Satpol PP Kota Pariaman Ungkap Jaringan Bisnis Prostitusi Melibatkan Anak Bawah Umur

pasutri mucikari saat dintrograsi Satpol PP Pariaman

SUMBARTIME.COM-Satpol PP Kota Pariaman, berhasil ungkap kasus prostitusi yang melibatkan anak bawah umur di kawasan daerahnya.

Seorang anak bawah umur inisial CK alias Bunga (16) yang dijual oleh pasangan suami istri sebagai pelayan seks komersil terhadap hidung belang para pria, berhasil diungkap.

Hal itu dikatakan oleh Kasi Penyidik Satpol PP Kota Pariaman, Alrinaldi Bendang, kepada awak media, Selasa (11/2) siang. Menurutnya pihaknya telah berahsil mengungkap perdagangan anak bawah umur yang dipekerjakan sebagai pelayan seks komersial serta mengamankan para pelaku yang terlibat dalam bisnis prostitusi kepada pihak Polres Kota Pariaman, ujarnya mengatakan.

Di jelaskan kasus berawal saat warga bersama salah seorang anggota Satpol PP Pariaman menangkap seorang pria inisial ZZ (48) sedang asyik masyuk melakukan hohohihi alias mesum bersama Bunga, di kawasan GOR Rajo Bujang, pada Minggu (9/2) dini hari sekira pukul 01.45 WIB.

Saat penangkapan yang dilakukan oleh warga dan anggota Satpol PP pasangan mesum tersebut dibawa ke Markaz untuk dimintai keterangan. Berrdasarkan pengakuan Bunga, dirinya dipekerjakan sebagai pelayan seks komersial oleh pasangan suami istri berinsial IS (23) dan AY (23) warga Pauah Kamba, Padang Pariaman.

Adapun saat berkencan dengan ZZ pada malam penangkapan tersebut, Bunga mengaku dibayar sebesar Rp 150 Ribu per sekali kencan, ujarnya polos, tutur Alrinaldi lagi. Bunga juga mengaku jika dirinya sering kali melayani para pria hidung belang dengan beragam pembayaran dari penikmat tubuhnya. Bunga juga menunjukan loaksi lokasi tempat dirinya dipakai oleh pria hidung belang, dan salah satunya diatas mobil ketika kendaraan sedang berjalan.

Mirisnya menurut Bunga lagi ada 5 orang lagi anak seumuran dirinya yang dipekerjakan oleh mucikari pasangan suami istri asal Pauh Kamba tersebut. Pasangan mucikari inilah yang mengatur soal pembayaran serta dimana lokasi permainan yang akan dilakukan oleh anak anak peliharaanya.

Menyadari telah adanya bisnis jaringan prostitusi yang melibatkan anak bawah umur, selanjutnay Satpol PP Kota Pariaman langsung menjemput pasangan suami istri yang menjadi mucikari bagi anak anak peliharaannya di sebuah warung nasi goreng kawasan Pauh Kamba dan di bawa ke Mako Satpol PP Pariaman.

Setelah melakukan intrograsi yang cukup dan disadari kasus tersebut sudah masuk ranah pidana, Alrinaldi mengatakan jika pihaknya langsung menghubungi Satreskrim Polres Kota Pariaman untuk berkoordinsi dan menyerahkan para pelaku yang terlibat prostitusi yang melibatkan anak bawah umur.

Namun saat akan menyerahkan 4 orang pelaku, terjadi sebuah insiden kecil, salah satu pelaku inisial ZZ berhasil kabur dari Mako Satpol PP Pariaman, sehingga hanya 3 pelaku ke Polres Pariaman tanggal 9 Februari 2020.

Selanjutnya Satpol PP kembali mencari salah satu pelaku yang kabur ke kediamannya kawasan Simpang Balai Basuo Kabupaten Padang Pariaman. Keseokan harinya, Senin 10 Februari 2020 setelah berkoordinasi denagn Walinagari setempat pelaku ZZ datang ke Mako Satpol PP Pariaman dan langsung diserahkan ke Polres Pariaman, pungkas Kasi Penyidik Satpol PP memaparkan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here