Terkait Ada Warga Yang Tinggal Satu Atap Dengan Kambing, Pemko Padang Panjang Klarifikasi Pemerintah Tidak Pernah Menelantarkan Warganya

SUMBARTIME.COM-Terkait pemberitaan Sumbartime.com, Rabu  14 November 2018 tentang seorang Ibu Rumah Tangga yang bernama Las (Murni Sulastri) berusia 30 tahun yang tinggal dan hidup satu atap dengan ternak kambing miliknya, Pemko Padang Panjang melalui Kominfo membantah jika Pemerintah telah menelantarkan warganya,

Berikut Redaksi tampilkan klarifikasi lengkap dari Humas Kominfo Padang panjang terkait persoalan hidup Murni Sulastri,

Iklan
Loading...

PEMERINTAH KOTA TIDAK PERNAH MENELANTARKAN WARGANYA

Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai ibu Las (Murni Sulastri), warga RT 05 Kelurahan Silaing Atas, Padang Panjang yang tinggal di kandang kambing, Sekdako Padang Panjang, Martoni, S.Sos.M.Si menugaskan OPD terkait untuk mengunjungi lokasi tinggal Ibu Las guna mencari kebenaran dan solusinya, Jumat (16/11).

Dari hasil kunjungan tersebut, selain bertemu dengan Ibu Las, tim utusan juga bertemu dengan ayahnya bernama Rusli (63th). Dari penjelasan Pak Rusli, bahwa Ibu Las merupakan anak pertama dari 4 bersaudara. Bernama asli Murni Sulastri, singkat cerita Ibu Las menjadi penduduk kota Padang Panjang baru 1 tahun sejak akhir tahun 2017. Sebelumnya yang bersangkutan tinggal di Pariaman.

Pak Rusli yang asli Sungai Limau, pernah bekerja di perkebunan sawit PTPN3 di Kampung 9 Koto Baru dan berkeluarga di sana. Pak Rusli berpisah dengan istrinya dan pindah ke Padang Panjang membawa ke 4 anaknya termasuk Ibu Las.

Ibu Las setelah dewasa menikah dan ikut suami di Batam. Mengalami masalah RT dengan suami membuat Ibu Las pulang ke kampung keluarganya di Pariaman membawa 2 anaknya yang masih kecil. Dari hasil kerja kerasnya Ibu Las memiliki seekor kambing.

Karena selisih paham dengan keluarganya khususnya pamannya di kampung, Ibu Las pun menyusul Pak Rusli ke Padang Panjang dengan membawa anak serta kambingnya.

Sehari hari Ibu Las tinggal bersama ayahnya di rumah yang dibangun oleh tetangganya di atas tanah keluarga di daerah kelurahan Silaing Atas, Padang Panjang. Di sebelah rumah dibangun kandang kambing sebagai lokasi usahanya. Berkat kegigihannya usaha kambing Ibu Las berkembang. Hingga saat ini Ibu Las memiliki sekitar 13 ekor kambing.

Namun karena enggan dengan tetangga yang tidak nyaman dengan adanya kandang kambing, Ibu Las dan Pak Rusli memindahkan kandang kambing ke lokasi jauh dari permukiman.

Pak Rusli mendapat pinjaman tanah lokasi untuk membangun kandang kambing, yakni di lahan parak yang berjarak kurang lebih 150 m dari rumahnya. Dimana parak tersebut menjadi sumber mata pencarian Pak Rusli juga, dengan sistem pemilik tanah dan Pak Rusli berbagi hasil kebun.

Dari hasil kunjungan tim ke lokasi kediaman Ibu Las dapat diperoleh kesimpulan bahwa pada dasarnya bangunan yang dikabarkan berada di kandang kambing sejatinya bukanlah rumah tinggal sehari hari Ibu Las. Namun tempat tersebut dibuat untuk Ibu Las menjaga kambingnya saja.

Kepastian tersebut juga diperoleh dari Ketua RT. 05 Silaing Atas, Nasrul. Menurut Nasrul, keseharian Ibu Las tinggal di rumah ayahnya. Hunian di kandang kambing yang dikabarkan tempat tinggal tersebut tidak ada baju ganti, tidak ada kamar mandi, tidak ada listrik.

Selain itu menurut Pak Rusli, tempat itu dibangun untuk Ibu Las menjaga kambing-kambingnya. Terutama jika kambing sedang musim peranakan, untuk memastikan kondisi anak kambing baik-baik saja. Dan Ibu Las sendiri juga meminta dibuatkan bangunan untuk tempat tinggalnya tapi tidak jauh dari kandang kambingnya.

Info lain yang berhasil diperoleh dari Lurah Silaing Atas Jeff Raymoon, S.Sos adalah bahwa segala upaya untuk kesejahteraan keluarga Pak Rusli sudah dilakukan sejak 2016. Dimana Pak Rusli menerima bantuan mulai dari bedah rumah, sembako, kelengkapan rumah seperti kasur, lemari dan lain lain.

Pak Rusli juga sudah terdaftar di BDT (Basis Data Terpadu) dan mendapat bantuan KIS (Kartu Indonesia Sehat), JKMPP (Jaminan Kesehatan Masyarakat Padang Panjang) dan bantuan beras 15kg setiap bulannya yang diserahkan langsung dari Dinas Sosial ke Pak Rusli. RT dan Kelurahan juga sudah mengeluarkan KK Ibu Las sejak 9 Maret 2018 dan Untuk pendaftaran BDT nya masih dalam proses.

“Kami dari RT dan Kelurahan akan kembali mencari solusi untuk masalah ini. Kendala kami saat ini adalah Ibu Las yang masih enggan untuk direlokasi tinggal jauh dari kandang kambingnya karena takut kambingnya hilang atau mati, namun pada kenyataannya hingga saat ini Bu Las masih tinggal di rumah ayahnya yang layak huni,” tegas Jeff. (tim)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here