TIKAM SAMURAI 191

SUMBARTIME.COM-Sampai detik itu,belum seorang pun pengawal presiden yang tahu apa yang telah terjadi.Baik yang di mobil belakang,maupun ajudannya.

Disaat Jaqqueline terpekik itulah ajudan yang duduk di bangku depan menoleh kebelakang.Dia segera bangkit.Dan saat itu Jaqqueline yang panik menolakkan kepala suaminya.Kepala presiden terkulai kekanan.Dan..sesuatu yang tak lumrah pun terjadi.

Iklan

Dalam paniknya,isteri presiden kelihatan berdiri di bangku mobil.Kemudian lewat kap yang terbuka,dia merangkak naik kekap belakang,dan terjun kejalan! Wajahnya amat panik dan takut.Istri presiden itu lari meningggalkan mobil.

Dan saat itulah salah seorang pengawal presiden kelihatan menyeret Jaqqueline naik kembali ke mobil.Mendudukkannya disisi presiden dan mungkin sadar akan peristiwa itu,Jaqqueline kemudian memeluk presiden.

Dan setelah itu,adalah huru-hara!Orang berkumpul.Kamera televisi kelihatan goyang.Barangkali kameranya terdesak-desak oleh kerumunan petugas.Namun peristiwa tertembaknya Kennedy itu kelihatan jelas.

Mobil presiden kelihatan dijalankan dan keluar dari iringan semula.Dengan pengawalan yang amat ketat, yang sebenarnya sudah terlambat,mobil itu dilarikan ke rumah sakit.

Demikian jelasnya peristiwa tersebut.Dan si Bungsu amat yakin,tembakan itu ada sangkut pautnya dengan gedung tua pustaka dan lelaki dengan berbedil di lantai enam itu! Kemudian televisi kembali memperdengarkan lagu kebangsaan Amerika,disambung dengan lagu-lagu gereja serta doa-doa yang menghanyut kan rakyat Amerika dalam duka yang amat dalam.

“Dia akhirnya meninggal,terbunuh…”terdengar suara Yoshua getir disudut ruangan.

Si Bungsu menoleh. Melihat lelaki Indian itu menunduk dalam.tapi tetap saja kelihatan pipi tuanya basah!lama sunyi.
Si Bungsu memikirkan dimana,Angela kini.Dia tetntu sibuk sekali.Presiden itu akhirnya terbunuh.persis seperti ramalan Angela.Suara Yoshua sementara itu terdengar lagi,getir,dan bergetar.

“Sesudah Abe Lincoln dialah satu-satunya presiden yang menaruh simpati pada Negro dan Indian,yang memperhatikan nasib suku bangsa yang hampir punah ini.Akhirnya dia mati…akankah mati pula harapan kami,orang-orang indian pemilik sah benua ini….?”
Sepi.

Pertanyaan itu memang tak untuk dijawab.Si Bungsu menunduk. Pikirannya tertuju pada Angela tak pulang.Berita tentang kematian Kennedy tetap merupakan berita utama siaran televisi dan radio.

Siang itu,mayat presiden itu dibawa dengan pesawat American One, pesawat kepresidenan. Dan di pesawat itu pula,ketika masih diudara menuju Washington,Wakil Presiden Lyndon B.Jhonson diambil sumpahnya sebagai Presiden,menggantikan kennedy yang meninggal.

Yang mengambil sumpahnya adalah jaksa Agung Amerika,Robert Kenndey,adik Presiden yang meninggal.Jaqqueline Kennedy,istri mendiang presiden itu menjadi saksi dalam sumpah tersebut.Janda itu memakai pakaian serba hitam,wajahnya dibasahi air mata.Televisi Amerika menyiarkan berita itu kesegenap penjuru tanah air.

Itulah peristiwa paling tragis dipermukaan bumi pada tanggal 22 november 1963.seorang Presiden dari negara terbesar dan terkuat didunia,negara yang paling depan dalam demokrasi dan hak asasi manusia,dibunuh oleh orang yang saat dia di angkut keWashington belum diketahui identitasnya.

