Terkait Viral Penggrebekan LG8T di Payakumbuh, Masyarakat : Pemda Jangan Hanya Diam, Wako : Kami Tidak Pernah Tutup Mata

LG8T

SUMBARTIME.COM-Viralnya, pemberitaan tertangkap basahnya pasangan gay usia belasan tahun di Kota Payakumbuh, tepatnya di lapangan bola kaki Saribulan , Sawah Padang, Selasa, (8/1) malam kemaren, membuat tokoh masyarakat bersuara angkat bicara menyikapi persoalan tersebut.

Adalah Dt Paduko Tuan, Tokoh masyarakat serta niniak mamak Payakumbuh Timur, meminta Pemerintah Daerah, baik Pemko maupun DPRD Payakumbuh jangan seperti pura pura tidak tahu dan segera ambil tindakan untuk mengantisipasi agar kejadian serupa yang memalukan tidak terulang lagi.

Iklan

Apalagi sebelum kejadian penggerebekan dan pengamanan pasangan gay usia remaja tersebut, santer beredar di warung warung kopi tentang rumor telah digerebeknya dua wanita yang diduga pasangan lesbi di kawasan Payakumbuh Barat, ujar Dt Paduko Tuan.

Ironis timpalnya lagi, pasangan yang diduga lesbi dan hidup kumpul kebo tersebut merupakan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), dan dari rumor yang beredar digerebek oleh pihak keluarganya sendiri serta aparatur Kelurahan, ungkap Paduko Tuan.

” Penyakit masyarakat yang pelakunya mulai masyarakat biasa hingga dugaan oknum ASN tersebut tidak bisa dibiarkan saja, oleh Pemda,” tandasnya.

Jadi persoalan penyakit masyarakat ini penting untuk di bicarakan dalam lingkungan Pemko dan DPRD, agar masyarakat bisa paham uang sebanyak Rp 40 Milyar tidak habis sia sia hanya untuk biaya perjalanan dinas semata, pungkas Dt Paduko Tuan.

Namun Pemda melalui Pemko dan DPRD, harus bisa membuat terobosan menciptakan sebuah Peraturan Daerah ( Perda) yang sifatnya menjaga anak nagari dari segala tindak tanduk berprilaku maksiat, papar Dt Paduko Tuan.

Terpisah, Walikota Payakumbuh, Riza Falepi menanggapi kritikan serius dari salah satu tokoh masyarakat tersebut menjawab dengan pertama sekali dengan kalimat ucapan terima kasih atas masukan yang diberikan warga kepada Pemda, terkhusus lembaga eksekutif yang dia pimpin.

Namun dengan tegas Riza mengatakan, di Payakumbuh tidak ada ruang untuk pelaku LGBT. Terkait adanya rumor seorang oknum ASN yang diduga berprilaku menyimpang dan dikabarkan digerebek oleh masyarakat, dia mengatakan telah membentuk semacam tim yang bertugas mengecek informasi serta kebenarannya.

Dan jika terbukti di lapangan, Sebagai Kepala daerah dia tidak akan segan segan mengambil tindakan tegas terhadap anak buahnya.” Saya akan berikan sanksi tegas tidak ada yang saya tutup tutupi, jika faktanya benar,” tandas Riza Falepi.

Terkait tentang adanya penggerebekan serta tertangkap basahnya pasangan gay yang pelakunya remaja usai belasan tahun malam kemaren, dirinya cukup prihatin dan miris.

Riza berharap jika persoalan ini semuanya ikut turun singsisngkan lengan baju, Pemko, DPRD, Niniak Mamak, Ulama, Cadiak Pandai, serta tokoh masyarakat, juga harus berperan aktif sesuai dengan bidang serta kapasitasnya masing masing.

Kedepan ujar Walikota lagi, pihaknya sudah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang ketertiban umum, penyakit masyarakat, dan maksiat kepada DPRD dan masuk dalam Program Legislatif Daerah (Prolegda).

Tujuan pengajuan Ranperda tersebut, untuk memperkuat payung hukum dua buah perda sebelumnya yang sudah ada, tutupnya mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here