SUMBARTIME.COM-Disebut sebut jika kawasan Buluah Kasok, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan lokasi yang tiap minggu disambangi oleh pentolan sebuah aliran bernama Jamaah Bab Kesucian (JBK) yang dinilai menyimpang serta sesat dan menyesatkan oleh beberapa mantan jamaahnya sendiri yang telah bertaubat, membuat kru awak media melakukan penelusuran ke kawasan yang dimaksud, Rabu 19 Januari 2022.
Berita Terkait : MUI Payakumbuh Mengaku Belum Menemukan Aliran Menyimpang JBK Beraktifitas di Wilayahnya
Sebelumnya oleh beberapa mantan jamaah serta korban dari aliran menyimpang tersebut mengungkapkan jika pentolan JBK di Sumbar ini dengan inisial S, kerap mendatangi kawasan Buluh Kasok. Menurut beberapa narasumber, S sering datang ke Buluh Kasok kawasan Kabupaten Limapuluh Kota setiap hari Minggu.
Informasi dari sumber menyebutkan jika S ke Buluh Kasok datang bersama dengan jamaahnya yang berasal dari Koto Tuo Panyalaian serta Lintau Buo Utara. Di lokasi yang merupakan sebuah hamparan sebidang tanah, S bersama jamaahnya membangun dan mendirikan sebuah pondok berbentuk semacam palanta. Setiap Minggu, pentolan tersebut bersama jamaahnya yang berjumlah puluhan orang di lokasi pada pagi harinya melakukan kegiatan gotong royong, selanjutnya di isi dengan kegiatan makan bersama dan selanjutnya diduga kuat melakukan aktifitas pengajian, tutur beberapa sumber.
Berangkat dari informasi itulah, tim kru awak media Sumbartime.com, mendatangi kawasan Buluh kasok menyelusuri lokasi yang dijadikan tempat berkumpulnya pentolan JBK Sumbar itu bersama puluhan jamaahnya.
Cukup sulit menemukan lokasi ketika tim kru awak media mendatangi kawasan Buluh Kasok. Namun setelah menyusuri beberapa waktu, tim akhirnya menemukan lokasi yang dimaksud.
Di Lokasi tak ada yang terlalu istimewa, selain hamparan sebidang tanah yang berdiri sebuah pondok semacam palanta di dalamnya.
Namun ketika tim awak media mencoba menyapa seorang petani warga setempat yang melintas di depan lokasi, ada beberapa informasi yang diberikan oleh yang bersangkutan.
Adalah seorang pria usia separo bayo inisial M menuturkan jika dirinya kerap setiap Minggu ada orang yang berkumpul di lokasi.
“Iya benar hampir tiap Minggu seseorang yang mengaku berasal dari Padang kerap kesini. Di lokasi seseorang yang juga didampingi sekitar 20 an orang temannya. Bila pagi hari sering terlihat membersihkan semak ialalng yang tumbuh di tanah miliknya. Selanjutnya kerap terlihat mereka kumpul kumpul dibarengi dengan acara makan makan.”, ungkapnya.
Namun pria paruh baya inisial M tidak mengetahui secara pasti apa kegiatan yang mereka lakukan saat sedang berkumpul tersebut, timpalnya lagi.
M juga menyebutkan, dalam kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku dari Kota Padang dan ditemani oleh puluhan orang temanya tersebut, belum ada warga sekitar lokasi yang ikut bergabung. Hanya kelompok mereka saja, pungkas M menerangkan.
Terpisah, saat awak media menghubungi Walinagari Sarilamak Olly Wijaya, dirinya membenarkan jika mendapatkan informasi yang sama, terkait kerapnya seseorang yang berasal dari Kota Padang dan kemudian diketahui berinisial S yang merupakan pentolan JBK Sumbar mendatangi kawasan Buluh Kasok.
Walinagari Sarilamak tersebut menuturkan jika dirinya mendapatkan informasi ini dari aparat yang berwenang, sehari sebelumnya.
“Benar saya juga barau saja mendapatkan informasi yang sama. Dan saya akan coba tindak lanjuti info tersebut,” paparnya.
Olly juga mneyebutkan sebagai Kepala Pemerintahan Nagari Sarilamak, dirinya akan segera menindak lanjuti laporan serta informasi tersebut. Jika terbukti pentolan JBK yang diduga telah menyimpang dari ajaran pokok Islam tersebut melakukan aktifitas pengajian paham mereka, maka ia tidak akan segan segan melakukan tindakan tegas, melarang setiap kegiatan, serta mengusir yang bersangkutan dari kawasan demi membentengi Aqidah umat Nagari Sarilamak, pungkasnya.
Terakhir ia juga mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Kesbangpol, serta MUI Kabupaten Limapuluh Kota, terkait informasi tersebut, pungkasnya mengatakan. (tim)




