Malam itu sibungsu tersentak ketika mendengar siaran radio,kemudian siaran televisi,bahwa telah ditemukan tempat darimana pembunuh itu berada.Kamera kemudian memperlihatkan beberapa petugas FBI,CIA,dan Polisi dallas menuju..gedung pustaka!

Si Bungsu tahu gedung itu!petugas-petugas itu masuk kelantai pertama.Diterima oleh petugas pustaka tua dan gemuk!Kemudian mereka masuk,naik lewat tangga kelantai enam. Masuk keruang kosong yang kemaren ditempati oleh “petugas”berbedil panjang itu.

Di dalam ruangan itu terlihat dua petugas menjaga.Di lantai ada sebuah senapan.Si Bungsu telah melihat senapan itu kemaren ketika dia mengintip kesana bersama Elang Merah.Di lantai berserakan beberapa selongsong peluru.

Si Bungsu merasa tegang.jahanam,firasatnya benar,tapi..Bukankah angela telah melaporkan apa yang mereka lihat dan mereka curigai itu pada Polisi Dallas,pada CIA dan FBI? Bukankah Instansi-instansi itu mengatakan bahwa orang berbedil dilantai enam,yang selalu mengintip dari belakang Jendela ke jalan raya yang akan dilewati presiden itu adalah anggota keamanan?

Para petugas itu malah sempat datang keapartemen mereka.Nampaknya untuk menangkap mereka!Bulu tengkuk si Bungsu merinding.Nampaknya ini semacam persengkokolan!Ah, mustahil petugas-petugas keamanan itu bersekongkol membunuh presiden mereka. Tiba-tiba Elang Merah kaget dan tertegak.si Bungsu pun jadi kaget,menatap padanya.
“Lihat!Lihat itu Angela..!”pekiknya.

Si Bungsu menoleh dan melihat seorang polisi wanita di borgol dan digiring diantara petugas keamanan.Si Bungsu gemetar.Angela kelihatan beberapa kali menoleh kekamera televisi.Dan suatu saat,dia memekik sambil menolehkan wajahnya kekamera yang agak mendekat.

“Darling,jangan perlihatkan dirimu!menghindarlah,please..!”suara gadis itu penuh permohonan. Jutaan pemirsa televisi tidak mengerti pada siapa ucapan itu ditujukan,mereka hanya tahu,bahwa beberapa orang yang dicurigai ditahan. Di antaranya adalah polisi wanita berpangkat Letnan itu.

“Nampaknya,ini suatu persekongkolan..”ujar reporter televisi tersebut melanjutkan,”barangkali perwira polisi itu ingin menyampaikan pesan pada pembunuh Kennedy,yang mungkin kekasihnya,agar jangan menampakkan diri…”
Si BUngsu berpeluh.

Wajahnya pucat,dia tahu.Ucapan Angela itu ditujukan padanya.Gadis itu menyampaikan pesan padanya.Ketika dia melihat kamera televisi,dia mempergunakan kesempatan itu dengan harapan siaran televisi itu akan dilihat Yoshua atau si Bungsu!

Pesan itu memang sampai!Si Bungsu melihat dan mendengar suara nya yang memohon.Si Bungsu tahu pesan itu khususnya untuknya!Ya Tuhan!Ya Tuhan!Angela ternyata terseret sebagai kambing hitam.di tuduh sebagai salah seorang komplotan pembunuhan kennedy!

Si BUngsu ingin bangkit.Namun seluruh tubuhnya terasa lemas.Fikiranya tak bisa bekerja dengan normal.Dia menoleh pada Yoshua,yang matanya nanap menatap televisi.Seperti tak percaya apa yang dia lihat sebentar ini.
“Yoshua..”ujar si Bungsu seperti mohon pertolongan.

