• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Peristiwa

Siapa Bermain?, Sengkarut Tanah Bergerak Koto Alam dan Geramnya Wakil Bupati Limapuluh Kota

Sumbar Time by Sumbar Time
16 Desember 2019
in Peristiwa
A A
0
Siapa Bermain?, Sengkarut Tanah Bergerak Koto Alam dan Geramnya Wakil Bupati Limapuluh Kota

Bupati 50 kota mendatangi lokasi tanah amblas

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Hanya dalam beberapa hari, retakan tanah selebar 1 meter dan sepanjang 300 lebih di Kawasan Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, kini di beberapa bagian berubah menjadi lubang menganga yang mengerikan dengan kedalaman lebih dari satu meter.

ADVERTISEMENT

Pada beberapa hari yang lalu, beberapa unit rumah hanya mengalami keretakan di bagian pondasi serta dindingnya namun pada Minggu (15/12) siang, beberapa rumah telah runtuh amblas masuk ke dalam tanah.

ADVERTISEMENT

Kondisi fenomena tanah bergerak dan amblas tersebut sangat mengkuatirkan bagi warga setempat. Saat ini warga pemilik rumah yang mengalami keretakan dan amblas sudah mengungsikan keluarganya ke tempat yang lebih aman.

Warga ketakutan, fenomena tanah bergerak dan amblas tersebut saat ini menghantui mereka terutama warga yang tinggal di Jorong Polong Dua, Jorong, Batu Hampar, serta Jorong Simpang Tiga. Sekurangnya 300 KK saat ini kehidupan mereka dihantui kecemasan yang luar biasa akibat fenoma yang berpotensi bencana tersebut.

BacaJuga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi

Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi

15 Januari 2026
Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari

Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari

29 November 2025

Tentu terjadinya fenomena tanah yang bergerak serta amblas tersebut bukannya tak ada penyebab. Mayoritas masyarakat setempat dengan lantang mengatakan jika penyebab utama terjadinya fenomena alam itu diduga keras akibat eksploitasi pertambangan batu andesit dengan menggunakan bahan peledak dinamit.

Seperti yang ditegaskan kembali oleh salah seorang warga tempatan Ilham, kepada awak media, Senin (16/12) siang. Menurutnya bohong besar jika ada yang mengatakan fenomena tanah bergerak serta amblas itu dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan dalam beberapa hari terakhir ini ujarnya.

“Hujan hanyalah penunjang tanah amblas, penyebab utamnya diduga keras adalah ledakan dinamait pihak perusahaan tambang yang melakukan ekspolitasi kekayaan tanah Koto Alam,” tukuknya keras mengatakan.

Sebelumnya, pihak perangkat Nagari mengatakan seperti yang diinformasikan media, jika penyebab keretakan tanah serta amblas itu adalah karna tingginya intensitas curah hujan yang melanda kawasan setempat. Hal itu diperkuat dengan kondisi areal memiliki kemiringan hingga 45 derjad, ujar Walinagari setempat.

Pernyataan Walinagari tersebut langsung dibantah sendiri oleh Ilham serta puluhan warga lainnya dengan mengatakan kalau wartawan mencari informasi baiknya langsung saja menuju puluhan rumah rumah warga yang terdampak dan tidak perlu datang ke kantor Walinagari, ujar mereka bersamaan.

Sementara itu, peristiwa tanah bergerak serta amblas yang diduga akibat eksploitasi pertambangan batu dengan menggunakan bahan peledak telah menimbulkan masalah baru di Limapuluh Kota. Seperti yang diungkapkan oleh tokoh KNPI Limapuluh Kota, Bambang Nasrul. Menurutnya, sengkarut tanah bergerak dan amblas itu patut diduga akibat eksploitasi perusahaan tambang yang gila gilaan di wilayah Koto Alam.

Dia mengatakan berdasarkan informasi warga setempat kepada dirinya ada oknum yang bermain di lokasi setempat bekerja sama dengan pihak pertambangan untuk meredam penolakan warga. Oknum tersebut ditenggarai merupakan tokoh masyarakat setempat, ujarnya saat diskusi di salah satu grub WA sosmed.

Bahkan dengan tegas tokoh muda Limapuluh Kota itu mengatakan diduga ada beking kuat yang melindungi eksploitasi pihak perusahaan untuk menguras kekayaan alam setempat sehingga pihak Pemkab tak mampu menjamah, ujarnya tegas.

