TANAMAN OBAT KELUARGA KOTA SOLOK DINILAI TIM TINGKAT PROVINSI

SUMBARTIME.COM-Tim penilai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Akupresur tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melakukan penilaian dikota Solok, Selasa, 5 Juni 2018, penilaian  dilakukan pada Kelompok Asuhan Mandiri Surga Selasih Dasawisma Nangka 14, yang berpusat dikeluarahan Laing Kota Solok.

Tim penilai diketuai oleh Yulia Fitri dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, dan bertindak sebagai anggota antara lain adalah Eva Manjas dari dinas Pertanian Provinsi Sumbar, dan Khalida dari PKK Provinsi Sumbar.

Dalam melakukan tugasnya dikota Solok, tim penilai tingkat provinsi Sumbar tersebut diiringi oleh wakil walikota, Reinier,ST.MM, dan ikut hadir pada waktu itu, ketua TP PKK kota Solok, Zulmiyetti Zul Elfian, Ketua GOW kota Solok, Elfia Reinier, serta pimpinan instansi terkait yang ada dilingkungan Pemko Solok.

Dalam paparannya, Yulia Fitri mengatakan, pemanfaatan Toga dan Akupresur yang dilakukan oleh Dasawisma Nangka 14 kota Solok, merupakan sebuah bentuk pelayanan kesehatan tradisional dibidang penyediaan bahan obat obatan serta pemanfaatannya .

Dan dikatakannya, penilaian yang akan dilakukannya itu adalah, berkaitan dengan bentuk pemanfaatan nya dalam penanganan penyakit ringan kepada masyarakat, serta jumlah tanaman yang telah tersediakan, dan apakah masyarakatnya telah memanfaatkan secara menyeluruh.

Yulia Fitri menerangkan, pemanfaatan Toga dan Akupresur, juga merupakan tindakkan pertolongan pada penyakit ringan, dan hal tersebut juga akan dapat mengerucutkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap obat medis yang jelas mempunyai efek samping apabila banyak memakannya.

” Dalam hal ini banyak nilai yang dapat diambil, selain mengurangi tingkat konsumsi Obat medis, pemanfaatan Toga dan Akupresur akan dapat membantu ekonomi keluarga ” pungkas Yulia Fitri mengakhiri.

Sementara itu pada kesempatan lain, wakil walikota Solok mengatakan, pemanfaatan Toga dan Akupresur telah menjadi tradisi dan kebiasaan bagi masyarakat setempat acara merata, dan hal itu merupakan sebuah warisan yang turun temurun.

Orang nomor dua dikota beras Serambi Madinah itu juga menyakini bahwa kota yang dipimpinnya itu akan dapat menjadi percontohan bagi daerah tingkat dua lainnya terkait dengan pemanfaatan Toga dan Akupresur.

Dikatakannya, dalam menginstrumenkan pemakaian rempah rempah sebagai bahan obat bagi masyarakat, merupakan sebuah program perioritas bagi TP PKK kota Solok, dalam hal itu berkaitan dengan pemanfaatan pekarangan rumah.

Semetara itu dalam pengelolaan atau dalam mengembangkan tanaman rempah oleh masyarakat, TP PKK kota Solok melakukan kerja sama dengan Balai penelitian tanaman rempah dan obat (Balitro) yang ada dikota Solok.

” Seperti yang terlihat, hampir semua masyarakat memiliki tanaman rempah diperkarangannya, dan dalam meramu tanaman tersebut sehingga menjadi obat, bukan hal sulit untuk mereka lakukan ” tutur wakil walikota Solok. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here