Terkait Penahanan HRS, PMM Minta Elite dan Penegak Hukum Jangan Jadikan Ulama Sebagai Musuh Bersama

Ketua Umum Pergerakan Minang Milinial

SUMBARTIME.COM-Polisi Secara resmi menahan Habib Rizieq Shihab (HRS) tersangka kasus dugaan penghasutan dan melawan petugas terkait kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat (Jakpus). Sebelum melakukan penahanan, polisi menyatakan telah memenuhi hak Habib Rizieq di dalam pemeriksaan.

Ketua Umum Pergerakan Milenial Minang (PMM) Fikri Haldi meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Kapolda Metro Jaya lebih koperatif dalam penangani kasus HRS supaya tidak terjadi Kegaduhan di dalam negeri, dan kasus ini tidak sama seperti kasus yang melambungkan nama Irjen Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarat Pusat, dalam menangani kasus penangkapan Hercules, mantan preman Tanah Abang pada 2013 silam.

Iklan

“Banyak langkah yang bisa dilakukan kepolisian dalam proses yang lebih bijak agar stabilitas sosial politik di Indonesia terjaga, kita yakin bahwa bangsa ini bisa diajak duduk bersama menyelesaikan permasalah yang ada, namun langkah Kapolda Metro Jaya mempertontonkan kepada publik seolah ingin menunjukan powernya dan ambisi yang besar untuk menjadi Kapolri, tanpa memikirkan ke kondisi Kamtibmas yang kondusif, apalagi di tengah wabah Covid-19,” ujar aktivis yang kerap disapa Kuya Fikri tersebut, Minggu (13/12).

Hal ini menurut kita akan berdampak pada semakin menurunnya kepercayaan publik terhadap presiden Jokowi dan lembaga-lembaga negara, sambungnya.

Lebih Jauh Ketum PMM tersebut mengatakan merosotnya kewibawaan negara menjadi salah satu persoalan besar yang harus dihadapi pemerintah. Negara semakin tidak berwibawa ketika masyarakat semakin tidak percaya kepada institusi publik, paparnya.

“Lembaga negara yang bersifat independenpun kepercayaan masyarakat sangat rapuh, karna banyak kepentingan ambisi yang terselip di tataran tersebut, ditambah lagi terlihat gagapnya penegak hukum dalam penetapan pasal menjerat HRS akan menambah ketidak percayaan publik terhadap penegakan hukum,” tandas Kuya Fikri.

“Masyarakat Sumatera Barat sangat menghormati ulama, untuk itu kita meminta semua elit politik dan aparat penegak hukum tidak menjadikan ulama dan masyarakat sebagai musuh bersama, apalagi belum ada terlihat langkah-langkah kongkrit negara dalam menyelesaikan kasus tewasnya 6 Laskar FPI Yang masih menjadi tanda tanya besar bagi publik.

Fikri juga menyampaikan PMM bersama organisasi lainya akan telah melakukan konsolidasi dan mungkin akan melakukan aksi di Sumbar terkait tewasnya 6 Laskar FPI dimana satu diantaranya asal sumbar, dan meminta Presiden Jokowi segera mengevaluasi kinerja Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, tutup pemuda asal Air Bangis Tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here