Pembuat dan Pengedar Uang Palsu Diringkus Reskrim Polres Payakumbuh, Modus Membeli Barang!

pelaku bersama barang bukti upal diringkus reskrim polres payakumbuh

SUMBARTIME.COM-Setelah sempat beraksi dan berpetualang di beberapa lokasi kawasan Payakumbuh dan Limapuluh Kota mengedarkan uang palsu (upal) dalam bentuk belanja barang, seorang pria inisial GT (26) alias Guntur diringkus Satreskrim Polres Payakumbuh.

Pembuat dan pengedar upal tersebut ditangkap di rumahnya kawasan Jorong Batu Bakuruang, Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, saat sedang tertidur pulas, Rabu (20/1) malam sekira pukul 21.30 WIB.

Iklan

Guntur ditangkap tanpa melakukan perlawanan berarti. Selanjutnya dirinya segera dibawa ke Mapolres payakumbuh untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, melalui Kasatreskrim AKP M.Rosidi, Kamis 21 Januari 2021, siang, membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya saat ini Guntur masih dalam proses pemeriksaan.

Di jelaskan, penangkapan pelaku pembuat dan pengedar upal tersebut bersama barang bukti hasil tindakan kejahatan bandit jalanannya yakni sebuah mesin printer merek Canon Pixma seri MP 287 warna hitam lengkap dengan foto copy.

Selain itu polisi juga mengamankan 38 lembar kertas ukuran A4 yang merupakan sisa dari bahan pembuatan uang palsu, 3 lembar kertas ukuran A4 yang sudah diprint gambar uang pecahan Rp.50.000, 19 lembar uang palsu dengan pecahan Rp.100.000, lembar uang palsu dengan pecahan Rp.50.000, 1 lembar uang palsu dengan pecahan Rp.20.000, 1 unit ponsel, dan satu unit sepeda motor yang dipergunakan pelaku dalam melancarkan aksinya.

Adapun modus operandi pelaku dalam mengedarkan upal tersebut adalah dalam bentuk beli barang. Dalam pengakuannya, Guntur telah membeli satu unit ponsel di kawasan Kelurahan Padang Tiakar, Kota Payakumbuh dengan uang hasil buatan dirinya sendiri.

Selain itu pelaku juga sempat membeli sebuah sepeda motor di kawasan Nagari Guguk, Kabupaten Limapuluh Kota, juga dengan menggunakan upal.

Hal yang sama juga dia lakukan di beberapa lokasi kawasan Kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota dengan modus membeli ponsel serta barang kebutuhan sehari hari.

Diduga upal buatan pelaku sangat rapi dan nyaris mirip dengan uang aslinya, sehingga banyak warga yang menjadi korban kejahatan bandit jalanan Guntur.

Adapun kasus terbongkar berawal dari salah satu kecurigaan dari korban yang sempat bertransaksi dengan pelaku, terkait uang yang dipergunakan. Atas kecurigaan tersebutlah, korban melapor ke Polres Payakumbuh. Polisi yang mendapatkan laporan segera turun melakukan penyelidikan dan poengamatan.

Dari hasil pengamatan, kuat dugaan jika Guntur telah melakukan upaya pembuatan dan pengedaran upal dengan modus pembelian barang. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap pelaku beserta barang bukti.

Saat ini pelaku sudah diproses dan telah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dijerat dengan pasal 36 ayat (3) Jo pasal 26 ayat (3) Undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang Jo pasal 245 K.U.H.Pidana, papar5 Rosidi menjelaskan. (rd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here