Remaja Tuna Netra Diperkosa Teman Ayah Sendiri

gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Air susu dibalas air tuba, begitulah kira kira kata yang disematkan kepada AS (43), warga RT 15 Km 27, Dusun Sentano Jaya, Desa Balai Rajo, Kabupaten Tebo, Jambi.

Saat temannya pergi ke ladang, AS yang sering menumpang makan di rumah temannya yang satu Dusun, tega memperkosa anak temannya inisial B (13) penyandang disabilitas tunanetra.

Iklan

Peristiwa laknat tersebut terjadi pada Jumat (21/8) menjelang siang kemaren.

Informasinya, pelaku yang sudah memiliki anak istri tersebut datang ke rumah korban disaat ayah korban yang juga merupakan teman pelaku sedang pergi ke ladang.

Saat itu, awalnya kepada korban yang hanya tinggal sendirian, pelaku meminta makan. Korban tanpa rasa takut dan curiga lantaran pelaku adalah teman ayahnya serta kerap datang ke rumah untuk menumpang makan, langsung saja pergi ke dapur mengambilkan nasi.

Usai makan entah setan apa yang merasuki pelaku, tiba tiba dirinya langsung memegang tangan korban selanjutnya memeluk dan menindih korban.

Korban yang penyandang disabilitas tuna netra sempat melakukan perlawanan. Namun karena keterbatasan fisik, dirinya tak kuasa melawan napsu bejat pelaku hingga terjadilah petaka tersebut.

Usai menggarap dan melampiaskan napsu bejatnya, pelaku langsung kabur meninggalkan korban yang terisak menangis menuju sebuah pondok di tengah ladang kawasan setempat.

Sementara korban usai mengenakan pakaiannya kembali langsung menuju rumah tetangga dan menceritakan kejadian yang dia alami.

Selanjutnya ayah korban yang mendapatkan laporan dari tetangga anaknya baru saja diperkosa oleh pelaku, bersama warga langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek VII Koto Ilir. 

Terpisah, Kanit Pidana Umum (Pidum) Polres Tebo Ipda Sriyanto, Selasa (25/8), kepada awak media membenarkan peristiwa biadab tersebut. Menurutnya, usai mendapatkan laporan, bersama Polsek VII Koto Ilir, Reskrim polres tebo langsung melakukan pencarian terhadap pelaku.

Tak lama berselang, pelaku ditemukan sedang bersembunyi di dalam sebuah pondok kawasan Dusun Sentano Jaya. Aparat pun langsung menggelandang pelaku ke kantor polisi.

Dari pengakuan pelaku, dirinya mengatakan tidak merasa memperkosa korban. Namun dia mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban, tuturnya. Namun pernyataan pelaku tersebut langsung di bantah oleh korban jika tidak benar dirinya memiliki hubungan kusus dengan pelaku.

Saat ini pelaku masih mendekam dibalik jeruji penjara dan masih dilakukan proses pemeriksaan, pungkas Sriyanto. (ujg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here