Sastrawan Nasional Pukau Pengunjung Festifal Tepian Sungai Batang Agam

Sumbartime-Para sastrawan Indonesia guncang panggung Festival tepi sungai yang dikemas melalui Payakumbuh Botuang 2017, di pinggir sungai batang agam jembatan Ratapan Ibu kelurahan Payakumbuh Barat, Selasa (28/11) malam.
Sebelum pelaksanaan festival, panitia penyelenggara Payakumbuh Botuang Festival (PBF) 2017 menggelar brifing yang dipimpin  Mr. Yusril Katil dan dilakukan clear area dari kendaraan pengunjung RTH.
Dijelaskan Tim Kreatif Ade Suhendra kepada wartawan,  Adapun penyair lainnya adalah Adri Sandra, Penyair asal Padang Jopang kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah menghasilkan tiga buku Antologi Puisi ; Luka Pisau, Cermin Kembung dan Darah Angin serta memiliki koleksi buku-buku penyair yang meraih Nobel Sastra. Penyair paroh baya ini sudah memecahkan rekor MURI dalam Sastra Indonesia.
Pertama, Penulis Buku Syair Terpanjang dengan judul Hasan dan Fatimah, yang berisi 1.550 bait, dengan tebal 260 halaman.
Ditambahkan Ade Suhendra, pertunjukan puisi sejenak diselingi dengan dipertunjukannya grup musik tradisional Diafora. Keberagaman yang membuat grup ini terbentuk. Mulai dari asal personelnya sampai pilihan musik.
Tradisi sebagai alas bakul membuat mereka bisa menjelajahi banyak kemungkinan. Misalnya, lagu latar film Pirates of The Caribbean dilihkan jadi sensasi Minangkabau. Begitu juga karya lain, Penjaga Makam, Manih Basijobang, Melanang, yang sangat kental dengan tradisinya yang dipadukan dengan Kecapi Sunda.
“Semakin malam suasana dan semangat literasi semakin hidup. Konsisi ini juga didukung dengan keadaan cuaca Kota Payakumbuh yang lembab, apalagi di pinggir sungai. Penampilan puisi oleh sastrawan, Syarifuddin Arifin yang khas dengan suara lantangnya,” ulas Ade.
Penyair lainnya yaitu Syarifuddin, sejak pensiun dari Taman Budaya Sumatra Barat di 2012, Syarifuddin melanglang buana. Kemana pun acara puisi, ia ada di sana. Termasuk di acara Payakumbuh Botuang Festival ini. Tak hanya daerah Sumatera Barat ia hadir, tapi melewati pulau, nusa bahkan negara. Apalagi sejaka menerima Penerima Anugerah Utama Puisi Dunia Numera, Malaysia 2014 dan Medalion Pulara dari MB Negeri Perak 2016. Kesempatan ini penyair Syarifuddin Arifin membawakan 2 puisi panjang tanpa teks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here