Tragedi Wamena, Anjar Selamat Karena Ditolong Warga Asli

Anjar bersama pengungsi lainnya di markas TNI AU Jayapura

SUMBARTIME.COM-Anjar Giana Feby seorang ibu rumah tangga asal Jawa Tengah, salah satu korban yang selamat dari amukan gerombolan perusuh tragedi Wamena, kepada awak media, Minggu (29/9) kemaren dirinya menceritakan kisah pilu yang dia alami.

Menurutnya, Senin 23 September 2019 pagi sekira pukul 09.00 WIT, saat itu dirinya berada di dalam kios tempat dia bekerja di Jalan Hom Hom, Wamena, dekat kawasan Kampus. Sementara diluar kios terlihat puluhan massa yang sedang berdemo. Tiba tiba demo massa yang sebagian besar adalah mahasiswa serta pelajar tersebut yang awalnya damai berubah menjadi anarkis.

Iklan
Loading...

Segerombolan massa itu lalu melempari kiosnya sehingga sekitar delapan orang yang berada di dalam kios langsung berhamburan menyelamatkan diri. Anjar yang saat itu bersama suami dan seorang anaknya yang masih bocah turut menghindar menyelamatkan diri.

Saat itu dia dan suami mencoba membobol pintu belakang kios serta sempat berhasil keluar. Namun mereka terlihat oleh gerombolan massa dan disuruh masuk lagi ke dalam kios.

Sementara kios yang sudah dibakar oleh massa terlihat api menjalar dengan cepat dan mulai berkobar memenuhi ruangan. Anjar dan suami beserta beberapa orang warga lainnya saat berusaha menyematkan diri dari kobaran api dilempar dengan batu oleh perusuh. Bahkan dirinya serta suami sempat mendapatkan pukulan dari gerombolan massa tersebut.

Nasib baik masih berpihak kepada diri, suami serta anaknya. Seorang warga asli yang kasihan melihat mereka disiksa, tergerak hatinya menyelamatkan Anjar dan keluarga dibawa keluar dari kios dan menjauh dari lokasi.

Namun Anjar masih sempat menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, saat ibu pemilik kios asal Pati, Jawa Tengah, bernama Yani dan kerabatnya Nur disiksa badannya hingga mengalami patah tangan serta kepalanya bocor dipukul dengan batu oleh gerombolan perusuh, akunya menuturkan.

Selain menyiksa orang yang berada di dalam kios, para perusuh juga membakar kios serta kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang terparkir di halaman, timpalnya lagi.

Saat ini Anjar, suami dan anaknya telah aman berada di tenda pengungsian Markas TNI AU Jayapura. Menurut Anjar saat ini harta yang mereka kumpulkan selama berada di Wamena sudah tidak ada lagi kecuali pakaian yang melekat di badan saat kabur menyelamtkan diri.

Dia dan suaminya dalam waktu dekat ini berencana akan pulang kembali ke kampung halamnnya di Jawa Tengah. (tim)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here