SUMBARTIME.COM-Pagi hari, Selasa 29 Juni 2021 sekira pukul 09.30 WIB, warga yang berada di lokasi kawasan Jembatan Ratapan Ibu, Kota Payakumbuh, digegerkan dan digemparkan dengan adanya penemuan sesosok orok bayi yang hanyut dan merapung di dalam aliran Batang Agam.
Penemuan orok bayi berjenis kelamin perempuan tersebut kontan saja membuat warga buncah, hanya perlu hitungan menit kawasan jembatan Ratapan Ibu Batang Agam Kota Payakumbuh di datangi warga yang ingin menyaksikan evakuasi secara langsung jasad bayi yang sudah mengambang dan tersangkut di ranting kayu dalam aliran Batang Agam tersebut.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, penemuan orok bayi yang diperkirakan masih berusia hitungan jam dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa tersebut, mula mula ditemukan oleh 3 orang remaja yang saat itu sedang berada di tepian Batang Agam.
Awalnya 3 orang remaja itu menyangka orok bayi itu adalah boneka yang hanyut dan tersangkut di ranting kayu. Namun setelah mereka perhatikan secara seksama, para remaja itu merasa yakin jika yang tersangkut di ranting kayu aliran Batang Agam adalah jasad orok bayi.
Kontan saja, ketiga remaja tersebut melaporkan temuannya kepada para petugas Trantib pasar yang tak jauh berada di lokasi, hingga laporan tersebut diteruskan ke polisi.
Terpisah, Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, melalui Paur Humas Ipda Satria Rudi, Selasa (29/6) siang membenarkan temuan jasad orok bayi di aliran Batang Agam tersebut. Menurutnya, penemuan orok bayi itu langsung ditangani oleh para petugas Trantib pasar Payakumbuh dan selanjutnya di evakuasi ke RSUD Adnan Wd, tutur Satria Rudi.
Terkait penemuan orok bayi itu, pihak Polres Payakumbuh masih melakukan penyelidikan siapa orang tua dari jasad bayi malang itu, tutupnya menjelaskan secara singkat.
Sementara itu, dari penuturan beberapa warga terkait adanya penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan di dalam aliran Batang Agam itu, warga menilai jasad bayi malang itu diduga kuat sengaja dibuang oleh orang tuanya.
Hal tersebut tutur warga lagi, lantaran diduga kuat bayi tersebut hasil dari hubungan gelap. Atas dugaan itulah warga mengutuk keras siapapun orang tua dari bayi malang itu yang diduga kuta sengaja membuang orok bayi yang baru lahir tersebut ke dalam aliran Batang Agam demi menutupi malu, ungkap warga prihatin. (rd)




















