SATPAM PASAR RAYA SOLOK MENJADI GARDA TERDEPAN

satpam Kota Solok

Sumbartime-Pemerintah daerah kota Solok kembali menertibkan dan melakukan penggusuran Lapak para pedagang harian yang menggelar dagangannya disepanjang jalan lingkar pasar raya Solok, sebanyak 30 orang Satpam Pasar raya Solok melalulan eksekusi dan membuka kembali akses jalan lingkar tersebut, Senin 5 Februari 2018.

Dari liputan www.sumbartime.com dilokasi penggusuran, walaupun dilokasi tersebut dipenuhi dengan tim penegak Perda (SK4) yang terdiri dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP, dan petugas dari instansi terkait lainnya, namun terlihat pada waktu itu, Satpam Pasar raya Solok menjadi garda terdepan dan pelaku eksekusi.

Iklan

Walaupun sempat terjadi adu mulut antara pedagang dan petugas yang ada, namun penggusuran serta menertiban yang dilakukan pada siang itu termasuk operasi yang aman dan tampa perlawanan dari pedagang harian. Pedagang hanya menegaskan agar pengusuran dilakukan secara merata tampa pandang bulu.

Nofriadi Kasi Tantib didampingi oleh Hernenti Kabid Pasar Di Dinas Koperindag kota Solok mengatakan, para pedagang akan direlokasi ke dua tempat yang berbeda, yakni sebagian ke lantai bagian bawah pasar Semi modern kota Solok dan sebagiannya akan dipindahkan ke pasar pagi kota Solok tepatnya disamping terminal Bareh Solok.

Nofriadi yang akrab disapa dengan panggilan Pingkang itu juga sempat mengapresiasi para pedagang ikan yang ada, karena para pedagang tersebut melakukan pembongkaran dan pemindahan lapaknya sendiri ketempat yang telah disediakan.

Lebih jauh dikatakannya, sesuai dengan yang telah direncanakan, penertiban serta penggusuran para pedagang harian dalam rangka membuka serta menproduktifkan kembali akses jalan lingkar pasar raya Solok itu, akan dilaksanakan sampai malam hari, dan sebagai upaya antisipasi agar pedagang tidak kembali menggelar dagangannya ditempat tersebut, untuk selanjutnya setelah jalan lingkar pasar raya Solok produktif, pihak pemko Solok akan melakukan pengawasan dan kontrol setiap harinya serta menempatkan para petugas dibeberapa titik tertentu disepanjang jalan lingkar pasar raya Solok.

” Selain untuk keindahan tata kota Solok, pembukaan kembali jalan lingkar pasar raya Solok juga merupakan sebuah upaya untuk mempermudah keluar masuknya mobil damkar disaat terjadinya musibah kebakaran, dan selain itu juga untuk mempermudah mobil petugas kebersihan dalam mengambil Sampah pasar raya Solok, tutur Nofriadi mengakhiri.

Sementara itu sekretaris Komisi I DPRD kota Solok, H. Dalius yang kebetulan hadir saat penggusuran dilakukan, saat dikonfirmasi www.sumbartime.com mengatakan, ini merupakan penertiban yang ke tiga kalinya yang telah dilakukan oleh pihak pemko Solok, dan diharapkannya ini menjadi penertiban yang terakhir kalinya, sebab katanya setiap operasi atau giat yang dilakukan akan menimbulkan biaya yang cukup besar.

Selain itu Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengatakan, setelah jalan lingkar pasar raya Solok kembali produktif, diharapkannya tidak ada lagi parkir parkir liar disepanjang jalan lingkar tersebut, sebab katanya, parkir liar berpotensi besar merugikan para pengontrak lapangan parkir yang dilelang oleh pihak pemko Solok.

Mengakhiri paparannya, H.Dalius juga mengacungkan jempol dan mengapresiasi kegigihan dan keseriusan para Satpam pasar raya Solok dalam melakukan tugasnya sebagai bagian time penggusuran yang ada, namun menurut H.Dalius sesuai ketentuan yang telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda), seharusnya eksekusi dilakukan oleh Satpol PP kota Solok bukan Satpam Pasar raya Solok. (Gia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here