Sumbartime – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengingatkan warga Sumatera Barat (Sumbar) untuk waspada terhadap potensi bencana banjir akibat hujan lebat yang diperkirakan akan terjadi dalam dua hari ke depan.
Pada Jumat sore, hujan lebat menyebabkan banjir bandang di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa wilayah Sumatra Barat masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Sementara itu, beberapa wilayah di Kabupaten Agam masih berpotensi hujan ringan hingga petir hingga beberapa hari mendatang,”katanya.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap siaga menghadapi potensi hujan tersebut. Langkah-langkah antisipatif seperti memantau potensi hujan di wilayah, melakukan evakuasi mandiri sejak dini, dan mempersiapkan tas siaga bencana dianggap penting untuk mengurangi dampak buruk bencana banjir.
Selain itu, BNPB juga masih berkoordinasi dengan dampak banjir bandang yang menerjang wilayah di Kecamatan Canduang dan Sungai Pua. Meskipun belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam terus berkoordinasi dengan aparat desa dan kecamatan untuk mengantisipasi potensi dampak buruk.
Di sisi lain, fenomena banjir lahar dingin dari Gunung Marapi juga menjadi perhatian serius. Banjir lahar hujan terjadi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, pada Jumat petang setelah hujan lebat di kawasan hulu atau sekitaran puncak gunung.
BPBD telah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai yang berasal dari puncak gunung, untuk waspada. Langkah-langkah pencegahan seperti pengerahan alat berat untuk membersihkan material dari ruas jalan diambil untuk mengurangi dampak buruk banjir lahar dingin.(R)





















