• AD ART Sumbartime.com
  • Advertorial
  • Disclaimer
  • Home
  • Home
  • Iklan
  • Pedoman Berita
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Sitemap
  • Tentang Kami
  • Visi Misi
Sumbartime.com
Advertisement
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sumbartime.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Sumbar
  • Peristiwa
  • Kriminal
  • Nasional
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Video
  • Wisata
ADVERTISEMENT
Home Cerbung

TIKAM SAMURAI 86

Sumbar Time by Sumbar Time
30 Juni 2020
in Cerbung, Tikam Samurai
A A
0
0
SHARES
130
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
ADVERTISEMENT

SUMBARTIME.COM-Yamada tengah mempelajari berkas perkara itu di kantornya di daerah Ginza ketika tiga orang berpakaian parlente masuk.“Kami dari Yayasan Universitas Tokyo. Ingin menyumbangkan pada tuan sedikit uang untuk membiayai pembelaan terhadap si Bungsu…” kata salah seorang diantara mereka.

ADVERTISEMENT

Yamada menatap mereka. Pengacara terkenal dan termahal bayarannya ini kemudian tersenyum. “Terimakasih. Semula saya memang menerima bayaran dari seseorang untuk membela pemuda itu. Tapi, semakin saya pelajari kasus ini, semakin saya malu pada diri saya. Kenapa saya harus menerima bayaran untuk membela orang ini?

ADVERTISEMENT

Yang saya bela ini bukan seorang Indonesia. Lebih dari itu. Yang sedang diadili ini adalah harga diri dan moral orang Jepang. Selama bertahun-tahun di negeri ini, terjadi erosi terhadap harga diri. Terjadi erosi terhadap moral bangsa. Selama perang dunia berakhir, di negeri ini kota-kota berobah jadi neraka bagi penduduk.

Kita tak lagi terharu melihat orang-orang yang teraniaya. Kita tak lagi prihatin mendengar berita perkosaan terhadap perempuan-perempuan kita. Kita tak lagi peduli terhadap penderitaaan orang lain. Padahal sebelum tentara Amerika menduduki negeri kita ini, kita terkenal sebagai bangsa yang berbudi halus. Terkenal sebagai masyarakat yang paling homogen di dunia.

BacaJuga

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021

Kita cepat menaruh perhatian dan membantu penderitaan orang lain. Kini kemana semuanya itu? Kita kini saling menyelamatkan diri sendiri. Kita malah menjauh dari penderitaan orang lain. Takut kalau-kalau kita terserang pula oleh penderitaan itu. Tiba-tiba seorang anak muda entah dari mana, entah siapa dia, datang kemari. Dia datang dari negeri yang pernah dijajah dan dirobek-robek oleh balatentara yang kita banggakan.

Dia datang dari negeri yang dimana ratusan ribu rakyat mati menjadi romusha. Kerja paksa di hutan belantara. Dia datang dari negeri dimana balatentara Kemaharajaan Jepang pernah melakukan pembantaian-pembantaian yang tak berperikemanusian. Dari sanalah dia datang. Dan untuk kalian ketahui, secara kejiwaan saya dapat menebak, anak muda ini datang kemari dengan membawa dendam yang dahsyat.

Dia mencari seseorang di negeri ini. Seseorang dari bangsa kita. Yang barangkali pernah membunuh sanak keluarganya. Dia datang untuk membalas dendam. Tapi takkala dia tiba di negeri ini, di saat dia sebenarnya bisa membiarkan gadis di penginapan Asakusa itu ternoda oleh tentara Amerika. Atau di saat seorang gadis lain bernama Hannako dan saudara-saudaranya terancam dibunuh oleh Jakuza. Dia bisa saja membiarkannya. Apa guna dia ikut campur? Dia tak kenal dengan mereka.

Tapi ternyata dia tak berlaku masa bodoh. Dia menyimpan dendam yang dia bawa menyebrang laut itu di dalam hatinya. Tapi turun tangan mempertaruhkan keselamatan dan nyawanya untuk membantu gadis itu di Asakusa. Dan dia turun tangan membantu Hannako dan saudara-saudaranya dari ancaman Jakuza.

