TIKAM SAMURAI 192

SUMBARTIME.COM-Yoshua mengambil sehelai saputangan dan botol kecil dari kantongnya. Nampaknya dia telah menyiapkan segala sesuatu atas”operasi”malam itu. Botol itu berisi sejenis Amoniak. Dia tuangkan kesapu tangannya,kemudian meletakkannya diaatas hidung kapten itu.Norris segera sadar.

Dia menyumpah dan berontak duduk,merogoh kantong dan segera sadar kalau dia sudah dilucuti.
“Anda bisa dihukum lima belas tahun atas perbuatan ini,Bung…”perwira itu berkata dan menyumpah.

Iklan

Dia tak dapat melihat wajah orang yang menyekapnya dan menahannya dalam kegelapan ini.Sebab selain gelap,wajahnya disororti terus dengan senter.Matanya jadi silau.

“Oke,kapten.Kini kau hanya punya kesempatan untuk menjawab.Dan menjawab dengan benar.Kita mulai,dimana Angela dipenjarakan?”
“Jahanam,kau..Hukk..!”

Sumpah kapten itu terhenti.dihentikan oleh pukulan yang hebat di ulu hatinya. si Bungsu yang dari tadi hanya diam,merinding juga melihat kerja Indian ini memaksa si perwira.
“Di mana dia ditahan?”
Sepi.

Dan sebuah pukulan lagi menerpa!Kali ini pukulan itu menghantam mulut si Kapten.Darah meleleh.
“Bicaralah,kapten.Selagi kau bisa…”
“Dia ditahan di indiana Bronx…”
“Kau pasti?”
“Jahann…Aduh…!”
Pukulan indian itu mendarat lagi diwajah si kapten.

“Jangan menyumpah,jangan memaki,kapten.Saya bertanya dan kau menjawab. Bukankah praktek begini juga dilakukan dikantor kalian bila ada tahanan yang kalian periksa?Baik,Anda katakan dia ditahan di Indiana Bronx.Tempat itu dengan mudah dicapai.Kami akan mencek kesana.

Tapi bila ternyata kau bohong,kau akan rasakan akibatnya.Oke,cek omongan orang ini…”
Sambil berkata begitu,Yoshua memberi isyarat pada si Bungsu.Dan si Bungsuu melangkah kearah pintu.

“Saya tak tahu apakah dia pindahkan atau tidak.Kemaren dia ditahan disana…”
“Kami tak mau tahu kapten.Jika dia tak disana berarti kau membohongi kami.dan kau akan menyesali tindakanmu itu…”
“Jahanam!Dia ditahan di distrik selatan.Kalian akan menyesal dengan perlakuan ini..!”Akhirnya Norris memberitahukan tempat tahanan itu sambil menyumpah-nyumpah.

“Nah,begitu lebih baik.Tapi kau belum boleh meninggalkan tempat ini kawan..”
Yoshua melanjutkan”mengerjain“Kapten polisi Dallas itu.Dia memborgol tangannya dengan gari yang dibawa si kapten.Kemudian mengambil lagi sebuah botol dari kantongnya.Menumpahkan isi botol kesaputangan. kemudian mendekapkannya kehidung si kapten.

“Ini ramuan tradisional yang bisa membuat anda tidur dengan nyenyak kawan..”katanya.Hanya dua detik setelah itu,si kapten terkulai,tidur!
“Dia akan tidur,paling tidak empat puluh delapan jam karena obat bius keras yang baru dia sedot barusan…”ujar Yoshua sambil menyenter wajah si Bungsu.

“Kini mari kita pergi.Sampai detik ini dia tak mengetahui siapa kita.Dia pasti tak bohong tentang tempat tahanan Angela…”
Sehabis berkata begitu mereka segera bergegas meninggalkan tempat tersebut.

Si Bungsu hanya mengikuti dari belakang.Dia tak menyangka bekas buruh perkebunan turunan Indian ini begitu mahir dengan tiap pekerjaan yang dia lakukan.Kelihatan demikian profesional.

Mereka sudah berada kembali di mobil dan meluncur kejalan raya lewat jalur yang berlainan dari arah mereka datang tadi.Yoshua menyetir menyetir mobil itu dengan diam.Ada beberapa tempat yang di kenali si Bungsu.

