Ratusan Warga Nagari Limbanang, LimapuluhKota Duduki dan Segel Kantor Walinagari

Sumbartime-Ratusan warga Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluhkota, Jumat (2/02) pagi sekira pukul 08.30 WIB, ramai ramai mendatangi dan melakukan penyegelan Kantor Walinagari setempat.

Aksi penyegelan Kantor Walinagari tersebut, dilakukan warga menyusul kekecewaan warga terhadap Pemkab yang dinilai, telah melalaikan tuntutan warga agar segera memecat Walinagari Limbanang, Ardi.

Iklan

Alhasil, akibat dari penyegelan tersebut, aktifitas administrasi pemerintahan lumpuh total hingga sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan di Nagari yang sedang bersangketa antara Walinagari, Ardi, dengan warga serta Bamus dan KAN Limbanang.

Menurut Ketua KAN, sekaligus Ketua Bamus Nagari Limbanang, Dt Rajo Mantiko saat dihubungi Jumat (2/02) siang, membenarkan kejadian aksi ratusan warga tersebut. Menurutnya aksi penyegelan tersebut dilakukan, karena warga Nagari Limbanang kecewa dengan Pemkab LimapuluhKota, yang terkesan acuh dan menghindar dari masalah yang dihadapi oleh masyarakat Limbanang.

Dt Rajo Mantiko juga mengatakan warga sepakat jika Pemkab hendak membuka kembali Kantor Walinagari Limbanang, harus dulu segera menunjuk Plt Walinagari. ” Ini adalah harga mati bagi warga Limbanang,” tambahnya lagi dengan tegas.

Terpisah, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, Saat dihubungi awak media, Jumat (2/02) siang, mengaku kaget dan belum mengetahui ada warga yang melakukan penyegelan kantor Walinagari di Limbanang.

Dirinya, mengaku sebagai Kepala pengawas roda pemerintahan di Kabupaten Limapuluh Kota, mengaku belum dikasih laporan oleh staf serta bawahannya. Namun menurutnya, jika penyegelan yang dilakukan oleh warga benar, maka dirinya amat menyayangkan kejadian tersebut.

Ferizal mengatakan, jika persoalan antara Wali Nagari Limbanang dengan Bamus serta warga, sudah dan diproses oleh Pemkab sendiri. Jadi kurang tepat jika pihak Pemkab, tidak merespon permasalahn yang terjadi di Limbanang, ujarnya.

“Namun tentu kita harus mengikuti aturan Jurlak/ Juknisnya, kita harus sabar menunggu proses keputusan,”, tukas Ferizal Ridwan.

Sebab dikatakan lagi jangan sampai keputusan yang akan diambil oleh Pemkab terkait permasalahan di Limbanang, justru konsekuensinya terindikasi melabrak aturan jika tanpa melalui proses. Untuk itu Pemkab meminta agar warga Limbanang bersabar, dan segera menghentikan aksi penyegelan Kantor Walinagari setempat, pungkas Wakil Bupati tersebut.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, suasana terkini di lokasi, terlihat masih kondusif, aparat Kepolisian dari Polsek Suliki dan Polres LimapuluhKota, masih berjaga jaga di sekitar areal untuk melakukan pengamanan jika suasana memanas.

Namun dari salah satu sumber warga menyebutkan jika Walinagari Limbanang, Ardi, tidak melakukan perlawanan terhadap aksi warga tersebut. Walinagari tutur sumber ini lagi menyebutkan menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak pihak yang berwenang, untuk menjaga suasana yang kondusif tuturnya.

Seperti diketahui, beberapa bulan yang lalu, kondisi di Nagari Limbanang memanas akibat pihak Bamus dan warga melayangkan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Walinagari Limbanang.

Saat itu, Bamus, KAN, serta warga sepakat menandatangani surat meminta agar Walinagari setempat agar segera mengundurkan diri. Namun dari pihak Walinagari memberikan perlawan atas aksi mosi tak percaya tersebut.

Sempat saling klaim dan saling tuduh telah melakukan dugaan korupsi PAD Nagari, hingga berujung saling lapor ke Polisi. (dyt)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here