Anak muda Indonesia ini, yang berasal dari Gunung Sago, dari sebuah kampung kecil bernama situjuh ladang Laweh di Minangkabau, yang dia perbuat di sini hanya dapat disimpulkan dengan satu kalimat : dia telah membela harga diri orang Jepang. Dia membelanya, disaat orang Jepang sendiri berlaku homonilupus Orang Jepang yang satu jadi serigala bagi orang Jepang lain.

Saya bisa buktikan itu dengan ketidak acuhan kita terhadap sesama bangsa. Saya berani buktikan itu dengan ribuan manusia yang kini hidup di terowongan bawah tanah. Ribuan kanak-kanak tanpa orang tua. Ribuan orang miskin tanpa tempat berteduh. Sementara kita di atas ini hidup serba berkecukupan.

Saya merasa malu pada diri saya. Kenapa tak sadari dulu saya bela anak ini. Saya telah menerima bayaran cukup tinggi dari seseorang yang tak mau disebutkan nama dan alamatnya. Uang bayarannya yang tinggi untuk menyelamatkan anak muda itu telah saya kembalikan dua hari yang lalu. Dan kini saya akan membelanya mati-matian. Kalau sampai dia tak bisa saya bebaskan, saya tidak hanya akan berhenti menjadi pengacara, tapi saya akan berhenti jadi orang Jepang! Saya akan harakiri!

Demi Budha, saya akan menepati sumpah saya ini. Membebaskannya atau bunuh diri. Dan kini, tuan-tuan datang kepada saya untuk menyerahkan uang pembayar pembelaan anak muda itu. Seharusnya saya marah, tapi karena tuan-tuan tak tahu, tak apalah.Bawalah uang itu kembali. Serahkan pada yayasan lain. Bantu anak-anak yang ada dalam terowongan itu. Bantu orang-orang miskin itu. Tentang pembelaan anak muda ini, serahkan pada saya. Seluruh kekayaan saya akan saya pergunakan untuk menyelsaikan perkara ini”

Yasuaki Yamada berhenti. Matanya berkaca-kaca. Namun wajahnya memperlihatkan sikap yang teguh. Ketiga lelaki, yang terdiri dari para Sarjana Universitas Tokyo itu, yang datang menyerahkan bantuan, duduk terdiam seperti patung mendengarkan ucapan pengacara mashyur tersebut. “Lalu, apa yang bisa kami perbuat untuk membantu membebaskan anak Indonesia itu?” tanya salah seorang di antara mereka.
Yamada menarik nafas panjang.

“Ada satu hal, dan itu adalah soal terbesar yang bisa tuan bantu. Yaitu mencari gadis yang akan diperkosa tentara Amerika itu, yang kemudian dibela oleh si Bungsu. sampai saat ini saya belum bisa menemukannya. Jejaknya lenyap seperti salju yang mencair kemudian menguap lagi ke udara. Kita tak tahu siapa namanya. Dimana tinggalnya, nah tolonglah saya mencari gadis ini. Kalau dia bertemu, dan dia berada dipihak kita, maka saya yakin anak muda itu bisa dibebaskan…”

Dan akhirnya soal itulah yang mereka rembukan. Bagaimana mencari gadis tersebut. “Apakah tuan telah menanyakan pada pihak Polisi Milter Amerika tentang gadis itu? Mungkin saja mereka mengetahui datanya…”
“Saya sudah tanyakan hal itu. Mereka memang mengakui menahan gadis itu semalam. Lalu dilepas lagi. Tapi mereka mengatakan tak menanyakan namanya dan tak mencatat alamat siapa-siapa…”

ADVERTISEMENT

“Itu adalah dusta sama sekali…” kata seorang profesor diantara anggota Tokyo University itu. “Ya. Saya tahu itu dusta yang paling jahanam. Tapi mereka memang berhak berbuat begitu menurut hukum di negeri mereka. Kitalah yang harus mencari bahan bukti…”

“apakah tak bisa didesak agar pengadilan itu diadili oleh Hakim Jepang. Bukankah negeri ini bukan negeri Amerika, sehingga secara Juridis hukum Amerika tak bisa diterapkan disini?”

