Pengikut Aliran Muslim Ibrahim Tauhid di Sumani Nyatakan Diri Taubat dan Kembali ke Pangkuan Islam

gambar taubatnya pengikut aliran diduga sesat di Sumani Kabupaten Solok

SUMBARTIME.COM-Setelah melalui diskusi serta perdebatan yang cukup alot, Rabu 29 Juli 2020, pengikut aliran diduga sesat Muslim Ibrahim Tahuid di Jorong Kapuah, Nagari Sumani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, secara massal menyatakan Taubat dan kembali kedalam pangkuan Islam.

Hal tersebut ditandai dengan pengulangan pembacaan Dua Kalimat Sahadat yang dibimbing oleh Ketua MUI Kecamatan X Koto Singkarak Hasan Basri,serta Penghulu Fungsional KUA Kecamatan X Koto  Singkarak Syarifuddin.

Iklan

Kembali taubatnya penganut aliran Muslim Ibrahim Tauhid ke pangkuan Islam juga tak lepas dari peran Pemerintahan Nagari Sumani, Kanit Polsek Singkarak Bripka Deli Harapno, Nagari Sumani Aiptu Iyam Sadeli, serta perwakilan pemuda Jorong Kapuah, yang telah memfasilitasi pertemuan pengikut aliran Muslim Ibrahim Tauhid, Muhammad Syukur (47) cs dengan MUI serta Kantor Urusan Agama Kecamatan X Koto Singkarak.

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, pertemuan yang diadakan di salah satu rumah pengikut aliran Ibrahim bernama Zainul (65) itu, terjadi diskusi serta perdebatan yang cukup alot serta panjang antara Ketua MUI Kecamatan X Koto Singkarak dan Kepala KUA Kecamatan.

Awalnya pihak pengikut aliran diduga sesat yang dihadiri oleh Muhammad Syukur, Zainul, Doni Kasmara (40), Lusiana (55), Aisyah (37), walau mengakui jika Alquran adalah kitab sucinya, namun bersikukuh dan menganggap Jika Nabi Muhammad bukanlah seorang nabi atau rasul. Mereka hanya mempercayai Ibrahim sebagai nabi.

Selain itu, kelompok aliran ini, juga bersikukuh jika Sholat 5 waktu tidaklah wajib dan bukan sebagai tiang agama. Bahkan mereka ngotot sampai hari kiamatpun tidak akan pernah melaksanakan ritual tersebut karena alasan tidak wajib.

Namun setelah dilakukan diskusi bersama MUI dan KUA serta sempat terjadi perdebatan alot, pihak kelompok aliran yang diduga sesat tersebut tak berkutik ketika kepercayaan mereka dipatahkan dengan dalil dalil Alquran dan hadist.

Setelah cukup lama merenungi dan mendengarkan nasehat para pemuka agama islam tersebut, akhirnya kelompok ini dengan penuh kesadaran sendiri mengaku jika mereka telah khilaf dan tersesat dari jalan yang benar.

Untuk itu, kelompok tersebut secara beramai ramai menyatakan diri kembali dalam pangkuan Islam dan mengulangi membaca Sahadat.

Atas persitiwa taubat serta sadarnya kelompok aliran Muslim Ibrahim Tauhid tersebut, membuat warga Nagari Sumani menjadi lega dan gembira. Mereka berharap situasi akan kembali tenang dan kondusif serta tidak ada lagi timbulnya keresahan ditengah tengah warga, tutur masyarakat setempat. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here