Terlantarkan Jamaah Umroh, Direktur PT BMP Dilaporkan ke Polresta Padang

gambar jamaah umroh yang terlantar di malaysia

SumbartimePadang-Berdasarkan laporan dari seorang jamaah bernama Nalhendri (40),terhadap Direktur PT BMP Edi Kurniawan ke Polresta Padang, dalam waktu dekat polisi akan melakukan penyelidikan terkait kasus gagalnya travel umrah memberangkatkan 91 jamaah umroh asal Sumbar ke tanah suci.

Menurut Kasatreskrim Polresta Padang AKP Edrian Wiguna, Kamis (29/03) kepada awak media menjelaskan Direktur PT BMP Edi Kurniawan yang gagal memberangkatkan jamaah umroh ketanah suci dan kini terlantar di Malaysia, dilaporkan ke Polisi oleh seseorang bernama Nalhendri dengan nomor surat laporan 792 / K / III / 2018 / SPKT UNIT Il.

Iklan

Dalam surat laporan polisi itu juga dituliskan PT Rindu Baitullah bekerja sama dengan PT BMP untuk mengirimkan jemaah umrah dari Sumatera Barat ke Arab Saudi. Kerja sama itu dibuat dalam surat perjanjian bernomor054/BMPT&T/VI/2017 atas kerja sama pemberangkatan jamaah umrah tertanggal 3 Juli 2017.

Selanjutnya PT BMP memberangkatkan sebanyak 91 orang jamaah umrah dari PT Rindu Baitullah dan kini terlantar di Malaysia.

Dalam kasus ini PT Rindu Baitullah mengaku mengalami kerugian sebanyak Rp 1.743.000.000 karena jemaah yang dibawa oleh PT BMP terlantar.

Sebelumnya ratusan peserta umrah asal Sumatera Barat yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci, terlantar di Kuala Lumpur Malaysia dan batal berangkat karena tidak mendapatkan tiket menuju Arab Saudi dari biro perjalanan umrah PT Bumi Minang Pertiwi (BMP).

“Saya membawa 91 orang dijanjikan berangkat 26 Maret 2018. Tiba di Kuala Lumpur untuk berangkat keesokan harinya Selasa (27/3), ternyata tiket tidak bisa dicetak, padahal biaya sudah dibayar lunas,” kata pimpinan biro perjalanan umrah PT Rindu Baitulah, Epi Santoso.

Ia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT BMP untuk memberangkatkan 91 jemaah dan sudah membayar lunas paket senilai Rp 1,7 miliar atau Rp 19 juta per orang tetapi batal berangkat.

Akibatnya, kata Epi pihaknya harus menanggung biaya penginapan seluruh jemaah, dan karena tidak ada kepastian berangkat ia harus mengeluarkan uang untuk biaya kepulangan seluruh anggota ke Padang.

“Kami dikhianati oleh BMP, padahal sudah dua tahun bekerja sama baik-baik saja,” kata dia. Dikutip dari Antara. **

 

Sumber : Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here