Diantaranya toko tekstil dimana dulu dia menghajar orang-orang ku klux klan yang membunuh tongky.Kemudian pos polisi dimana dia bertemu dengan Angela buat pertama kalinya.Setengah jam setelah mereka meninggalkan Norris,mobil dihentikan Yoshua.Di depan ada sebuah gedung yang kelihatan kukuh dan angker.

“Itu markas polisi yang disebut sebagaoi distrik selatan itu.Sebuah markas polisi yang amat rahasia.Kita harus berusaha masuk kedalamnya…”

Si Bungsu menoleh pada Yoshua.dia memang ingin sekali bertemu dengan Angela,namun ini pekerjaan yang alangkah berbahaya.Mereka tengah melawan suatu sistem yang amat kukuh.Kepolisian Dallas!

“Kenapa ragu?”Yoshua bertanya sambil tetap menatap kedepan.
“Sedangkan ku klux klan yang demikian di takuti,kita hantam.Kepolisian Dallas hanya sepersepuluh dari organisasi tersebut….”tambah yoshua.Ucapan itu membuat semangat Yoshua berkobar.

“Mari kita masuk…”kata si bungsu sambil kembali memakai topeng kertas itu. yoshua berbuat hal yang sama.Kemudian mereka meninggalkan mobil di tempat yang gelap.Tapi bukanlah hal yang mudah bagi kedua orang itu untuk masuk kepenjara tersebut.Penjara itu dijaga dengan ketat sekali.

Mereka sampai di bahagian belakang.Di sana terang benderang.Tiap sudut penjara itu disorot dengan lampu besar.Apapun yang bergerak di sekitarnya dapat dilihat dengan jelas oleh penjaga diatas dinding penjara tersebut.

Di rumah jaga dia atas dinding penjara itu,pejaga bersiaga dengan senapan siap dimuntahkan.
“Mustahil untuk masuk…”kata si Bungsu.
Yoshua yang jongkok disisinya,menatap dengan diam.Nampaknya dia sedang mempelajari sesuatu.

“Kita harus mematikan aliran listrik….”terdengar suara Yoshua.
“Bagaimana mematikannya?”
“Itulah yang harus kita.Ayo…”

Yoshua mengendap-ngendap kebahagian lain.Mereka memutar lagi kejalan raya.Kembali ketempat mereka meninggalkan mobil.Kumudian berjalan kearah yang berlawanan dari arah semula.Yoashua memperhatikan bangunan-bangunan disekitar penjara.

“Mencari apa?”tanya si Bungsu.
“Gardu listrik…”
Mereka mengendap-ngendap terus,sampai akhirnya diutara penjara itu kelihatan sebuah bangunan beton empat segi berpintu besi dan luarnya dipagar kawat berduri.

“Nah,itu gardu listrik untuk penjara tersebut…”kata yoshua.
Mereka mempelajari situasi gardu itu.disana ada seorang petugas,bukan polisi. Nampaknya petugas listrik biasa.

“Dengarkan.Kita harus menyelesaikan petugas itu.Kunci pasti ada dalam kantong celananya.Kurasa kau bisa menyudahi orang itu,jangan dibunuh. setelah dia dilumpuhkan, kita akan masuk dan merusak peralatan di dalamnya. Memutuskan aliran listrik kepenjara tersebut, kita harus masuk dari dinding utara tadi. Disana ada anjing pemburu.Barangkali ada dua atau tiga ekor. Tugas mu lagi yang menyudahi anjing itu.

Dalam kegelapan,barangkali petugas menara takkan melihat kita.Kita tak tahu di ruangan mana Angela ditahan.Tapi rasanya kita akan mudah mencari.kita hanya punya waktu sekitar sepuluh menit untuk menemukan dan membawa Angela keluar.

Setelah lewat waktu itu, saya rasa lampu akan dihidupkan melalui mesin cadangan di penjara itu.Kita harus keluar sebelum lamp[u dihidupkan.Faham?”
Si Bungsu masih belum menjawab.

“Kita mulai?”tanya Yoshua.
“Sepuluh menit,saya rasa terlalu pendek waktunya…”
“Kita tidak liburan,nak.Kita menyongsong maut.Sepuluh menit itu kalau tak terjadi apa-apa.Mana tahu,kita hanya butuh satu menit,kemudian didor!mati..!”

