Sembilan Tampuk Pimpinan Tinggi Pratama Dipemko Solok Digeser

Sumbartime.com, Solok- Sebanyak sembilan orang pemegang tampuk pimpinan tinggi pratama yang ada dilingkungan pemerintahan kota Solok digeser dan dirotasi dari jabatannya, Jumat, 22 Juni 2018, diruangan terbuka lantai dua kantor balai kota Solok.

Diantaranya adalah, Dodi Osmon yang sebelum menjabat sebagai kepala dinas Pendidikan, dipercaya untuk menjadi orang nomor didinas Pemuda dan Olahraga kota Solok menggantikan Jusmardi yang dirotasi ke dinas Perumahan dan Pemungkiman Masyarakat.

Iklan

Ivan Maroza yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas Ketahanan Pangan, dipindahkan ke dinas Pertanian Kota Solok menggantikan Kusnadi, Sementara itu Kusnadi dipercaya memimpin dinas Ketahanan Pangan.

Untuk mengisi kekosongan tampuk pimpinan didinas Pendidikan kota Solok, dipercayakan kepada Mursiati yang sebelumnya menjabat sebagai kepala dinas Perpustakaan daerah kota Solok, dan Perpustakaan tersebut untuk kedepannya diurus oleh Yul Abral yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten III pemerintahan kota Solok.

Untuk urusan Teknis jabatan sebagai Kadis PU kota Solok dipercayakan kepada Jaralis yang sebelumnya menjabat sebagai Kadis Perkim kota Solok menggantikan Alkaf yang dirotasi sebagai staf ahli, sementara Bujang Muhammad yang sebelumnya sebagai staf ahli dirotasi sebagai asisten III bidang urusan umum Pemko Solok.

Setelah mengambil posisi tepatnya didepan pimpinan daerah kota Solok, dan dipandu oleh walikota Solok Zul Elfian,SH.M.Si, sembilan pejabat tersebut membacakan sumpah jabatannya.

Dalam kesempatannya itu, walikota Solok mengatakan, penggeseran jabatan atau rotasi pejabat yang dilakukannya itu, telah melalui semua kajian yang panjang serta telah disetujui oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (K-ASN).

Dan rotasi yang dilakukan itu adalah berdasarkan Surat Keputusan walikota Solok nomor 188.45-440 Tahun 2018 tentang Pemberhentian dan pengangkatan jabatan pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah kota Solok.

Lebih jauh orang nomor satu dikota Solok itu mengatakan, mutasi, rotasi, ataupun promosi, merupakan hal biasa dilakukan didalam sebuah pemerintahan, sehingga pejabat itu dapat diterletak pada tempatnya, dan diharapkan dapat berkontribusi yang besar pada daerah.

” Tempat yang sebelumnya bukanlah tempat yang tidak tepat, tetapi tempat yang baru itu adalah tempat yang lebih tepat ” ungkap walikota Solok mengakhiri. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here