Publik Nilai Pemko Payakumbuh Terkesan Lindungi Tersangka, Wako: Kami Akan Segera Non Aktifkan dan Tunjuk Plt

Kantor Balaikota Payakumbuh

SUMBARTIME.COM- lebih sepuluh hari sudah Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kota Payakumbuh inisial “Bkr” ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi anggaran Covid-19 Tahun 2020, oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

Namun ironisnya, di pihak Pemko Payakumbuh sendiri belum terdengar adanya tanda tanda Kadis Kesehatan itu dibebas tugaskan dari jabatannya untuk sementara waktu hingga sampai memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Iklan

Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa kalangan di Payakumbuh. Menurut publik, sudah seharusnya jika seorang pejabat yang terjerat kasus hukum atasannya sesegera mungkin menon aktifkan yang bersangkutan dari jabatannya sehingga tersangka bisa fokus menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.

Seperti yang dikatakan pengamat sosial masyarakat Arnovi Sutan Mudo, kepada awak media, Selasa (7/12) siang. Menurutnya dengan belum adanya informasi yang diterima publik tentang Kepala Dinas Plt Kesehatan yang ditunjuk Pemko Payakumbuh pengganti “Bkr” yang resmi ditetapkan sebagai tersangka, membuat publik bertanya terkait dugaan kasus yang menjeratnya.

“Jika status “Bkr” di Lingkungan Pemko Payakumbuh masih menggantung dan belum jelas kepastiannya, publik menilai Pemko terkesan melindungi tersangka,” ungkap Arnovi.

Untuk itu agar tidak timbul preseden buruk sudah selayaknya Pemko Payakumbuh segera membebas tugaskan “Bkr” dari jabatannya dan menunjuk Pejabat Plt untuk sementara waktu, agar citra Pemerintahan Payakumbuh sebagai pemerintahan bersih, transparan dan kridibel, tetap terjaga, paparnya mengatakan.

Senada dengan Arnovi, salah satu tokoh masyarakat Payakumbuh, Dt Labiah Nan Panjang, juga menyarankan agar Walikota Payakumbuh Riza Falepi segera menon aktifkan Kadis Kesehatan yang tersangkut masalah hukum dan segera menunjuk Pejabat Plt, tuturnya.

Hal tersebut semata mata demi menjaga wibawa Pemerintahan Riza Palepi yang selama ini dikenal publik sebagai Pemerintahan yang bersih dan bermatabat. Disamping itu, agar “Bkr bisa dengan fokus menghadapi persoalan hukum yang menjeratnya hingga memiliki kekuatan hukum yang tetap.

Sebab imbuhnya lagi, bagamanapun juga seseorang sedang tersangkut persoalan hukum dipastikan tidak akan bisa berkonsentrasi mengemban jabatan yang diamanahkan kepadanya sebagai salah satu ujung tombak Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh, tutup Dt Labiah Nan Panjang.

Sebelumnya, disela sela kegiatan dirinya memenuhi undangan Kejari Payakumbuh dalam agenda pemusnahan barang bukti hasik kejahatan pada Senin 6 Desember 2021 kemaren, Wali Kota Riza Falepi saat ditanya oleh para awak media terkait status “Bkr” di lingkungan pemerintahannya, dirinya mengatakan akan segera menon aktifkan untuk sementara waktu yang bersangkutan dan akan menunjuk Pejabat Plt.

Namun walaupun demikian pihaknya tetap menjunjung azas praduga tak bersalah dengan memberikan bantuan hukum terhadap ” Bkr”, ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Riza juga menyinggung Pejabat serta ASN yang ada di lingkungan Pemko Payakumbuh agar jangan berbuat yang aneh aneh terkait anggaran. Bagaimanpun juga saat ini zaman keterbukaan informasi publik. Kita tidak bisa lagi melakukan upaya bermain main soal anggaran, paparnya saat itu menjelaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, salah satu pejabat Kota Payakumbuh inisial “Bkr” yang bertugas sebagai Kepala Dinas Kesehatan, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Bencana Non Alam terkait anggaran Covid-19 Tahun 2020 oleh Kejari setempat pada Kamis 25 November 2021.

Dalam kasus tersebut, oleh Kejari Payakumbuh “Bkr” sebagai pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diduga telah melakukan penyelewengan terkait pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).

Dari serangkaian pemeriksaan Kejari telah memiliki alat bukti permulaan yang cukup untuk menjerat dan menetapkan status tersangka kepada yang bersangkutan. Namun saat itu “Bkr” tidak ditahan oleh Kajari, lantaran surat penangguhan penahanan yang bersangkutan dapat diterima secara hukum dengan alasan tenaga serta pikiran “Bkr” masih dibutuhkan sebagai salah satu Maestro Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here