TIKAM SAMURAI 183

SUMBARTIME.COM-Pagi-pagi sekali mereka dikejutkan oleh ketukan pintu dikamar.Kemudian terdengar panggilan suara Yoshua bertanya.
“Apakah anda mempunyai musuh sehingga mereka perlu mencari anda kemari,Bungsu?”si Bungsu membuka pintu dan melihat Indian itu siap dengan bedil ditangannya.

“Ada apa?”Yoshua menunjuk kehalaman.Dari jendela mereka melihat sebuah mobil mercy nongkrong tak jauh dari rumah.Dua orang lelaki kelihatan berdiri di luar.Yang seorang tengah menelpon.Barangkali bicara dengan seseorang di suatu tempat.

Iklan

“Kau kenal mereka?”si Bungsu menggeleng.
Angela yang sudah bangun muncul diruang tengah ikut mengintip.Dia tak kenal siapa orang itu.Yoshua segera keluar dengan bedil tetap ditangan.
“Hei guy!ada sesuatu yang tak beres?”sapanya dengan keras.

Salah seorang diantara keduanya mengangkat tangan keatas,seperti memberitahu kalau mereka datang bukan untuk mencari masalah.Kemudian menurunkan tangannya kembali sambil mendekati rumah.

“Kami memerlukan teman anda..”
“Temanku yang mana guy?”
“Orang Indonesia itu…”si Bungsu heran.

“Anda siapa,dan untuk apa menemui orang Indonesia itu..?”
“Kami disuruh Tuan Thomas Mackenzie.Katakan itu padanya,dia pasti kenal dengan nama itu….”tiba-tiba si Bungsu muncul dipintu.
“Anda mencari saya?”

“Tuan Thomas Mackenzie.Menyuruh anda datang kerumahnya…”Si Bungsu bertukar pandang dengan Yoshua.
“Dia ingin mengundang saya makan siang…?”tanya si Bungsu menyindir.
“Tidak,stranger.Dia perlu bertemu dengan anda karena desakan istrinya…” si Bungsu tertegun.

Kini di luar telah berada pula Angela yang dalam pakaian kimino tidur yang belum dia ganti.Dia berdiri di sisi si Bungsu.
“Istrinya mendesak?”tanya si Bungsu pelan.

“Ya.Istrinya sakit.Dia ingin bertemu dengan anda…”
“Pergilah.Kau harus mendengarkan apa yang sesungguhnya terjadi..”bisik Angela pelan.Si Bungsu menatapnya.

“Barangkali dia menikah karena cinta,bagimu itu sudah resiko mencintai seorang perempuan.Tak semua percintaan harus di akhiri dengan pernikahan, atau sebaliknya dia membutuhkan pertolonganmu,maka meskipun dia telah menikah,kau bisa saja membawa dia lari….”lanjut Angela.

“Terima kasih Angel,aku akan pergi atas petunjukmu…”kemudian menoleh pada lelaki yang menjadi utusan itu dan berujar.
“Baik,saya akan bersiap….”

Kemudian dia masuk.Demikian juga Angela.Tetapi Yoshua tetap disana,dan bedilnya tetap dikepit diketiak,sembari mengisap pipa tembakau.Ketika akan pergi si Bungsu melihat Angela tengah memperhatikannya,Gadis itu tersenyum.Namun ada rahasia yang tak terpecahkan di balik senyumnya.

Gadis itu mendekat dan menbetulkan krah baju si Bungsu,serta mematut baju dibagian pinggangnya.
“Kau pergi dengan ku Angel?”Gadis itu menggeleng.

“Ada saatnya kau kutemani dear.Tapai ada saatnya aku tak boleh pergi,kali ini aku tak boleh pergi..Jika ternyata dia menderita bersama suaminya,maka kau jangan ragu membawa dia pulang ke negerimu.Tapi jika dia bahagia maka biarlah dia bersama suaminya…”

Si Bungsu merasa sangat terharu atas sikap Angela padanya.Dia tak hanya seorang perempuan yang patut di jadikan kekasih,juga seorang sahabat yang penuh pengertian.Dipegangnya keedua pipi gadis itu dengan tangannya.kemudian dikecupnya bibirnya dengan lembut.
“Apapun yang terjadi aku takkan lupa budimu angel….”bisik si Bungsu.

Kemudian diapun pergi.Yoshua menatap kepergiannya dengan diam sambil mengepit bedil.Si Bungsu masuk mobil dan duduk dibelakang dan mobil itu berjalan meninggalkan halaman rumah itu.Angela mengintip dari jendela,entah mengapa dia merasa akan kehilangan sesuatu,air mata membasahi pipinya.

Tanpa dia sadari,Elizabeth dari tadi memperhatikannya. Perlahan dia dekati Gadis itu,yang masih saja menatap keluar meski mobil yang di tumpangi si Bungsu telah hilang dari pandangan.Dipegangnya bahu Angela.

