SUMBARTIME.COM-Seorang guru wanita yang bertugas di MAN 1 Padang Pariaman bernama Nurlela, Selasa (2/2) pagi hari, menjadi korban perampokan oleh gerombolan tak dikenal di atas mobil jenis Minibus Avanza warna Silver dengan modus mengaku sebagai kendaraan travel.
Akibat dari peristiwa yang dialami, korban harus kehilangan harta bendanya berupa perhiasan emas, berupa cincin serta anting dan ponsel miliknya. Tidak hanya itu, korban juga harus kehilangan sejumlah uang akibat ATMnya digasak gerombolan rampok.
Peristiwa terjadi di jalur antara Pasir Jambak menuju Lubuk Alung, Padang Pariaman. Informasinya, korban yang berencana hendak menuju sekolah menaiki sebuah travel yang menuju arah tujuannya di kawasan Muaro Panjalinan, Koto Tangah, Kota Padang.
Saat berada di atas kendaraan yang mulai berjalan, tiba tiba beberapa orang langsung yang berada di atas mobil langsung membekap dirinya dengan mengancam agar korban menyerahkan harta bendanya.
Menurut pengakuan korban yang usai kejadian di rawat di ruangan Puskesmas Anak Air, dirinya bertutur saat berada di atas travel, ia dipaksa untuk menyerahkan seluruh harta bendanya. Awalnya ia menolak. Namun salah seorang pelaku rampok sempat memukul bagian pundak bagian belakangnya.
Karena kesakitan dan ketakutan akibat dipukul, korban terpaksa menyerahkan perhiasan emas berupa cincin, anting dan ponselnya kepada gerombolan. Tak puas usai menerima perhiasan emas serta ponsel milik korban, gerombolan tersebut selanjutnya memeriksa tas sandang milik korban dan menemukan sebuah kartu ATM di dalam dompet.
Selanjutnya gerombolan rampok memaksa korban untuk meminta nomor pin dengan ancaman jika memberikan nomor palsu maka korban akan dihabisi dengan cara ditusuk dengan senjata tajam. Lantaran ketakutan korban terpaksa memberitahukan nomor pinnya dan selanjutnya dengan mudah gerombolan rampok menguras isi rekeningnya di salah satu mesin ATM.
Puas telah melakukan aksi rampoknya, gerombolan tersebut menurunkan korban di tengah jalan kawasan Bypaas dekat Pondok pesantren Sabihisma.
Terpisah, Kepala Sekolah MAN 1 Padang Pariaman Amrizon, membenarkan peristiwa yang dialami oleh salah seorang anggotanya tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui secara persis kejadian yang menimpa korban, akunya singkat. (jo)




















