Berantas Banci di Serambi Mekah, Warganet Dukung Tindakan Kapolres Aceh Utara

Sumbartime-Warga Natizen ramai ramai berikan dukungan terhadap tindakan Kapolres Aceh Utara, AKBP Untung Sangadji atas aksinya memberantas kumpulan banci alias waria di Negeri Serambi Mekah, Aceh Utara, pada 28 Januari 2018 kemaren.

Warga nitizen, merasa apa yang dilakukan oleh perwira menengah Polisi tersebut dianggap tepat dan benar. Untuk itu warga net memberikan dukungan moril serta suport terhadap Kapolres Aceh Utara tersebut.

Iklan

Kapolres bersama jajarannya, telah berhasil mengamankan 12 Waria dari 5 salon yang tersebar di Kecamatan Lhoksukon dan Pantonlabu, Kabupaten Aceh Utara. Bahkan untuk melakukan pembinaan teradap para waria agar kembali kepada fitrahnya tersebut, AKBP Untung Sangadji mencukur pendek dan rapi rambut para waria tersebut.

Namun tindakan benar Kapolres tersebut, masih mendapat sorotan dan kritikan dari sebagian kalangan. Akibat sorotan serta kritikan dari beberapa kalangan itu, membuat Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh memanggil perwira menengah tersebut untuk dilakukan pemeriksaan.

Menurut Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) masih melakukan pemeriksaan. Propam mengklarifikasi apakah ada kesalahan prosedur dalam penanganan 12 waria yang diamankan tersebut, ujarnya mengatakan di Kantor PBNU, Rabu (31/01) kemaren.

Jika penanganan tersebut sesuai prosedur maka permasalahan dianggap clear, ujarnya lagi.

Sementara, AKBP Untung Sangadji, kepada awak media, Jumat (2/02) kepada awak media mengatakan Penertiban waria tersebut merupakan implementasi penerapan syariat Islam di Aceh. Ini diatur dalam UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh, serta UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Menurutnya, Pihknya dalam melakukan penertiban bekerja sama dengan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah. Saat diamankan, para waria yang ditangkap tersebut pakaiannya diganti dengan pakaian pria, rambut mereka di cukur agar menjadi pria kembali.

Terkahir sebelum dipulangkan kembali, para waria tersebut diberikan siraman rohani oleh salah seorang ustad, papar Untung Sangadji. (bn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here