Sumbartime.com, Padang – Sebanyak 16 jemaah haji asal Sumatera Barat dilaporkan meninggal dunia di ‘Tanah Suci’. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat (Sumbar), Helmi, mengonfirmasi data tersebut berdasarkan Sistem Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Kanwil Kemenag Sumbar per tanggal 15 Juli 2023.
Dari jumlah tersebut, jemaah yang berasal dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Barat, dengan terbanyak dari Kabupaten Pasaman Barat, yaitu mencapai tiga orang.
“Sangat menyedihkan, mayoritas jemaah yang wafat merupakan lansia (lanjut usia) dan semuanya telah dimakamkan di ‘Tanah Suci’,” ungkap Helmi pada Minggu (16/7/2023).
Informasi yang dihimpun juga menyebutkan bahwa dua orang jemaah berasal dari Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar masing-masing.
Selain itu, satu orang jemaah berasal dari Kabupaten Agam, Sijunjung, Lima Puluh Kota, Kota Pariaman, dan Kota Solok.
Berikut ini adalah daftar nama-nama jemaah asal Sumatera Barat yang meninggal dunia di ‘Tanah Suci’ berdasarkan data dari Kemenag Sumbar:
- Elsa Abdul Aziz (50 tahun); jemaah Kloter 06; warga Lubuk Basung, Agam, Sumbar; meninggal pada 17 Juni di KKHI Makkah dengan diagnosa “endocrine nutrition and metabolic diseases” (gangguan nutrisi dan metabolisme); dimakamkan di Sharae Makkah.
- Masyayudin Taib Riya (73 tahun); jemaah Kloter 01; warga Koto Tangah, Padang, Sumbar; meninggal pada 18 Juni di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) dengan diagnosa “cardiovascular diseases” (penyumbatan pembuluh darah ke jantung); dimakamkan di Sharae Makkah.
- Mastiarni Abdul Muis (66 tahun); jemaah Kloter 03; warga Pasaman Barat, Sumbar; meninggal pada 29 Juni di KKHI dengan diagnosa “respiratory diseases” (gangguan pernafasan); dimakamkan di Sharae.
- Djaswir Samal Sae (79 tahun); jemaah Kloter 02; warga Kota Pariaman, Sumbar; meninggal pada 30 Juni di pemondokan rumah 905 dengan diagnosa “cardiogenic shock” (serangan/gagal jantung); dimakamkan di Sharae.
- Latifah Baharuddin Adam (74 tahun); jemaah Kloter 11; warga Kota Padang, Sumbar; meninggal pada 19 Juni di pemondokan rumah 905 dengan diagnosa “cardiovascular diseases” (penyumbatan pembuluh darah ke jantung); dimakamkan di Sharae.
- Muchlis Muhammad Djamil (85 tahun); jemaah Kloter 14; warga Padang Pariaman, Sumbar; meninggal pada 4 Juli 2023 di RSAS dengan diagnosa “cardiogenic shock” (serangan/gagal jantung); dimakamkan di Sharae.
Peristiwa ini menyedot perhatian banyak pihak dan memilukan hati masyarakat Sumatera Barat. Semoga para jemaah yang meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dalam menghadapi duka cita ini.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Helmi, juga berharap agar seluruh jemaah haji lainnya dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan selamat pulang ke tanah air. Semoga pula langkah-langkah pencegahan lebih ditingkatkan untuk menghindari insiden serupa di masa mendatang.(*)




















