Sopir Truk Pengangkut Hasil Tambang Tewas Digilas Alat Berat Perusahaan PT KAS Koto Alam

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Seorang sopir truk pengangkut batu hasil pertambangan PT Koto Alam Sejahtera (KAS), kawasan Nagari Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, tewas secara tragis tergilas alat berat sejenis loder.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (12/2) sore, sekira pukul 17.00 WIB di lokasi pertambangan galian C perusahaan PT KAS. Korban yang bernama Rigo asal Nagari Taram, Kabupaten Limapuluh Kota itu, tewas di lokasi dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.

Iklan
Loading...

Diduga akibat kelalian kerja dan kurangnya safety (pengamanan) dari pihak perusahan sehingga musibah kecelakaan kerja tersebut terjadi, ujar beberapa warga mengatakan kepada awak media.

Menurut penuturan warga yang berada di lokasi, korban yang sehari hari bertugas sebagai sopir truk pengangkut batu hasil tambang milik perusahan PT KAS, mengalami kecelakaan yang mengakibatkan korban tergilas alat berat dan tewas seketika di lokasi dengan mengalami luka parah.

Korban yang memiliki 4 orang anak tersebut, selanjutnya dibawa menuju rumah duka kawasan Nagari Taram, papar warga. Selanjutnya warga sekitar berharap agar peristiwa kecelakaan kerja yang merenggut nyawa akibat diduga kurangnya safety dari pihak Perusahaan agar diusut tuntas serta transparan oleh pihak pihak terkait.

Bagi warga setempat seperti yang dikatakan Ilham, kasus tewasnya seorang pekerja pengangkut hasil tambang yang diduga akibat kelalaian pihak perusahaan harus diusut tuntas dan tidak didiamkan oleh aparat kepolisian maupun Dinas Depnaker, ujarnya penuh harap.

Terpisah, Wali Nagari Koto Alam Abdul Malik saat dihubungi awak media, Rabu 12 Februari 2020, membenarkan peristiwa tersebut. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui kronologis serta penyebab terjadinya kecelakaan kerja tersebut.

Walinagari Koto Alam itu hanya sempat melihat jenazah diberangkatkan menuju rumah duka, ujarnya. Selain itu, Abdul Malik belum bisa memastikan apakah korban mendapatkan tanggungan asuransi dari pihak perusahaan dengan alasan belum sempat menanyakan perihal tersebut. (aa)

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here