“Bagaimana kalau salah seorang dari diantara kita mencari sentral cadangan dalam penjara itu,melumpuhkan alirannya.Yang seorang lagi mencari Angela?”

“Hmm,Idemu bagus juga.Baik,kau mencari Angela,saya mencari sentral itu.Namun tetap saja bertindak cepat.Mana tahu saya tak menemukan central cadangan itu.Ayo kita mulai…”
“Saya hanya punya samurai kecil,saya khawatir,lemparan saya akan membunuh penjaga gardu itu…”
“Kalau begitu saya yang menyudahinya..”kata Yoshua

Dia mengambil kapak dari kakinya.Kampak itu terbuat dari kuningan selebar dua jari dengan tangkai sebesar telunjuk.Dia iktkan dengan karet dibalik pipi celananya.

Dia membidik dan melemparkan kapak itu.Si penjaga gardu kena hantam tengkuknya,petugas itu kontan melosoh jatuh.Yoshua dan si Bungsu berlari kesana.Kemudian Yoshua memeriksa kantongnya.menemukan serangkai kunci.

Si bungsu menyeret penjaga yang pingsan karena punggung kapak itu ketempat yang gelap.Begitu dia selesai,terlihat pijar-pijar api.Listrik dipenjara itu tiba-tiba padam.Gelap total.
“Cepat…!”ujar Yoshua.

Mereka berlari kearah utara.Dari sana,lewat tiang listrik yang tadi mereka tandai,mereka memanjat keatas.Lalu terjun dibalik pagar.Disana dua ekor anjing melompat dengan mengeram ganas.Dan itu tugas si Bungsu.

Tangannya bergerak,dan dua bilah samurai kecil melayang menyongsong anjing yang menerkam itu.Anjing itu melambung terus,dan menghantam dinding batu.Mati!i Bungsu kembali lagi,mengambil dua samurai itu.Dia berlari kearah pintu utama.Sementara Yoshua sudah tak ada lagi disana.

Si Bungsu menyelinap,cahaya senter kelihatan simpang siur dan derap sepatu berseliweran.Dia bersembunyi dibalik sebuah mobil dipekarangan penjara itu. Ketika seorang polisi lewat dengan senter,di mengahantam tengkuk orang itu.

Polisi itu melenguh,si Bungsu menyangga tubuhnya yang akan jatuh,lalu menyeretnya ketempat gelap.Terdengar sumpah serapah kerana lampu mati dan polisi yang lalu lalang.
Si Bungsu akhirnya menemukan jalan tempat terbaik untuk masuk.Beberapa menit kemudian dalam pakaian dinas polisi yang dia buat tak berkutik itu,dia sudah berjalan mondar-mandir dalam penjara tersebut.

Ada dua orang polisi yang mengontrol kamar tahanan.Seorang diantaranya adalah si Bungsu.Ada enam belas kamar tahanan yang sudah dia lihat,namun tak ada Angela disana.Dia sudah hampir putus asa,apakah Norris berdusta?

Barangkali sudah lewat waktu lima belas menit.Lampu belum menyala.Kalau begitu Yoshua berhasil menemukan diesel cadangan untuk penjara dan merusak instalasinya.
Tapi dimana Angela?

Dia masih berusaha mencarinya.Ada dua gang lagi.Dipintu gang itu seorang polisi berdiri dengan diam.Bedil tetap ditangannya.Dia ikut mondar mandir dalam gelap tersebut.si Bungsu mendekat kesana sambil menyenter kiri kanan.

“Mati semua…”terdengar polisi itu bicara.
“Yap..”jawab si Bungsu berusaha untuk tidak bicara agar aksennya tidak diketahui.Sambil berjalan,dia menyenter wajah polisi itu.
“Mesin brengsekk..hei..sial..!aduh…”

Polisi itu sempat juga menyumpah,tapi hanya sekian.Sebab sesaat setelah wajah nya disenter,dan matanya jadi silau,si Bungsu mengahantam tengkuknya dengan senter.Polisi itu tumbang.Si Bungsu merogoh kantongnya,mengambil sebuah kunci dan membuka pintu yang tadi dijaga polisi itu.

Dia cepat masuk, menyenter kedepan, dan hanya melihat sebuah pintu di sana. Pintu itu dikunci,dan tak ada kuncinya. Dia menyenter kedalam.
Angela! Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here