ADVERTISEMENT

Namun, menurut salah seorang pimpinan DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Syamsul Mikar, meski dia mengakui jika ada indikasi penyebab utama rusaknya ekosistem di kawasan Koto Alam diduga akibat eksploitasi pertambangan batu andesit, namun dia mengakui sampai saat ini belum ada masyarakat yang datang secara resmi ke lembaganya.

Bahkan lebih jauh Syamsul Mikar menjelaskan pernah ada kejadian serupa di kawasan yang sama, dan saat pihak Pemerintahan setempat mengumpulkan seluruh masyarakat tidak ada satupun warga yang menyebutkan jika penyebabnya adalah akibat ekspolitasi pertambangan, tukuknya mengatakan.

Terpisah, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan ketika dikonfirmasi terkait persoalan sengkarut tersebut, secara implisit mengakui patut diduga keras penyebab retak serta amblasnya tanah serta perumahan warga diduga keras akibat eksploitasi pertambangan dengan menggunakan bahan peledak dinamait, ujarnya, Senin (16/12) sore.

Namun hal ini perlu kajian khusus oleh tim ahli untuk memastikan penyebabnya, ujar Ferizal lagi. Walaupun demikian dirinya tetap dengan tegas meminta pihak Propinsi melalui dinas terkait untuk bisa mengevaluasi izin belasan perusahaan pertambangan yang beroperasi di Koto Alam.

” Jika nanti terbukti penyebab utama dari kerusakan akibat aktifitas pertambangan, maka kami atas nama pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, meminta Propinsi untuk mencabut Izin Usaha Pertambangan,” tegasnya.

Dirinya geram serta emosi melihat nasib rakyat yang kini sedang dipermainkan oleh oknum oknum yang tak bertanggung jawab dan hanya mementingkan kantong pundinya sendiri.

Sebab menurut Ferizal Ridwan lagi apaguna investasi dari luar kalau hanya membuat ekosistem alam Limapuluh Kota rusak parah dan berpotensi “membunuh rakyatnya” sendiri, tutupnya melalui jaringan telepon. (aa)

ADVERTISEMENT
Previous Post

BNNP Sumbar Berhasil Amankan 100 Kg Narkoba

Next Post

PKS Masih Bingung Tentukan Pilihan?, Publik Nilai Safari Politik Riza Falepi Langkah Cerdas

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga
Limapuluh Kota

Lansia di Limapuluh Kota Ditangkap Cabuli Siswi SMP Anak Tetangga

29 Maret 2026
Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi
Bukittinggi

Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kardus di Gadut Bukittinggi

15 Januari 2026
Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari
Peristiwa

Kepedulian di Tengah Bencana Ala Kapolresta Bukittinggi dan Bhayangkari

29 November 2025
Tim Mata Elang Satres Narkoba Polresta Bukittinggi Gagalkan Pengiriman Paket Sabu
Bukittinggi

Tim Mata Elang Satres Narkoba Polresta Bukittinggi Gagalkan Pengiriman Paket Sabu

15 November 2025
Pengguna Sabu Ditangkap di Bukittinggi, Bandar Kabur Saat Digerebek
Bukittinggi

Pengguna Sabu Ditangkap di Bukittinggi, Bandar Kabur Saat Digerebek

21 September 2025
Next Post
PKS Masih Bingung Tentukan Pilihan?, Publik Nilai Safari Politik Riza Falepi Langkah Cerdas

PKS Masih Bingung Tentukan Pilihan?, Publik Nilai Safari Politik Riza Falepi Langkah Cerdas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

25 April 2026
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026

Berita Terbaru

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

Gadis Payakumbuh ‘Bisa!’, Nayyara Ayudia Khansa Sabet Medali di Kejuaraan Panahan Internasional

25 April 2026
Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

Aklamasi yang Mengikat, Kolaborasi yang Menguat

25 April 2026
Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

Warga Jorong Piladang Keluarkan Pernyataan Resmi Terkait Kegiatan Kopdar YKCS dan desak wali nagari koto tangah batu ampar meminta maaf

18 April 2026
Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

Warga Sungai Kamuyang Siap Aksi, Desak Bupati Tindaklanjuti Persoalan Pemerintahan Nagari

10 April 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.