“Ucapan tuan benar seandainya negeri kita tidak kalah perang. Status negri kita ini, diatas sedikit dari negeri jajahan, tak memungkinkan hal itu terjadi. Mereka berhak menerapkan pengadilan menurut sistim di negeri mereka, karena yang terbunuh justru tentara mereka. Hukum negeri kita bisa dipakai kalau kedua belah pihak yang diadili tidak ada sangkut pautnya dengan warganegara atau kepentingan orang Amerika”
“Apakah namanya juga tak diketahui?”

“Pihak Amerika mengatakan Michiko atau Machiko. Mereka tak begitu jelas perbedaaannya. Soalnya gadis itu masih nerfus malam itu”
“Michiko, Machiko…ribuan gadis bernama seperti itu di kota ini…”
“Ya, itulah kesulitannya. Apalagi pihak Amerika katanya tak menyanyakan siapa nama keluarganya. Tak pula mencatat alamatnya. Menurut proses verbal, gadis itu didapat oleh tentara Amerika dari suatu taman di tengah kota.

Kalau keterangan itu benar, maka gadis itu pastilah kupu-kupu malam. Tapi saya tak yakin, sebab menurut si Bungsu, si gadis menangis tak mau dinodai. Terjadi pergumulan cukup lama. Si Bungsu mendengar suara gadis itu merintih…jangan, jangan nodai saya. Jangan! Itu suatu pertanda, bahwa gadis itu bukan seorang pelacur. Dia pastilah seorang gadis baik-baik.

Hanya kenapa sampai ke taman itu dimana berkumpul pelacur-pelacur yang lain? Inilah hal-hal yang menyulitkan pencaharian terhadap gadis itu.
Saya juga telah menanyai dua perempuan yang sama-sama dibawa ke penginapan Asakusa itu. Kedua perempuan itu yang telah lama beroperasi sebagai pelacur mengatakan bahwa mereka baru malam itu bertemu dengan gadis itu. Mereka tak mengenalnya sebelum peritiwa itu”

“Ya, di Universitas juga ada ratusan mahasiswi yang bernama Michiko atau Machiko…” kata ketua Yayasan yang bergelar Profesor itu.
Mereka semua terdiam. Dan peradilan itu akhirnya dideponir oleh pihak Amerika. Meski dibawah peraturan yang sangat ketat, namun puluhan mahasiswa dan penduduk sipil suatu hari membawa poster berdemonstrasi menuntut pembebasan si Bungsu.
===++===
Tak kurang dari Jenderal Mac Arthur sendiri yang turun tangan mendeponir perkara ini. Jenderal ini adalah Panglima balatentara sekutu untuk wilayah Pasifik. Dia bersama pasukannya semula “terusir” dari Filiphina oleh tentara Jepang. Tapi dalam suatu pertarungan ulang, dia berhasil “revans” dan tidak hanya merebut Filiphina saja, tapi menaklukan seluruh kawasan Asia yang diduduki Jepang. Termasuk menduduki Jepang sendiri!

Laporan tentang terbunuhnya 2 orang pasukan di Asakusa itu disampaikan padanya oleh pihak Peradilan Amerika. Saat itu, masalah tersebut menjadi pembicaraan semua pihak di Tokyo. Pentagon, yaitu Kementerian Pertahanan Amerika Serikat yang mendapat laporan peristiwa itu melalui badan Intelijen Internasional FBI, segera menekan Jenderal Mac Arthur untuk mendeponir persoalan tersebut.

“Mata dunia tengah diarahakan ke Jepang sejak jatuhnya Bom Atom di Nagasaki dan Hiroshima. Masalah fasisme Jepang bisa dilupakan orang jika persoalan perikemanusian diungkit. Karena itu, pihak Tentara haruslah menghindarkan sedapat mungkin timbulnya emosi massa yang menyebabkan kerusuhan di Jepang.

