Terdakwa Pilubang Berdarah Tedi Sutendi Divonis 4 Tahun Penjara

Terjadi aksi unjuk rasa damai yang meminta Tedi Sutendi dibebaskan dari segala tuntutan hukuman

SUMBARTIME.COM-Setelah melalui proses penyidangan, Jumat (6/04) pagi, Akhirnya pihak Pengadilan Negri Tanjung Pati, yang dipimpin oleh Majelis Hakim Ketua Hendri Irwan, SH serta Hakim anggota Junter Sijabat SH, dan M. Iqbal Hutabarat, SH, menjatuhkan vonis 4 tahun kurungan penjara potong masa tahanan terhadap Tedi Sutendi, terdakwa kasus pembunuhan tragedi ‘Pilubang Berdarah’.

Sidang pada Jumat pagi tersebut, sempat diwarnai oleh aksi damai para pendukung Tedi Sutendi yang meminta pengadilan untuk berlaku adil dan membebaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

Iklan

Para pendukung terdakwa itu merasa yakin jika Tedi Sutendi anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, beranggapan pada peristiwa ‘Pilubang Berdarah’ yang menyebabkan tewasnya salah seorang korban bernama Erwin Saputra, terdakwa hanya dalam situasi membela diri dari serangan korban.

Pendukung menilai saat peristiwa tersebut, terdakwa hanya dalam posisi membela diri dari serangan korban yang memakai senjata tajam, ujar beberapa warga pendukung terdakwa di lokasi persidangan.

Sebelumnya pada sidang pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) beberapa waktu yang lalu, terdakwa dituntut dengan 14 tahun penjara, sementara Primtito adik Tedi Sutendi yang juga menjadi terdakwa dituntut 12 tahun penjara.

Atas putusan pengadilan PN Tanjung Pati yang memvonis 4 tahun potong masa tahanan, terdakwa akan mengajukan banding, sementara pihak JPU akan pikir pikir.

Peristiwa itu bermula dari perebutan lahan tanah ulayat. Minggu 10 September 2017 silam, Terdakwa bersama adik serta temannya mendatangi warga Pilubang yang sedang membersihkan lokasi jalan di kawasan Pilubang.

Saat itu terdakwa protes kepada warga yang dianggap tanpa izin kepadanya mengerjakan lahan yang dianggap milik kaum terdakwa. Padahal saat itu terdakwa baru saja mengerjakan pengerasan jalan hasil Pokirnya sebagai anggota dewan.

Namun protes terdakwa cs, dibantah oleh warga pilubang yang menganggap jika lahan yang mereka kerjakan itu, masih bagian tanah ulayat mereka. Dari hasil saling debat, suasana berubah menjadi panas dan terkendali. Korban yang bernama Erwin Saputra terlibat perkelahian dengan Tedi Sutendi dan adiknya Primtito dengan menggunakan senjata tajam sehingga menyebabkan tewasnya Erwin Saputra. Sementara terdakwa Tedi Sutendi sempat dilarikan ke rumah sakit karena kritis mengalami luka bacok. (aa)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here