Aksi Tipu Tipu Polwan Gadungan Berpangkat AKBP Berakhir di Tangan Polres Payakumbuh

polwan gadungan berpangkat AKBP

SUMBARTIME.COM-Pertualangan Polwan (Polisi Wanita) gadungan berpangkat AKBP yang melakukan aksi tipu tipu berakhir ditangan Satreskrim Polres Payakumbuh.

Informasinya, seorang wanita asal Kota Depok, Jawa Barat, berinisial WST (43) mengaku kepada keluarga suaminya warga Jorong Bukit Kanduang, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang, Kec Luak, Kabupaten Limapuluh Kota sebagai anggota Polwan.

Iklan

Tidak tanggung tanggung, tersangka mengaku berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) dan berdinas di Polda Metro Jaya. Awalnya, penipuan yang dilakukan oleh wanita yang sehari hari bekerja sebagai pedagang online itu sempat dipercaya oleh pihak keluarga suami,

Bahkan saking mempercayainya, beberapa saudara dari pihak suami tersangka sempat mendatangi dirinya untuk meminta bantuan meloloskan anak anak mereka untuk bisa masuk menjadi seorang anggota polisi.

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan yang didampingi Wakapolres Kompol Jerry, serta Kasatreskrim AKP Mochammad Rosidi, dalam gelaran jumpa pers di Mapolres Rabu (26/8) menerangkan peristiwa dugaan penipuan pihak keluarga suami oleh tersangka berawal pada pernikahan tersangka dengan SS warga Jorong Bukit Kandung, Nagari Sitapa, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota pada tanggal 29 Maret 2020.

Usai pernikahan tersangka dengan SS, beberapa hari kemudian, tersangka kepada keluarga suami bercerita dirinya merupakan anggota Polwan berpangkat AKBP dan bertugas di Polda Metro Jaya.

Tersangka juga membual jika dirinya telah banyak meloloskan warga yang berminat masuk Bintara Polisi tanpa melalui tes. Mendengar bualan tersangka, pihak keluarga SS langsung percaya begitu saja. Bahkan dari pengakuan tersangka sendiripun, SS awalnya percaya juga jika dirinya anggota polwan.

Pada Sekitaran bulan Maret 2020, datang beberapa pihak saudara keluarga suami menemui tersangka di Jorong Bukit Kandung, untuk meminta tolong memasukan anaknya menjadi Bintara polisi. Mulanya yang datang seorang korban berinisial SH bersama anaknya DP (20) pada tanggal 2 April 2020.

Kepada tersangka korban berharap dan meminta agar tersangka meloloskan anaknya masuk bintara polisi di daerah penerimaan Polda Sumatera Selatan. Saat itu kepada korban tersangka menyanggupinya dengan syarat korban membayarkan sejumlah uang sebesar Rp 100 Juta, sebagai pelicin masuk polisi.

Korban menyanggupi dan memberikan uang muka kepada tersangka sebanyak Rp 46.500 ribu, dan sisanya akan dibayar melalui rekening tersangka.

Selanjutnya pada tanggal 8 April 2020 korban kedua berinisial SW (19). Adapun kedatangannya menemui tersangka dengan maksud yang sama yaitu ingin menjadi Bintara Polwan. Saat itu korban SW menyerahkan uang kontan sebagai uang muka sebesar Rp 70 Juta, dan juga berjanji akan membayar sisanya melalui rekening.

Selanjutnya korban ketiga yakni Al (19) warga Bukit Kanduang. karena ingin masuk bintara polisi tanpa tes, dirinya pun bersedia menyanggupi uang pelicin sebasar Rp 100 Juta kepada tersangka. Korban memberikan uang muka awal sebesar Rp 42.500 ribu dan juga berjanji akan membayar sisanya melalui rekening.

Sementara itu, untuk lebih meyakinkan para korbannya tersangka sempat meminta kelengkapan dokumen yakni KTP, KK, Akte Kelahiran dan Ijazah sebagai syarat yang akan diserahkan ke Mabes Polri. Kepada para korban tersangka menjanjikan dan mejamin jika mereka lolos masuk bintara polisi tanpa tes formal.

Selanjutnya kepada para korban tersangka meminta agar segera dicicil pembayaran melalui rekening secara bertahap.

Namun waktu terus berjalan, apa yang dijanjikan oleh tersangka belum juga ada kelihatan tanda tandanya sehingga membuat para korban yang berharap masuk polisi menjadi resah.

Saat para korban menghubungi tersangka, tersangka malah meminta para korban untuk datang ke Palembang dalam rangka mengikuti upacara lulus seleksi dan akan masuk asrama pendidikan di SPN Betung Polda Sumsel.

Mendengar informasi tersangka tersebut korbanpun percaya dan dengan hati berbunga bunga, bersama keluarga mereka datang ke Palembang dan menginap di salah satu hotel Kota Palembang.

Sesampai di Palembang, setelah berada dalam penginapan, tersangka kembali meminta agar segera melunasi sisa pembayaran kepada para korban dengan lasan para korban telah diterima masuk dalam pendidikan Bintara Polisi.

Setelah mendapatkan sejumlah uang dari para korban, tersangka langsung kabur melarikan diri. Sementara para korban yang telah beberap ahari menginapa dan tidak mendapatkan kabar lagi terkait informasi serta keberadaan tersangka mulai resah dan curiga.

Selanjutnya pihak keluarga korban berinisiatif melacak data diri tersangka. Dan dari hasil penyelidikan itu diketahuilah jika tersangka bukanlah seorang anggota polwan. Sadar telah menjadi korban penipuan, para korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Payakumbuh pada 12 Agustus 2020.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung turun melacak keberadaan tersangak dengan mendatangi kawasan Sumatera Selatan. Awal pertama penangkapan yang pertama sekali diamankan kan adalah SS suami tersangak di kawasan Muara Enim tanggal 19 Agustus 2020 pukul 07.25 WIB. Dari tangan SS polisi mengamankan 2 Unit HP, Buku Tabungan BNI dan ATM an. Sabar, ATM BRI An. Siti Masturo.

Dari berbagai informasi yang di dapat, tersangka diketahui berada di kawasan Depok Jawa Barat. Selanjutnya dilakukan pengejaran dan penangkapan pada tanggal 20 Agustus 2020, sekira pukul 06.00 WIB. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 3 unit HP, ATM BRI An. Siti Masturo, ATM BCA an. Nuraini.

Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Payakumbuh. Adapun dari pemeriksaan, tersangka mengaku jika aksi tersebut dia lakukan hanya seorang diri tanpa melibatkan suami. Bahkan diri mengaku jika suami nya juga dia tipu dan percaya jika dirinya anggota Polwan berpangkat AKBP.

Adapun uang hasil penipuan para korban dipergunakan untuk biaya hidup seharihari, papar Donny Setiawan, panjang lebar. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here