Masih ditempat duduknya,Indian itu lantas berkata.
“Kita akan bebaskan dia,Nak.Demi arwah nenek moyangku,dia akan kita bebaskan.Betapun caranya.Saya yakin dia korban dia korban dari suatu komplotan yang ingin mencari dalih untuk mengalihkan perhatian orang pada yang lain…”

Si Bungsu semalaman tak bisa tidur.Tolehan kepala Angela beberapa kali mencari kamera televisi,kemudian ucapannya yang terdengar memohon,yang terekam oleh pesawat televisi itu mengiang berulang-ulang di telinganya.

“Kekasih jangan perlihatkan dirimu.Menghindarlah,kumohon…”
Siapa yang berkomplot membunuh presiden itu?si Bungsu membalik di pembaringan. Gelisah. Keringat membasahi pakaian tidurnya.
Siang esoknya,televisi tiba-tiba menyiarkan tertangkapnya pembunuh itu!si pembunuh bernama Oswald!Dia adalah lelaki yang dicekik Elang Merah karena kedapatan mengintip si Bungsu di pustaka.

Dan kini si Bungsu jadi tahu kenapa lelaki itu mengintip dia.Barangkali dia curiga kalau si bungsu adalah petugas FBI atau CIA.Yang di tugaskan pula untuk mengamankan gedung itu.

Lelaki bernama Oswald itu di tangkap disebuah gedung teater.Kemudian dipenjarakan disebuah penjara bawah tanah kota Dallas.Reporter televisi Amerika mengulas bahwa dalam kasus pembunuhan Kennedy seperti ada reinkarnasi peristiwa Presiden Abraham Lincoln.

Kedua presiden ini mempunyai banyak persamaan.Lincoln adalah pembenci perbudakan.Dialah pembebas Amerika dari perbudakan yang telah ratusan tahun lamanya.Sebaliknya Kennedy juga benci pada perbudakan serta sikap rasisme lainnya.Termasuk sikap kulit putih pada orang Indian.

Sikap begini amat jarang tersua pada Presiden Amerika.Kalaupun mereka tak menyukai Rasialisme,mereka tak berani menyatakan terus terang. Sebab takut akan dibenci kulit putih. Lain hal nya dengan Kennedy. Salah seorang perwira senior yang di naikan pangkatnya menjadi Jendral berbinta empat adalah Negro. Negro pertama dengan pangkat setinggi itu.

Kemudian juga memproklamirkan pembebasan fasilitas sekolah dan hak kehidupan yang lebih layak bagi orang-orang Negro dan Indian.Tindakannya itu dapat kecaman yang pedas dari senat Amerika.

Namun dia tak peduli. Untuk menindak pelanggaran yang terjadi,terutama dalam menjalankan politik antirasis dalam negeri itu, dia mengangkat adiknya Robert Kennedy jadi Jaksa Agung.

Kemudian,menurut reporter televisi,dalam peristiwa pembunuhannya sendiri kedua presiden yang dicintai rakyatnya itu terdapat kesamaan-kesamaan “aneh”. Lincoln dan Kennedy sama-sama dibunuh dengan senjata api. Peluru menembus tengkuk keduanya dari belakang.

Lincoln di bunuh digedung teater,kemudian pembunuhnya melarikan diri ke pustaka.Kennedy di bunuh dari pustaka,pembunuhnya melarikan diri ke teater.

Siang itu Elang Merah pulang dengan wajah lesu.Pagi,tadi tanpa setahu si Bungsu dia ditugaskan pamannya Yoshua untuk menyelidiki dimana Angela di tahan.

“Saya sudah mendatangi empat kantor polisi wilayah.Namun orang-orang yang diduga terlibat dalam peristiwa pembunuhan Kennedy itu,amat di rahasiakan tahanannya.Tak ada yang bisa memberi petunjuk…”

“Tak ada yang bisa disogok?Bukankah banyak saja polisi di Dallas ini yang bisa buka mulut untuk seratus Dollar..?”
“Untuk hal lain mungkin mau,tapi peristiwa ini tampaknya terlalu hebat.Mereka benar-benar tidak tahu…”Yoshua menarik nafas panjang.