Persoalan terbunuhnya Letnan Richard dan sersan Young di Penginapan Asakusa Tokyo, saat ini merupakan sebuah dinamit yang siap meledak berupa kerusuhan anti Amerika dikota itu. Jika hal ini dibiarkan, maka tak dapat tidak, Amerika akan menghadapi kesulitan baru. Penduduk Jepang yang fanatik itu akan tepancing solidaritas nasional mereka. Issu yang tercipta saat ini sangat rawan. Yaitu membela harga diri dan Kehormatan Bangsa Jepang.

Dalam kasus Asakusa, Letnan Richard dan sersan Young di duga bersalah karena bermaksud memperkosa seorang gadis. Karena itu, pihak tentara hendaknya mendeponir peristiwa ini. Pengaturannya agar tak menjadi hal yang membesar dikalangan masyarakat, bisa dibicarakan dengan pembela si tertuduh. Yaitu pengacara Yasuaki Yamada.

Perlindungan terhadap tentara Amerika di negeri pendudukan adalah penting. Namun perlindungan terhadap nama baik seluruh Bangsa Amerika jauh lebih penting dari segalanya. Jangan sampai dunia internasional mengetahui, bahwa peradilannya membela seorang pemerkosa. Bersambung>>>

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jum’at Mendatang, 5 Kelurahan Di Payakumbuh Barat Serahkan Bansos

Next Post

Dua Bocah Ditemukan Meninggal di Lobang Bekas Galian Tambang Kawasan Lubuk Alung

Sumbar Time

Sumbar Time

Setiap Waktu Bernilai Informasi

BacaJuga

Cerbung

TIKAM SAMURAI 260 (TAMAT)

14 Februari 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 259

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 258

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 257

22 Agustus 2021
Cerbung

TIKAM SAMURAI 256

22 Agustus 2021
Next Post
Dua Bocah Ditemukan Meninggal di Lobang Bekas Galian Tambang Kawasan Lubuk Alung

Dua Bocah Ditemukan Meninggal di Lobang Bekas Galian Tambang Kawasan Lubuk Alung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Justictalk ” Ngobrol santai melek hukum”

https://youtu.be/r3p0YSm3qWE
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

Aviary Terbesar di Asia Tenggara Ada di Kota Bukittinggi Salah Satunya

7 Juni 2024
Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

Lebih Dari 1000 Orang Mengantri di Rumah Dinas Walikota Bukittinggi

30 Desember 2023
Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

Ini Dampak Digratiskan Objek Wisata Di Bukittinggi

23 Desember 2023
Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

Viral Membawa Berkah di Objek Wisata Negeri Diatas Awan

5 Mei 2024

Depósitos protegidos e ganhos instantâneos no casino Bwin para Portugal

0
Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

Musda DPD PAN Payakumbuh,Empat Nama Diputuskan DPW Menjadi Pimpinan Pengurus DPD PAN Kota Payakumbuh

0
BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Skrening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

0
Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

Seorang Wanita Tewas Dengan Luka Sayatan di Leher Ditemukan Dalam Kamar Mandi Bika Siana

0
Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

31 Mei 2026
Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

22 Mei 2026
Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026

Berita Terbaru

Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

Lima Sapi, Satu Drama Pelarian pada Qurban PKS Bukittinggi

31 Mei 2026
Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

Pengurus SMSI Kabupaten Solok Periode 2026-2031 Terbentuk

22 Mei 2026
Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

Dari Palmerah untuk Bukittinggi, PJS Belajar ke Tempo, Membawa Misi Jam Gadang Menuju Panggung Nasional

12 Mei 2026
Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

Kantor Polsek Kapur IX Direhab Secara Swadaya, Warga Apresiasi Kepemimpinan AKP Rika Susanto

9 Mei 2026
ADVERTISEMENT
Sumbartime.com

Sumbartime.com -"Setiap Waktu Bernilai Informasi"

Ikuti Kami

  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.

No Result
View All Result
  • Redaksi Sumbartime.com
  • Pedoman Berita
  • Disclaimer
  • Iklan

© 2025 sumbartime.com - Design By rudDesign.