Sekelumit Kisah Pelarian Bang Jali Tersangka Pembunuhan Istri Siri

bang Jli saat memberikan keterangan pers

SUMBARTIME.COM-Rabu (8/1) dini hari sekira pukul 01.00 WIB, Jali Hamid (23) alias bang Jali keluar dari rumah kontrakan usai menghabisi istri sirinya Mutiara Putri (20), kawasan Tarok, Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh.

Saat itu tersangka bang Jali pergi menuju ke rumah orang tuanya kawasan Nagari Taram, Kabupaten Limapuluh Kota dengan menumpang mobil.

Iklan

Sesampai di rumah orang tuanya, perasaan tersangka tidak bisa tenang. Rabu dini hari tersebut, dirinya memutuskan untuk kabur meninggalkan Luhak Limapuluh. Kepada adiknya, bang Jali meminta untuk diantarkan dengan motor ke arah Simpang Empat Tanjung Pati.

Sementara pihak keluarga masih belum mengetahui apa yang terjadi terhadap tersangka merasa heran. Namun mereka hanya bisa diam melihat keinginan tersangka pada dini hari tersebut meminta adiknya untuk mengantarkan dengan motor ke arah Tanjung Pati.

Setelah sampai di kawasan Simpang Empat Tanjung Pati, dengan menumpang sebuah travel, tersangka menuju arah Kota Pekanbaru Riau. Saat itu tersangka membawa tiga unit hp, yakni hp kepunyaannya, hp istri sirinya yang baru saja dia bunuh, dan satu unit hp yang baru saja dia beli.

Pagi harinya, tersangka sampai di Kota Pekanbaru. Saat itu bang Jali sempat bingung hendak akan pergi kemana. Namun dalam kondisi hilang akal itu, tersangka sempat menghubungi teman temannya yang ada di Payakumbuh melalui ponsel yang baru dia beli tersebut untuk mengetahui perkembangan peristiwa pembunuhan yang dia lakukan terhadap Mutiara Putri istri sirinya tersebut.

Mengetahui jika Rabu pagi, masyarakat Payakumbuh gempar atas aksi pembunuhannya, bang Jali makin panik. Saat itulah dia berencana hendak kabur menuju Kota Batam. Saat itu dirinya bahkan sempat telah membeli tiket pesawat menuju Kota Batam pada penerbangan pukul 18.00 WIB.

Namun entah apa sebabnya niatnya akan berangkat menuju kota Batam pada Rabu sore hari dia batalkan. Bang Jali lebih memilih untuk menginap sambil mengatur rencana akan melakukan pelarian ke daerah mana.

Sore hari menjelang malam, bang Jali mencari sebuah penginapan. Setelah memikirkan dan memilih penginapan yang dianggap aman menurutnya, akhirnya bang Jali menginap di Hotel Parma, kawasan Panam, Kota Pekanbaru.

Di kamar hotel, sampai tengah malam bang Jali tidak bisa tidur. Pikirannya berkecamuk. Terlintas bayangan istri sirinya Mutiara Putri yang telah dia habisi. Saat itu, dirinya sempat merasakan penyesalan yang mendalam atas aksi nekadnya tersebut. Bang Jali kalut, menyesal, tapi nasi sudah menjadi bubur. Dia menyadari jika saat ini dia sudah menjadi buronan polisi.

Saat pikiran bekecamuk itulah bang Jali merasakan letih sehingga sempat membuat dia tertidur. Namun tak sempat merasakan tidur pulas,tiba tiba polisi dari Polres Payakumbuh datang menggerebek kamar dan menangkap dirinya pada Kamis (9/1) dini hari, sekira pukul 03.30 WIB. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here