Sumbartime.com,- Disiplin..! Kata itu diucapkan Wakil Walikota Bukittinggi Marfendi Maad saat Pendidikan dan Pelatihan(Diklat) Pemadam 1 Bukittinggi – Agam Sumatera Barat. Di aula Grand Malindo Hotel. Senin, 5/12/2022.
Acara yang digelar dari tanggal 5-9/12 ini, Marfendi Maad mengatakan, pada saat orang tidak banyak lagi yang disiplin namun..! Damkar lah yang paling disiplin.
Dijelaskan, semenjak jadi Wakil Walikota inilah acara yang paling disiplin, meskipun begitu banyak agenda Pemko hari ini, Damkar siap untuk melaksanakan kegiatan pas 08’00 WIB. Pujinya. Hal itu spontan dapat tepuk tangan meriah dari seluruh peserta dan tamu yang hadir.
Marfendi juga menyampaikan, disamping kota kita wisata, kita juga menginginkan kota Bung Hatta. Kita sudah punya pustaka Bung Hatta, Rumah kelahiran Bung Hatta, Balai sidang Bung Hatta, Istana Bung Hatta, Taman Bung Hatta, Rumah sakit otak Bung Hatta dan insyaallah kita akan buat musium Bung Hatta. Ujarnya.
Nah..! Apa yang dilihat dari Bung Hatta yaitu. Disiplin,. Beliau adalah contoh panutan bagi kita tentang kedisiplinannya. Itu berhubungan dengan landasan dasar damkar itu sendiri. Kata Marfendi.
Kadis damkar kota Bukittinggi Rofie Hendria S STP menjelaskan, Diklat dilaksanakan di akhir tahun ini karena bekerjasama nya banyak pihak, kita berkoordinasi dengan kabupaten Agam sehubungan banyak dari anggota kita yang belum ber sertifikat. Ungkapnya.
Serba cepat kami Bukittinggi dengan kabupaten Agam, dan di Jakarta, Alhamdulillah BPSDM dari Kemendagri juga menghubungi BPSDM pusdiklat cilacas damkar nasional di provinsi DKI. Narasumber dan instruktur dari Kemendagri. Sebanyak 28 orang dari Bukittinggi dan 22 orang dari kabupaten Agam mengikuti pelatihan ini. Ujarnya.
Ini merupakan bentuk sinergi di Sumbar dan tidak dibatasi administrasi, kita melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan dengan selalu berkoordinasi, Rofie juga menambahkan, tenaga pemadam kedepannya punya kapasitas dan kapabilitas yang baik. Pungkas Kadis damkar itu.
Kasat Pol PP Damkar Agam Dandi Pribadi mengatakan, kegiatan yang di inisiasi oleh damkar kota Bukittinggi ini merupakan terobosan bagus untuk kedua belah pihak, selama ini kita selalu koordinasi untuk menanggulangi bencana. Katanya.
Tentunya petugas kita dibekali dengan kompetensi penanganan bencana kebakaran berstandar nasional, bisa di fasilitasi BPSDM Kemendagri. Mudah-mudahan sertifikat dapat diperoleh dan penanganan bencana lebih profesional lagi. Harapannya.
Sementara itu kepala Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi H. Khairunnas menambahkan, kami dari PMI mensupport sepenuhnya karena untuk diketahui damkar dan PMI bergerak dibidang kemanusiaan. Terutama dibidang penyelamatan.
Yah..! Ini akan memberikan dampak positif bagi pemerintah kota Bukittinggi sehubungan PMI juga bergerak bidang kemanusiaan dan penyelamatan, sesuai dengan UU no 1 tahun 2018 jelas disitu PMI bergerak membantu program pemerintah, sedangkan damkar juga pembantu pemerintah jadi kita satu arah dan satu tujuan. Ujar Khairunnas.
Kegiatan tersebut menggandeng instansi terkait yakni, Dishub kota Bukittinggi,Dinsos kota Bukittinggi, PMI kota Bukittinggi,Pol PP kota Bukittinggi, BPBD kota Bukittinggi, Damkar Bukittinggi, juga damkar Agam. (alex)

















