SUMBARTIME.COM-Dilaporkan satu induk kerbau mati dan dua anaknya mengalami luka luka akibat diduga dimangsa hewan buas jenis harimau Sumatera, Minggu (7/3) kemaren.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jorong Cubadak Lilin, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur Kabupaten Agam tidak jauh dari kawasan hutan lindung cagar alam.
Menurut Kepala BKSDA Sumbar Resort Agam Ade Putra, Selasa 9 Maret 2021, menuturkan, peristiwa ini diketahui berawal dari laporan oleh warga setempat pada Senin (8/3) malam kemaren. Warga melaporkan ada satu ekor induk kerbau mati akibat diterkam hewan buas jenis harimau Sumatera. Selain terdapat induk kerbau yang mati, diketahui 2 ekor anak kerbau juga menjadi korban kebuasan si raja hutan tersebut dengan kondisi luka luka, papar Ade.
Mendapatkan laporan, selanjutnya pihak BKSDA Agam langsung turun ke lokasi pada Selasa (9/3) pagi. Di lokasi, setelah tim menyusuri sekitaran TKP kerbau dimangsa, ditemukan jejak kaki hewan buas jenis harimau tersebut.
Dari hasil penyusuran terakhir, jejak hewan buas itu ditemukan di dekat aliran anak sungai dan celah celah hutan, pungkas Ade menuturkan.
Terpisah, pemilik ternak yang kerbaunya menjadi korban dimangsa hewan buas, Mito (27), membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya kerbau beserta dua ekor anak miliknya itu dimangsa saat hewan ternaknya itu biasa dilepas di sekitaran lokasi.
Saban hari ada puluhan ekor kerbau termasuk anaknya, dilepas di lokasi. Namun sejak ada peristiwa ternak miliknya dimangsa harimau, dia bersama pemilik ternak lain menjadi takut serta resah terkait keberadaan ternak mereka, tutupnya mengatakan. (ezi)




















