Ratusan The Power Of Emak Emak Pulau Punjung Serbu dan Sweping Warung Remang Remang

The power of emak emak serbu lokasi warung remang remang di nagari koto gadang

SUMBARTIME.COM-Ratusan Emak emak warga Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Senin (22/10) siang sekira pukul 11.30 WIB, menyerbu dan mensweping sebuah lokasi yang diduga sebagai tempat prostitusi atau lokasi layanan hohohihi bagi pria hidung belang di kawasan Jembatan Pangian Nagari Koto Gadang, Blok D.

The power of emak emak tersebut berhasil mengamankan sedikitnya 6 orang yang diduga pekerja seks komersial (PSK) di lokasi yang berkedok kafe. Para wanita pelayan hohohihi alias PSK tersebut senjutnya dibawa oleh para emak emak ke kantor Walinagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, Dhamasraya untuk dilakukan intrograsi.

Iklan
Loading...

Saat dikantor Walinagari setempat satu dari enam wanita tersebut mengaku merupakan mami atau pimpinan dari ke enam PSK tersebut. Selanjutnya wanita yang mengaku mami itu dibawa dan diserahkan ke Polsek Sungai Rumbai untuk  penanganan selanjutnya.

Sementara itu, dari beberapa laporan lapangan yang berhasil dirangkum, ratusan the power of emak emak tersebut, nekad melakukan sweping ke lokasi prostitusi tersebut lantaran kesal dan resah dengan kegiatan aktifitas di warung remang remang berkedok kafe itu.

Menurut salah satu emak emak peserta aksi, Yeni (43) bukan nama sebenarnya, mereka datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor maupun dengan menaiki mobil bak terbuka hanya demi menyelamatkan mental serta aqidah anak anak mereka dan terutama para suami mereka, tuturnya.

Intinya, kami tidak ingin daerah kami menjadi tempat lokasi maksita yang akan mengundang bala bencana, paparnya lagi.

Terpisah, Walinagari Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar, Irfan Budianto, kepada awak media membenarkan peristiwa aksi ratusan emak emak yang menyerbu dan mensweping warung remang remang yang diduga sebagai lokasi prostitusi, jelasnya.

Dalam aksi yang dilakukan tersebut, tambah Walinagari itu, para emak emak sempat melakukan aksi membakar peralatan pribadi wanita pekerja kafe, alat alat kafe dan beberapa botol miras. Hal itu mereka lakukan adalah sebagai bentuk dari pengungkapan rasa kesal serta kecewa mereka terhadap aktifitas warung remang remang tersebut yang seakan tak pernah tersentuh para penegak perda, tutupnya mengatakan.

Diketahui di lokasi tersebut ada tiga bangunan yang dijadikan sebagai warung remang remang. Saat malam hingga pagi dini hari warung remang remang itu cukup ramai didatangi oleh para pria pencari kenikmatan sesaat. (tim)

 

 

 

 

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here