Sumbartime -Dalam persiapan menuju ke Tanah Suci, setiap calon jemaah haji Indonesia tahun 2024 akan menerima uang saku dalam bentuk pecahan riyal, bukan rupiah seperti tahun sebelumnya.
Setiap jemaah akan mendapat uang sebesar 750 riyal atau senilai Rp 3,2 juta, yang akan diberikan saat memasuki embarkasi. Keputusan ini diambil untuk memudahkan proses di lapangan, dengan alasan mekanisme yang lebih sederhana dan praktis.
Suratman, Kasubdit Pengelolaan Keuangan Operasional Haji (PKOH) Ditjen PHU Kemenag RI, menjelaskan bahwa penggunaan riyal mempermudah dalam hal pembagian uang, dengan hanya membutuhkan 4 lembar uang. Hal ini berbeda dengan pecahan rupiah tahun sebelumnya yang membutuhkan pengeluaran besar untuk pengamanan dan transportasi dari bank ke embarkasi.
Selain itu, pemberian uang saku dalam bentuk riyal juga bertujuan untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi saat menukar uang di Arab Saudi. Dengan begitu, para jemaah haji tidak perlu lagi menukar uang saat tiba di sana dan dapat memperoleh nilai tukar yang lebih menguntungkan.
“Tahun ini, Indonesia berencana memberangkatkan 241 ribu jemaah haji, dengan kloter pertama akan diberangkatkan mulai tanggal 12 Mei 2024. Seperti tahun-tahun sebelumnya, para calon jemaah akan masuk ke asrama sehari sebelum keberangkatan dilaksanakan, dan pemberangkatan akan dibagi dalam dua gelombang,”tuturnya.(R)

















