Sumbartime.com, Bukittinggi,- Akibat dikeroyok oknum polisi, seorang tukang ojek Andi Isra(35) babak belur, ia menderita wajah lebam serta punggung yang merah akibat pukulan.
Aksi pengeroyokan oleh oknum Polisi mulai terjadi.
Andi yang sehari-harinya mangkal di depan Rumah Makan Simpang Raya, simpang Aur Kuning Bukittinggi tiba-tiba didatangi sekelompok oknum polisi.
Dari pengakuan Korban Andi yang di temui wartawan di Loby Reskrim Polresta Bukittinggi sesaat setelah melaporkan kejadian,Senin(3/4/2023) malam mengatakan awalnya dia tidak tau oknum yang datang ke tempatnya dan tiba-tiba langsung menarik tangannya dan yang lainnya mendorong sampai tersandar.
“Ada yang mencekik saya dan menendang secara beramai-ramai mereka menggebuk saya,” ujarnya sambil memperlihatkan wajah yang lebam, punggung memerah dan bekas goresan yang di duga kena pukulan.
Selanjutnya dengan kejadian sekitar Pukul 16.30 WIB sore bersama Kuasa Hukum dan beberapa orang yang merasa melihat kejadian tersebut melaporkan aksi pengeroyokan ke Bagian Reskrim.
Salah seorang Saksi Ceged, Ketua Agen salah satu Bus dalam Terminal Aur kuning yang mengetahui kejadian dan adanya oknum Polisi yang ber Dinas Polresta Bukittinggi menyebutkan,
mulanya terjadi cekcok antara Andi dan orang itu, saya mencoba untuk melerai, tiba-tiba datang oknum polisi bernama Ars malah menendang dan mencekik andi, barulah yang lain menyerang andi.
“Seharusnya menyelesaikan masalah bukan untuk mengeroyok, baru lah berhenti dan langsung mereka pergi tanpa ada penyelesaian,” sebut Ceget.
Hal senada juga di ungkapkan Kuasa Hukum korban Dedi Edwar yang mendampingi pelaporan, korban yang di terima oleh pihak Reskrim Ferdy menjelaskan akan tetap mendampingi kasus ini hingga tuntas.
“Kita menuntut Keadilan atas perbuatan kekerasan yang di lakukan secara bersama-sama dan sekarang menunggu proses dari penyidikan, dan sesuai arahan penyidik kita sudah Visum korban ke Rumah Sakit Yarsi,” ucap Kuasa Hukum dan meminta Penegak Hukum menindak tegas oknum yang berbuat seenaknya saja.
Dari informasi yang di himpun wartawan dari beberapa warga yang juga mendatangi Polresta sebagai bentuk solidaritas untuk melihat Pelaporan Korban.
Kronologis kejadian berawal adanya sepasang Pria dan Wanita akan menumpang ojek kepada korban, korban enggak mengantar dan menyuruh rekannya untuk mengantar, ketika ia melihat wanita itu langsung di maki oleh Pria teman Wanita tersebut, disitulah terjadi cekcok dan memanggil oknum dan rekannya untuk melakukan pengeroyokan.
Tempat terpisah, Kasat Reskrim AKP. Fetrizal yang di konfirmasi Via Pesan WA (WhatsApp) terkait laporan warga dan identifikasi oknum yang terlibat setelah menunggu jawaban, sampai berita ini diturunkan wartawan belum dapatkan jawaban dari Kasat itu.




















