Sumbartime.com, Kabupaten Solok . — Rabu (17/4) kemarin, Tim Konservasi Wilayah (SKW) 3 BKSDA Sumatera Barat turun ke Nagari Simanau Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok untuk melihat lokasi penyerangan warga setempat oleh beruang madu pada Ahad, 14 April 2024 lalu. Dalam kunjungan itu, tim BKSDA Sumbar melakukan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat guna mencegah konflik antara binatang dengan manusia dimasa datang.
Tim SKW 3 BKSDA Sumbar juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perilaku beruang madu dan cara untuk menghindari konflik dengan satwa liar tersebut. Masyarakat diimbau tidak membuang minyak goreng sisa sembarangan karena dapat mengundang beruang madu.
Penghalauan beruang, menurut tim dari BKSDA Sumbar itu juga dapat dilakukan dengan bunyi-bunyian seperti meriam karbit. Kata mereka, beruang takut dengan suara bunyi yang keras dan gaduh. (Risko Mardianto)



















