Ada Pasien Asal Payakumbuh Yang Dirujuk Dan Meninggal Dunia di RSUD Ahmad Muchtar, Begini Penjelasannya

pasien dikuburkan di pemakaman

SUMBARTIME.COM-Sabtu sore 4 Maret 2020, warga Kota Payakumbuh dikagetkan dengan meninggalnya seorang pasien wanita yang dirujuk ke RSUD Ahmad Muctar Bukittinggi.

Pasien wanita yang sebelumnya dikabarkan dirawat di Yarsi Ibu Sina Payakumbuh, meninggal setelah sempat dirujuk dan di rawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar.

Iklan

Usai jenazah dikuburkan dengan cara Protap Covid 19 di kampung halamannya, banyak mucul spekulan serta simpang siur pendapat terkait penyebab meninggalnya pasien tersebut.

Ada yang menyebutkan warga yang meninggal itu sebelumnya disebut sebagai Pasien Dalam Pantauan (PDP) terkait epidemi Covid 19, bahkan ada juga yang menyebutkan jika yang bersangkutan positif terpapar Corona.

Menurut Wakil Satgas COVID 19 RSUD Ahmad Muctar Kota Bukittingi dr Deddy Herman SpP(K), saat dihubungi awak media Sabtu (4/4) menjelaskan jika pasien asal Payakumbuh itu meninggal karena gejala stroke.

Saat dikonsultasikan kepada dirinya, disebutkan jika pasien mengalami gejala pneumonia, ujar dokter spesialis paru tersebut. Adapun saat pasien meninggal berada diruangan IGD. Saat itu pasien sedang ditangani dan dibantu dengan alat pernapasan.

Ketika dilakukan perawatan terhadap pasien, paramedis tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) disebabkan pasien ketika dirujuk ke Ahmad Muchtar juga tidak memakai APD karena hanya mengalami stroke, tutur Deddy.

Sementara dari informasi lainnya, pasien asal Payakumbuh yang dari gejala awal mengalami stroke, saat dilakukan pemeriksaan ulang terlihat bagian parunya dipenuhi cairan.

Namun ketika ditanya kepada pihak keluarga, mereka mengakui jika pasien sebelumnya pernah kontak dengan orang yang baru saja pulang dari Jakarta pada tanggal 23 Maret 2020 kemaren. Artinya pasien dalam masa Inkubasi dan terhadap pasien tersebutkan ditetapkan sebagai PDP

Akan tetapi pihak RSUD Ahmad Muchtar belum bisa memastikan apakah pasien terpapar suspect corona dengan alasan hasil pemeriksaan labor belum keluar.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal, saat dihubungi oleh awak media juga mengaku belum bisa memastikan status pasien asal Payakumbuh yang dirujuk dan meninggal di RSUD Ahmad Muchtar tersebut.

Namun ujarnya lagi, penyelanggaraan jenazah warga tersebut memakai standar prosedur kewaspadaan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Sampai saat ini Payakumbuh belum ada yang positif terkena Covid 19 atau Corona. Namun kita tetap waspada dan terus berhati hati, pungkas Bakhrizal mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here