“Dia memang lelaki yang patut dicintai,..”kata Elizabeth perlahan.Angela kaget dan begitu dia dengar perkataan it,tangisnya pun tak dapat dia bendung lagi.

“Tenanglah,Angel.dia akan kembali…”
“Tidak.Dia tak pernah mencintaiku….”
“Dia mencintaimu,aku tahu lewat tatapan matanya..”

“No,Mam!Dia mencintai gadis jepang itu.aku tahu itu…aku tahu.Aku merasakannya,walau dia berada dalam pelukanku.Barangkali dia menyangiku tapi tak mencintai…”

“Itu tandanya dia lelaki setia.Yang begitu saja mengobral cintanya pada setiap perempuan..”ujar elizabeth perlahan.
“Ya,dia lelaki yang amat setia.Kalau saja…”Angela tak melanjutkan.Dia menangis dalam pelukan Nyonya separuh baya itu.

Ketika mobil yang membawa dia sampai di jalan raya,si Bungsu melihat sebuah mobil mengikutinya.Dia mengenali mobil itu adalah mobil Elang Merah.Dia yakin,didalam nya tidak hanya Elang Merah,tetapi juga Pipa Panjang.

Diam-diam dia amat berterimakasih pada Yoshua.Indian itu amat memperhatikan keselamatannya.Ketika diputuskan si Bungsu akan pergi sendirian ke rumah Mackenzie,dia memberi isyarat pada keponakan dan adiknya yang ada dalam rumah.

Kedua orang tua itu segera arif isyarat itu.Mereka harus mengikuti dan mengawasi si Bungsu.Diam-diam mereka menaiki mobil yang di parkir di belakang dirumah.Kemudian mengambil jalan pintas di belakang yang amat sulit karena memamng tidak ada jalan.Yang ada hanya dataran diantara hutan belukar.

Namun mereka telah sering kesana,mereka menanti dijalan raya.Begitu melihat mobil yang ditumpangi si Bungsu lewat,lalu mereka mengikuti dalam jarak yang tidak mencurigakan.

Dalam mobil itu si Bungsu memikirkan apa yang akan diucapkan nanti pada Michiko.Tapi dia juga teringat pertemuan dan perkelahiannya dengan Thomas Mackenzie.Kapten Penerbang yang membawa lari Michiko itu.Teringat pada kata-kata pedas tentang negerinya yang dikatakan”tidak beradab”Ucapan itulah yang membuat dia menghantam lelaki itu.

Berani-beraninya dia menghina tumpah darahnya sebagai negeri tak beradab, negeri biadab,Padahal berapa banyak darah para pahlawan telah dikorbankan untuk membebaskan negeri itu dari penjajah

Kehormatannya sebagai anak bangsa benar-benar tersinggung atas ucapan itu.Apakah dia pikir sikapnya menjual atau memberi senjata pada PRRI,atau barangkali pada para pemberontak di Afrika cukup terhormat?

Kalau dalam pertemuan nanti,lelaki itu masih saja menghina negerinya, bangsanya,maka dia sudah bertekad menghajar habis-habisan.Apa yang harus dia takuti?Dia sendiri dinegeri orang,lebih baik mati terhormat daripada hidup dihina orang.

Rumah itu ternyata cukup jauh letaknya dari pusat kota.terletak didaerah paling selatan dari wilayah country.Perkarangannya amat luas,demikian luasnya sehingga dari jalan, rumah itu kelihatan hanya sebagai titik putih.Rumah itu sendiri alangkah besarnya dan mewah.

Ketika turun dari mobil dia merasa sunyi yang mencekam.Namun firasatnya mengatakan bahwa Elang Merah dan Pipa panjang pasti berada di sekitarnya.

Kedua Indian itu,entah dengan cara bagaimana,namun pasti,bisa menyelusup kerumah itu.dia menoleh kejalan raya.Tak ada sebuah mobilpun kelihatan.Rumah ini punya jalan sendiri yang terpisah dengan jalan raya.namun si Bungsu dapat merasakan kehadiran kedua Indian itu disekitarnya.Sebuah suara mirip suara burung dipepohonan terdengar lembut.

Sekitar rumah itu memang dipenuhi pepohonan.salah satu dari tanda itu dapat diketahui si Bungsu isyarat dari Elang Merah atau Pipa Panjang.Hatinya jadi tentram.Dia mengikuti salah seorang dari penjemputnya masuk keruang depan.Disitu,diruang tengah,yang dicat serba putih itu,dia tertegun.rumah depan itu jelas ditata secara ruangan rumah-rumah jepang.!

Dia segera teringat Michiko.Ya,ini pasti lah yang menata ruangan itu adalah Michiko.”Ya,Michiko menghendaki ruangan itu diatur begini…”tiba-tiba saja sebuah suara terdengar.Si Bungsu menoleh darimana suara itu terdengar.Disana berdiri Thomas Mackenzie!Lelaki itu masih memar mukanya bekas dihantam si Bungsu kemarin mereka bertatapan. Bersambung…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here