Warga:Pak Bupati dan Pak Wabup Stop Bermain Melodrama, Pikirkan Pembangunan Limapuluh Kota!!

Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan

SUMBARTIME.COM-Mulai muncul dipermukaan suara suara masyarakat Limapuluh Kota, terkait gaya kepemimpinan Duo kepala daerah mereka. Warga menilai gaya kepemimpinan Irfendi Arbi dan Ferizal Ridwan, terkesan lucu dan tak jelas arah kebijakan pemerintahan mereka.

Menurut salah satu warga Wardi Dt Bijo, keduanya hanya sibuk mencari panggung, umbar pencitraan, bahkan terkesan sesama mereka saling Bully dan saling serang dengan menggunakan gaya masing masing.

Iklan

Sementara di satu sisi, arah roda pemerintahan di Limapuluh Kota tak jelas. 3 tahun masa jabatan mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati, belum sampai 10 persen visi dan misi saat janji janji kampanye yang terpenuhi, tuturnya.

Tambah Wardi, Bupati hanya sibuk meresmikan acara seremonial atau mendatangi warga, say Hello serta kasih bantuan, lalu masalah selesai. Sementara Wakil Bupati hanya sibuk dengan menciptakan acara yang belum diperlukan untuk ukuran warga Limapuluh Kota.

Faktanya tingkat pertumbuhan perekonomian warga Limapuluh Kota hanya setingkat di atas Kabupaten Mentawai. “Lalu apa saja kerja mereka dalam tiga tahun ini,” sambungnya lagi.

Sementara warga Limapuluh Kota lainnya pun samimawon menilai duo Kepala daerah mereka. Mereka heran, 3 tahun masa jabatan hanya terkesan dipergunakan untuk pencitraan dan bikin panggung belaka, tanpa pernah serius untuk mensejahterakan masyarakat.

Ironisnya, tutur warga lagi, mereka terkesan seperti di setting untuk saling serang dan saling bully, seperti yang kerap diberitakan oleh media massa selama ini, tambah beberapa warga lagi.

Bupati terkesan tidak pernah merestui dan cendrung menghambat aktifitas wakilnya, sementara sang wakil sibuk menyerang kebijakan atasanya di media maupun di sosmed. Lalu sampai kapan kami rakyat tenang dan menikmati hasil kinerja mereka yang benar untuk kesejahteraan rakyat, tanya warga.

” Pak Bupati dan pak Wakil Bupati stop saling pencitraan dan saling serang. Pikirkan nasib kami di Limapuluhkota ini,” ujar warga kepada awak media, Selasa (7/08) siang. Warga berharap agar kedua pemimpin mereka berhentilah bermain melodrama dan fokus memikirkan pembangunan di Limapuluh Kota yang hanya tinggal 2 tahun lagi waktu normal.

Terpisah, Walinagari Sarilamak Olly Wijaya dalam beberapa kesempatan, kepada awak media mengakui hubungan yang kurang harmonis Duo Kepala Daerah Limapuluh Kota, sangat berdampak bagi pertumbuhan dan pembangunan di Limapuluh Kota.

Menurutnya, Saat ini Limapuluh Kota harus cepat berbenah, jika tidak ingin terpuruk terus di dasar klasemen terkait penilian Kota /Kabupaten berprestasi di Sumatra Barat. Olly merasa malu dengan daerah tetangga yang makin hari makin berbenah, sementara di daerahnya sendiri, Duo kepala daerah hanya sibuk saling pencitraan bak suasana kampanye, tuturnya.

Banyak persoalan yang harus dibenahi di Limapuluh Kota. Salah satu contoh ujarnya persoalan status Ibukota Kabupaten (IKK) yang sampai saat ini masih rancu. Banyak RTRW terkait pengembangan ibu kota Kabupaten yang tak jelas, dan ini musti diselesaikan dengan cepat jika ingin Limapuluh Kota bangkit sepertiĀ  sloganiklan ” Harau Menuju Dunia” yang selalu diteriakan, pungkasnya mengatakan.

Hal yang sama juga sempat dikatakan oleh DR Wendra Yunaldi, Tokoh Muda Luhak Limopuluah yang pernah menjadi tim pemenangan Irfendi Arbi- Ferizal Ridwan.

Dalam satu kesempatan Doktor hukum itu pernah mengatakan kepada awak media, jika setelah terpilih menjadi Kepala Daerah, keduanya menjadi bingunG dan tak tahu apa yang musti dikerjakan.

Wendra juga mengatakan keduanya bak seperti kacang lupa kulit, planga plongo dan pencitraan semata tanpa pernah memikirkan nasib warganya. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here