pariwisata terkesan hanya sekedar melancarkan SPJ saja.

” Kita melihat Dinas Pariwisata menggelar acara hanya terkesan untuk melancarkan SPJ dan seremonial saja,” ucap Femil Chang.

Menurutnya kalau memang Dinas Pariwiata serius menggelar acara tersebut, harusnya kegiatan itu jangan hanya berhenti sampai penobatan pemenang saja. Namun harus ada tindak lanjut dari Dinas terkait. Selama ini papar Femil, para pemenang hanya dijadikan sebagai penerima tamu tanpa ada kegiatan nyata untuk membantu melakukan promosi wisata atau keunggulan yang dimiliki Kota Payakumbuh.

“Kalau memang tujuannya hanya untuk mencari penerima tamu, buat apa harus sampai membuat agenda tahunan”, tanyanya.

Sementara ungkap Femil lagi, para peserta Uda Uni tersebut dari mulai awal kegiatan terkait kelengkapan pakaian mereka, selalu mengeluarkan uang pribadi hingga jutaan. Harusnya pihak Dinas Pariwisata harus memikirkan ini kalau memang serius menggelar acara demi untuk menggenjot para wisatawan untuk datang ke Payakumbuh, sehingga masyarakat menilainya, tidak terkesan hanya kegiatan seremonial yang dianggap menghamburkan kas daerah, tutupnya mengatakan.

Terpisah, ketika salah satu awak media menghubungi Kepala Dinas Pariwisata Kota Payakumbuh, Kamis (27/09) Elfriza Zaharman, yang bersangkutan meminta wartawan untuk langsung menghubungi Kabid yang membidani langsung acara tersebut. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here