Pungut Biaya 150 Ribu, Pegawai Rental Komputer ini Palsukan Dokumen

palsukan dokumen, pegawai rental komputer ini ditangkap polisi

Sumbartime-Bermaksud membantu teman, Hendri (37) pegawai rental komputer akhirnya di gelandang ke Mapolsek Padang Selatan, karena diduga melakukan pemalsuan dokumen pribadi, Jumat (16/2).

Kejadian berawal saat Hendri yang hendak membantu temanya Rio (32) untuk pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Tanda Penduduk serta Surat Izin Mengemudi (SIM), guna mendaftarkan diri untuk bergabung ke salah satu transportasi online (Go-Jek). Namun tersangka Hendri tidak membuatkannya melalui prosedur sebagaimana mestinya.

Iklan

“Tersangka memang ahli dalam desain komputer, jadi untuk pembuatan SKCK, KTP dan SIM, dibuat dan dipalsukan sendiri oleh tersangka, bahkan satu paket pembuatan dokumen pribadi tersebut dipungut biaya Rp. 150 ribu setiap orangnya,” jelas Kompol Alwi Haskar, saat ditemui sumbartime..com dikantornya, Jumat (16/2)

Lebih lanjut dijelaskannya, tesangka yang bekerja disebuah rental komputer ini ditangkap berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat tentang beredarnya dokumen ganda pada setiap lamaran yang bergabung pada transportasi online (Go-Jek)

“Saat ini kita masih mendalami penyelidikan, apakah tesangka ini memiliki jaringan atau perbuatannya dilakukan sendiri demi untuk kepentingan pribadi. Tentu saja perbuatan pemalsuan dokumen ini melawn hukum, untuk itu tersangka akan dijerat pasal 263 ayat 1 tentang pemalsuan dokumen dengan pidana penjara 6 tahun kurungan,” ucapnya

Sementara itu tersangka Hendri, mengakui dirinya terlibat dalam pembuatan dokumen tersebut berawal saat temannya meminta tolong untu memalsukan dokumen pribadi agar dapat bergabung pada transportasi online.

“Awal nya saya bermaksud hanya ingin menolong teman ingin bergabung pada Go-Jek, namun karena sudah pernah bergabung tentunya dokumen asli tidak dapat lagi digunakan, untuk itulah timbul ide menggunkan dokumen palsu agar dapat bergabug,” jelas Hendri kepada sumbartime.com

Ia juga mengaku karena dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan, akhirnya pembuatan dokumen palsu ini dilakukan secara komersil dengan meminta imbalan sebesar Rp. 150 ribu kepada setiap orang yang ingin memalsukan dokumennya.

“Saya sangata menyesal terlah melakukan perbuatan ini. Tentunya hal yang dulu saya sampaikan kepada orang-orang yang ingin memalsukan dokumennya, agar jangan sampai berurusuan dengan pihak berwajib, akhirnya terbongkar juga, sungguh saya menyesal,” keluh Hendri kepada sumbartime.com di sel tahanan Mapolsek Padang selatan.( yendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here