“Jika tak dapat dengan cara itu,pasti ada cara lain,pasti!kita akan dapatkan cara itu…”kata Indian tua itu pelan. Malam itu dia mengajak si Bungsu untuk pergi berdua. Mereka tak mengatakan kemana tujuannya. Yoshua menyetir mobil. Sepanjang perjalanan menuju kota,mereka hampir tidak bicara sepatah katapun.

Ketika memasuki kota Yoshua menghentikan mobil dekat sebuah telepon umum.Dia masuk ketempat telpon itu.Bicara dengan seseorang diujung sana.Si Bungsu hanya menatap dengan diam dimobil.

Kemudian Yoshua masuk lagi kemobil dan menjalankannya dengan cepat kearah selatan.Mereka segera melewati gedung pustaka tua dimana pembunuh Kennedy itu sembunyi sebelum melakukan aksinya.Melewati flat yang dulu ditempati si Bungsu dan Angela.

Kemudian menikung diantara dua bangunan.Mobilnya dihentikan mendadak. Yoshua memberikan sebuah kantong kertas kepada si bungsu,yang nampaknya telah dia siapkan dari rumah kepada si Bungsu.

“Sarungkan itu dikepala mu nak,kita harus hati-hati…”
Dia sendiri lalu menyarungkan kantong itu di kepalanya.Sarung kertas itu menutup kepala sampai keleher.

“Cepatlah…”ujar Yoshua sambil menatap kedepan,pada sebuah mobil yang mendekat. Si Bungsu menyarungkan kantong kertas itu kekepalanya. Mobil dari depan itu makin dekat,dan tiba-tiba Indian itu menjalankan mobilnya.

Membelintangkan nya di tengah jalan.Mobil yang lewat itu tak dapat menghindari tabrakan dan berhenti mendadak.

“Hei,sialan…”sumpah orang yang membawa mobil itu sambil keluar.
Yoshua masih duduk di belakang kemudi.kemudian dengan cepat sekali keluar dan mendekati orang itu.Tangannya bergerak,dan lelaki yang menyumpah itu tiba-tiba terkulai.

Si Bungsu masih duduk dimobil.Tak tahu apa yang diperbuat Yoshua yang telah meletakkan lelaki itu di jok belakang. Dia segera memundurkan mobil dan mekepaskan nya dari mobil yang menabrak tadi.kemudian dengan cepat keluar dari areal tersebut. Setelah beberapa kali menikung tajam, mobil itu berhenti di suatu tempat yang gelap.

Yoshua keluar,dengan mudah dia menenteng lelaki yang dibelakang itu keluar. “Cepat ikuti aku..”katanya pada si Bungsu yang masih duduk bengong dalam mobil tersebut.

Si Bungsu keluar. Mengikuti Yoshua melangkah kesuatu tempat. Indian itu kenal benar tempat yan g mereka tuju ini. Itu terbukti meski dalam gelap, dimana si bungsu harus meraba-raba, dia berjalan dengan cepat dan segera memasuki sebuah gedung tua.

Tubuh yang dia pangku itu,yang masih saja belum diketahui si Bungsu orang nya diletakan diatas sebuah meja tua penuh debu dalam ruangan tersebut.
“Tutupkan pintunya…”kata Yoshua begitu si Bungsu berada dalam ruangan.

Suara menggema terdengar ketika pintu itu ditutup agak keras.Yoshua mengeluarkan senter dari kantongnya. Memeriksa kantong baju orang yang dia pukul hingga pingsan itu. Mengeluarkan sebuah pistol dan sebuah medali perak simbol kepolisian Dallas.

Kartu pengenalnya ditemukan dalam jas bahagian dalamYoshua membaca keterangan orang itu. “Norris,Kapten Norris…”katanya pelan.

Si Bungsu segera mengingat nama itu sebagai polisi yang beberapa kali menelpon Angela.Inikah rupanya bekas pacar gadis itu.Dari cahaya senter yang menerangi wajah sang kapten,bungsu melihat kapten itu berwajah gagah.mirip orang inggris.Barangkali moyangnya dari Scotlandia.Satu keturunan dengan moyang Kennedy. Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here