SUMBARTIME.COM-Mengaku mengalami pusing pusing usai mengalami peristiwa dugaan tindakan penganianyaan oleh oknum PNS di lingkungan Institut Praja Dalam Negeri (IPDN) Baso, Kabupaten Agam, Sumbar, seorang petugas kebersihan lingkungan setempat melapor ke polisi.
Achmad Sandra (23) melaporkan peristiwa dugaan tindakan pemukulan yang dia dapatkan dari seorang oknum PNS inisial AS (29) ke Polsek Baso, dengan didampingi pengacaranya, Zulhefrimen, Selasa (16/6) kemaren.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, peristiwa dugaan pemukulan dan penganiayaan tersebut terjadi pada 8 Juni 2020 di lingkungan kampus IPDN Baso. Saat itu, menurut pengakuan korban (Achmad Sandra) dirinya dipanggil oleh oknum PNS tersebut ke dalam sebuah ruangan.
Saat dirinya masuk ke dalam ruangan, tanpa banyak tanya, oknum PNS tersebut langung menghujami dirinya dengan pukulan dibagian dagu, dada, dan perut. Mendapatkan tindakan penganiayaan itu, kepala bagian belakang korban langsung terbentur ke dinding tembok.
Akibatnya sejak peristiwa insiden terhadi hingga sekarang Achmad Sandra, mengalami pusing pusing serta mual, ujarnya kepada awak media, Rabu (17/6). Dirinya pun menyebutkan alasan oknum ASN tersebut melakukan tindakan pemukulan terhadapnya lantaran sang oknum menuding dirinya telah menjelek jelekan si PNS di belakang, paparnya.
Di jelaskan korban, sebenarnya dirinya awalnya tidak ingin memperpanjang insiden pemukulan dan penganiayaan yang dia dapatkan tersebut. Namun hingga ditunggu beberapa waktu tidak ada upaya penyelesaian serta jaminan dari pihak kampus, maka bersama pengacara dirinya melaporkan peristiwa dugaan tindakan penganiayaan tersebut ke polisi.
Terpisah, Kapolsek Baso Iptu Yustian Syaiful, kepada awak media membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan dari Achmad Sandra tersebut. Dirinya mnejelaskan pihak polisi masih mempelajari laporan tersebut. Adapun kendala saat ini timpal Yustian lagi terkait saksi saat kejadian serta korban belum melakukan visum.
Sementara itu Direktur IPDN Baso, Tun Haseno, meminta kepada para awak media untuk bersabar terkait informasi dari peristiwa dugaan tindakan pemukulan oleh oknum ASN yang terjadi di lingkungan kampus yang dia pimpin. Menurutnya pihaknya masih mendalami laporan pengaduan dari salah seorang oknum petugas kebersihan di kampusnya serta masih melakukan konfirmasi kepada ASN terkait yang diduga melakukan tindakan pemukulan, ujarnya mengatakan. (ezi)




















