Terkait Dugaan Korupsi Alkes, Polisi Geledah RSUD Rasiddin Kota Padang

Tipikor Polresta Padang Geledah ruangan di RSUD Rasiddin

SUMBARTIME.COM-Belasan personil Polresta Padang dari Unit Tipikor, Jumat (6/9) sore sekira pukul 16.00 WIB, mendatangi dan menggeledah ruangan RSUD Rasiddin.

Penggeledahan RSUD Kota Padang itu oleh aparat kepolisian terkait dengan adanya dugaan korupsi Alat Kesehatan ( Alkes) pada Tahun anggaran 2013 silam yang terjadi di rumah sakit tersebut.

Iklan

Di RSUD Rosiddin itu, terlihat aparat memeriksa beberapa ruangan, seperti ruangan Kepala Seksi Etika Keperawatan serta ruangan Kasubag Program Rumah Sakit. Dari kedua ruangan tersebut aparat terlihat membawa beberapa tumpukan berkas untuk kepentingan penyelidikan.

Menurut Kasatreskrim Polresta Padang, AKP Edryan Wiguna, menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut terkait adanya dugaan korupsi Alkes yang menimbulkan kerugian negara mencapai Milyaran Rupiah yang anggarannya berasal dari APBN Tahun 2013, tuturnya.

Adapun modus yang menimbulkan kerugian negara tersebut dengan cara mengangkat harga satuan barang, membuat dokumen fiktif dan mengatur tender lelang.

Kasus itu diketahui pada Maret 2016 lalu dengan adanya laporan dari masyarakat yang masuk ke polisi. Pada Tahun anggaran APBN 2013, RSUD Rosiddin mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 10 Milyar.

Setelah proses kontrak selesai melalui Kementrian Kesehatan dan dengan keluarnya SK dari Walikota Padang tentang penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Rasiddin, selanjutnya dimulai proses lelang oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Padang.

Selanjutnya pemenang proses lelang jatuh kepada PT SMP, asal Jakarta dengan nilai Kontrak Rp 9 Milyar dengan masa kerja terhitung dari 1 Juli 2013 sampai serah terima pada November 2013. Saat pengadaan barang tersebut selesai, pihak PT SMP telah menerima nilai kontrak 100 persen.

Namun dalam perjalanannya, pada Tahun 2016 setelah melakukan pemeriksaan awal berdasarkan laporan yang masuk, polisi menemukan adanya dugaan penyimpangan seperti adanya dugaan pengangkatan harga satuan barang, pembuatan dokumen fiktif, hingga proses pelelangan dan perubahan spesifikasi barang.

Dalam pemeriksaan awal ditemukan adanya dugaan korupsi yang berpotensi merugikan negara, maka polisi menaikan kasus tersebut ke tingkat penyelidikan. Hingga saat ini sudah ada puluhan orang yang terkait dengan pengadaan barang Alkes tersebut yang sudah diperiksa, papar Edryan Wiguna.

“Kemungkinan besar tersangkanya lebih dari satu orang,” timpalnya lagi mengatakan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here