Sebuah kontroversi muncul di Payakumbuh ketika sebuah jalan berlobang di Bypass Payakumbuh ditutup menggunakan baliho caleg, yang menjadi viral di media sosial. Dalam video yang tersebar, terlihat dua baliho caleg berdiri tegak di tengah jalan sebagai pengganti tanda dari lubang di jalan tersebut.
Video berdurasi sembilan detik tersebut segera menimbulkan kehebohan dan kontroversi karena dianggap melanggar aturan. Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram Berita Payakumbuh pada Rabu, 7 Februari 2024, biasanya lubang di jalan tersebut ditandai dengan penanaman pohon pisang, namun kali ini digantikan dengan spanduk-spanduk caleg.
Hingga saat ini, informasi lebih lanjut terkait peristiwa ini masih terus dihimpun oleh Sumbartime.(R)




















